Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 17 Pertama Kali Berkelahi Dengan Orang


__ADS_3

Kalau Gebby mengerti mengenai alat-alat seperti ini berarti kebetulan sekali Viona bisa meminta bantuannya.


Gebby sedang menikmati makanan yang di buat oleh Bibi Rosa, kondisi Mimy akhir-akhir ini agak serius sehingga dia tidak bisa meninggalkan rumah sakit.


Oleh karena itu setiap hari dia hanya bisa memesan makanan yang dia pesan di kantin rumah sakit.


Gebby tampak sangat kuyu, pada malam hari dia masih harus berkerja di Starduck sampai jam 4 dini hari kemudian jam 7 pagi dia harus ke rumah sakit untuk merawat Mimy, jam tidurnya sangat sedikit sekali di tambah lagi dengan kondisi mentalnya yang buruk.


Gebby memakan sepotong daging sapi rebus lalu tersenyum,


" Kenapa tiba-tiba kamu terfikir untuk membeli alat anti perogol? Memangnya ada yang menjahatimu? "


Gebby adalah wanita yang cerdas dan blak-blakkan, dia sudah mengalami terlalu banyak hal sehingga begitu mendengar ucapan Viona dia langsung paham maksudnya.


Viona tampak sedikit gugup, kalau dia mengatakan kepada Gebby apa yang terjadi semalam padanya pasti dia hanya akan berkata, ' tidak apa-apa, tidak perlu defensif. '


" Itu karena aku memiliki pekerjaan paruh waktu di malam hari, jadi aku takut bila nanti bertemu dengan orang jahat! Sehingga kalau aku membawa alat itu pasti akan lebih merasa nyaman saja untuk melindungi diri. "


Gebby mengangguk sedikit, " Benar juga yah, nanti selesai makan aku akan menemanimu membeli alat itu! Aku tahu sebuah toko yang menjual alat-alat seperti itu, dan semua alat yang dia jual sangat praktis. "


Tadinya Viona berencana membelinya secara online namun saat mendengar Gebby mengatakan ada toko yang menjual alat itu.


Setelah Gebby selesai makan lalu keduanya meminta bibi Rosa untuk menjaga keempat anak itu, lagipula Fedric dan Felix ada di sana jadi Viona bisa merasa lebih tenang.


Kedua anak laki-lakinya sangat bijaksana, jadi mereka pasti menjaga Felicia dan Mimy dengan baik.


Tokonya tidak jauh dari rumah sakit anak, hanya sekitar sepuluh menit saja jaraknya dengan berjalan kaki ke sana.


Gebby bisa memahami situasi finansial Viona, dia pasti akan menangis darah bila harus mengeluarkan uang untuk naik taksi.


Di musim dingin itu keduanya berjalan kaki dengan matahari yang menyinari mereka, dan itu terasa hangat sekali.


Gebby menggenggam tangan Viona, dia menghela nafas dalam-dalam untuk menghirup aroma hari yang cerah dan tersenyum dengan getir.


" Aku sudah lama tidak merasakan hangatnya matahari, aku sangat berharap Mimy bisa segera sembuh. Dan pada saat itu aku akan merasa bahwa kehidupan ku memiliki secercah harapan lagi. "


Setelah mengalami begitu banyak cobaan dalam hidupnya, Gebby hanya berharap putrinya bisa cepat sembuh dan bisa bermain seperti teman sebayanya.


Viona mengusap bahunya Gebby dengan rasa sakit dihatinya saat mendengarkan dia berbicara seperti itu.


" Maafkan aku Gebby, aku tidak bisa membantumu lebih karna aku pun juga tidak punya apa-apa untuk membantumu. "


Gebby mengulurkan tangannya untuk menyentuh wajah mungil Viona,


" Aku tau Viona, situasimu sendiri juga sedang sulit. Kamu juga masih harus membesarkan ketiga anakmu, aku saja yang hanya memiliki seorang anak saja sudah merasa sangat sulit. Apalagi kamu? Vio, asalkan kamu selalu ada di samping ku saja itu sudah dari cukup. "


Bagi Gebby bisa memiliki seorang teman baik yang mengerti dirinya dan selalu berada di sisinya untuk berbagi suka dan duka itu sudah lebih dari yang dia harapkan dan lebih baik dari apapun.


