Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 36 Viona Jadilah Pacarku


__ADS_3

Viona adalah orang terakhir yang mendapatkan jatah makanannya jadi setelah dia selesai mengambil makannya, semua meja yang ada di dalam kantin sudah terisi penuh.


Sambil memegang piring makanannya dia menoleh ke kiri dan ke kanan, ada tiga atau empat orang dalam setiap meja.


Tetapi Viona sama sekali tidak mengenal siapapun di tempat ini, jadi mau tak mau dia hanya bisa duduk di sebelahnya Alex.


Alex yang sudah selesai makan dan dia melirik ke arah jam tangannya.


" Aku mau istirahat selama satu setengah jam, kamu jangan lupa membangunkan aku pada jam setengah dua nanti. "


Kemudian Alex bangkit berdiri dan berjalan pergi.


Viona yang duduk sendirian di posisi yang paling nyaman sambil menikmati makanannya, dia bisa merasakan tatapan semua orang yang ada di sana dan saat dia menoleh untuk melihat.


Orang-orang itu langsung berpaling seolah-olah mereka tidak menatap ke arahnya, Viona meneruskan makannya dengan kepala tertunduk.


Makanan disini benar-benar sangat enak seperti makanan yang ada di