Keduanya saling menatap lalu tersenyum, mereka telah melewati berbagai masalah di hidup mereka dan mereka saling menguatkan satu sama lain.


Sambil mengobrol mereka berjalan lalu dengan cepat sudah sampai di depan toko aksesoris yang kecil.


Viona biasanya tidak punya waktu untuk berjalan-jalan sehingga dia tidak tahu kalau toko kecil seperti ini ternyata juga menjual alat anti perogol.


Lalu keduanya masuk ke dalam toko, Gebby menunjukkan beberapa botol gas air cabe.


Viona merasa itu terlalu besar, dia hanya bisa memasukkannya ke dalam tasnya.


Nanti kalau dia berkerja di rumah Alex, dia tidak bisa membawa tasnya setiap saat, kan?


Lalu Viona bertanya kepada pegawai toko,


" Apa anda memiliki sesuatu yang lebih kecil di sini sebagai alat untuk menjaga diri? "


Dengan cepat si pegawai mengeluarkan sebuah cincin, cincin itu di pakai di jari telunjuk dengan batu yang berwarna merah hati, Sangat indah sekali.


" Nona, ini adalah alat terbaru di toko kami. Kecil dan mudah untuk di bawa kemana saja, apalagi bisa di jadikan sebagai aksesoris juga. "


Sambil berbicara pegawai toko menekan batu berbentuk hati itu lalu sebuah jarum yang tipis dan panjang tampak menjulur dari depan.


" Jarum ini sudah di rendam dengan obat bius, begitu di tusukkan lawan akan segera lumpuh untuk sekitar lima menit. Alat ini sangat berguna bagi seorang gadis, untuk menyelamatkan diri. ''


Mata Viona langsung berkilau, dia merasa bahwa alat ini sungguh bagus.


Kalau saja semalam dia memiliki alat ini untuk di tusukkan ke leher Alex, maka dia tidak akan bisa bergerak dan tak bisa menciumnya lagi!!


" Aku mau ini, tetapi berapa lama alat ini dapat di gunakan? "


Alat ini tidak mungkin hanya bisa digunakan satu kali saja, kan? Kalau begitu itu sama saja bohong karena harganya juga tidak murah.


Si karyawan lalu menjelaskan, " Obat bius cadangannya ada di sini, kalau obat bius di cincinnya sudah habis. Anda bisa menambahkannya sendiri, anda bisa menggunakannya sampai 300 kali. "

__ADS_1


Viona membeli dua buah, alat itu harganya $2000 dolar per buahnya, meski harganya cukup mahal namun sangat berguna untuk melindungi dirinya.


Dia meletakkan kotak berisi alat yang satu lagi di tangan Gebby.


" Kau juga harus memakainya, setiap malam kamu harus pergi berkerja di Starduck. Jadi alat ini juga bisa melindungi dirimu saat kamu menghadapi bahaya. "


Di tempat seperti Starduck itu, tamu-tamu yang datang kesana beraneka ragam jenisnya. Hal ini lah yang membuat Viona sangat khawatir kepada keselamatan Gebby.


Tadinya Viona ingin kembali berkerja di sana tapi ketika dia teringat kepada ketiga anaknya di rumah, Viona kemudian memutuskan untuk berhenti saja dari pekerjaan itu.


Kalau terjadi sesuatu padanya, apa yang akan terjadi kepada ketiga anaknya?


Gebby tidak menolak pemberian Viona, dia menerima alat itu.


" Terima kasih, Vio "


Viona berjalan keluar toko sambil merangkul Gebby,


" Jangan merasa sungkan denganku, kita kan teman. "


Tiba-tiba Gebby melihat suaminya sedang berjalan dengan seorang wanita di depan sana, lalu dia bergegas menghampiri dengan gigi yang terkantup.


Kemudian dia langsung menjambak rambut pria itu dan memakinya.


" Dasar bajingan kamu! Putrimu sedang sakit pun kamu sama sekali tidak perduli padanya, hah? Memintamu untuk pergi mencocokkan sumsum tulang saja kamu memberikan banyak sekali alasan! Dasar ayah yang tak bertanggung jawab. "


Gebby sangat marah sekali hingga menampar suaminya itu dengan sangat kencang.


Ferdi yang di pukul dengan tiba-tiba merasa sedikit pusing dan wanita yang ada di sebelahnya langsung berteriak.


" Tolong, tolong, seseorang memukuli pacarku. Cepat tolong kami! "


Sekejap mata saja sudah tampak ada banyak orang yang mengerumuni mereka, setelah Ferdi sadar kembali dia mulai melawan dan menjambak rambut Gebby lalu menariknya dengan keras.


" Wanita sialan, beraninya kamu memukulku. Aku akan menghabisi mu! "


Viona merasa sangat ketakutan sekali, namun saat melihat mereka berdua memukuli Gebby lalu Viona melepaskan sepatu hak tingginya dan bergegas menghampiri mereka.


" Jangan pukul Gebby!! "


Kemudian kepala kedua sejoli itu di hajar dengan sepatu hak tingginya itu, darah pun tampak mengalir keluar.


Sementara itu orang-orang yang ada di sekitar mereka merasa takut untuk mendekat lalu salah satu di antara mereka segera menelpon polisi.


'' Orangnya di bunuh, orangnya dibunuh. "


Polisi melerai mereka, mulut Viona tampak berdarah dan rambutnya juga tampak berantakkan.


Wajah Gebby juga tampak bengkak, dia membenarkan pakaiannya dan masih ingin menendang Ferdi beberapa kali.


Namun polisi langsung menghentikannya,


" Sudah cukup, ayo ikut saya ke kantor polisi! "


Sedangkan keadaan Ferdi tampak sangat mengenaskan, kepalanya berdarah, pakaiannya juga robek, dan wajahnya juga sudah babak belur.


Dia menunjuk ke arah Gebby dan Viona dengan ekspresi sedih,


" Pak polisi, kedua wanita gila ini memukuli aku dan pacarku hingga seperti ini. Aku akan menuntut dan menjebloskan mereka berdua ke penjara. "


Viona dan Gebby baru tersadar sedikit saat ini, barusan mereka benar-benar telah berkelahi dengan seru sekali.


Hanya saja kalau mereka berdua masuk ke kantor polisi lalu bagaimana dengan anak-anak mereka?


Gebby menghadang di depan Viona dan berkata,


" Pak polisi, kalian bawa saja aku bersamamu. Hal ini tidak ada hubungannya dengan dia. ''


Si pelakor yang ada di sebelah Ferdi menunjuk ke Viona dan berkata, " Pak polisi, dia yang membuat kepala pacar saya cedera. Kalian juga harus menangkapnya. "


Dengan dingin polisi berkata, " Tidak perlu mengatakan apa-apa lagi, bawa mereka semua pergi lalu antar mereka berdua pergi ke rumah sakit untuk di obati lalu di mintai keterangannya. "


.......


Di kantor PT MCh


Bryan berjalan dengan tergesah-gesah lalu mendorong pintu hingga terbuka, ia dengan cepat menghampiri Alex.


" Pak Alex, kamu lihat vidio ini! Nona Viona berkelahi dengan seseorang di jalan. "


Alex memandangi Viona yang ada di dalam vidio, dia melihat Viona yang bergegas maju dengan sepatu hak tinggi di tangannya.

__ADS_1


Seolah-olah sudah siap untuk bertarung hingga mati, Alex tersenyum kecil tingkah Viona ini sungguh sangat menggemaskan sekali.


Bryan berkata dalam hatinya, Apa benar nona Viona ini adalah kesayangannya pak Alex? Biasanya dia jarang sekali tersenyum, ekspresinya selalu tampak sangat dingin seperti gunung es.


Dingin sekali sehingga membuat orang yang ada di sisinya ingin segera melarikan diri dari hadapannya sesegera mungkin.


" Pak Alex, aku akan pergi dan menjemput nona Viona sekarang juga, bagaimana? "


Bryan melihat bahwa Viona di bawa pergi oleh polisi sehingga berinisiatif untuk meminta perintah dari bosnya untuk mengeluarkan calon nyonya muda, dengan begitu maka di kemudian hari dia akan memiliki seorang pendukung yang bisa di andalkan.


Setelah menonton vidio ini, Alex menyipitkan matanya sedikit.


Tentu saja gadis itu harus di jemput, dia pasti sudah merasa sangat ketakutan sekali sekarang!


Teringat bahwa semalam Alex telah membuat Viona sangat ketakutan, jadi kalau hari ini dia pergi sendiri untuk membantunya mungkin Viona tidak akan marah lagi padanya.


Lalu Alex bangkit berdiri dan berkata, " Aku akan pergi sendiri. ''


Bryan tampak sedikit terkejut, Pak Alex kan tidak perlu pergi ke kantor polisi sendiri untuk menyelamatkan nona Viona!


Namun, dapat di lihat dengan jelas bahwa pak Alex ingin menunjukkan kemampuannya.


Kemungkinan besar bahwa nona Viona ini akan menjadi calon nyonya muda keluarga Brama.


" Pak Alex, aku akan pergi menyiapkan mobil! "


Alex mengenakan setelan jas berwarna hitam dan langsung mengambil kunci mobil.


" Tidak perlu, aku pergi sendiri saja! "


Bryan hanya bisa menghentikan langkah kakinya, Pak Alex ini benar-benar sangat licik.


Dia muncul sendiri pada saat seperti ini untuk menyelamatkan nona Viona, nona Viona pasti akan merasa sangat terharu sekali!


.....


Di kantor polisi


Viona dan Gebby sedang menulis sebuah pengakuan yang mengatakan bahwa Ferdi adalah seorang bajingan yang mengkhianati istrinya dan tidak mau menyelamatkan putrinya.


Meskipun polisi tampak bersimpati kepada mereka berdua yang membenci orang jahat ini, Namun mereka berdua telah memukuli orang hingga seperti itu.


Itu merupakan tindakkan yang di sengaja yang merugikan orang lain, terutama telah membuat wajah seseorang menjadi rusak.


Ferdi dan Nia bersikeras hendak menggugat mereka dan polisi juga sulit menangani nya.


Viona dan Gebby terkunci di ruang interogasi yang sama dan polisi meminta mereka menemukan seorang sebagai penjamin, setelah itu meraka harus bersiap-siap untuk melawan gugatan Ferdi dan Nia.


Gebby yang berada di belakang berjalan menghampiri Viona dengan ekspresi penuh rasa bersalah.


" Vio, maaf semua ini gara-gara aku sehingga melibatkan mu! "


Sekarang mereka berdua ada di sini lalu bagaimana dengan anak-anak mereka?


Semakin di pikirkan semakin tak tahan sehingga Gebby menampar wajahnya sendiri.


" Semua ini salahku, bajingan seperti itu untuk apa aku masih mengharapkannya? Kalau dia ingin pergi untuk mencocokkan sumsum tulang, dia pasti akan pergi tanpa aku memintanya! Seharusnya aku tidak perlu membuat masalah seperti ini!! "


Viona memeluk dan berkata,


" Ini pertama kalinya aku berkelahi dan menurutku ini cukup seru, kalau teringat dengan Mimy sama sekali tidak berlebihan untuk memberi pelajaran kepada bajingan seperti suamimu itu!


Gebby, kita ini teman baik! Jangan katakan hal ini sekarang, yang harus kita pikirkan adalah siapa yang akan menjadi penjamin kita? "


Viona hampir tidak punya teman dalam beberapa tahun terakhir ini, setiap hari dia berkerja keras demi untuk membesarkan ketiga anaknya.


Dia sama sekali tidak punya waktu untuk bergaul, kadang-kadang ada beberapa mantan kolegannya yang mengajaknya untuk pergi jalan-jalan dan makan malam serta melakukan hal-hal lainnya.


Namun dia tidak punya waktu untuk itu sehingga dia menolak semua ajak kan mereka, hal ini lah yang menyebabkan mereka menjauh.


Gebby juga sudah beberapa kali meminjam uang dari saudara dan teman-temannya demi untuk perawatan putrinya itu, setelah itu semua orang merasa takut padanya dan menghindarinya seperti menghindari sebuah wabah.


Lalu Gebby meringis, " Orang-orang langsung menutup telpon begitu mendengar suaraku, jadi bagaimana mungkin mereka mau datang untuk membantu kita membayar uang jaminannya. "


Keduanya lalu saling menatap dan tertawa.


Mereka berdua ini memiliki nasip yang hampir sama, Viona hanya bisa menghela nafas.


" Kapan yah, kita berdua bisa hidup dengan bahagia tanpa ada gangguan? "


Di saat yang sama, tiba-tiba pintu terbuka dan tampak dua polisi berjalan masuk.

__ADS_1


" Viona, seseorang datang kesini untuk menjadi penjamin mu! "


__ADS_2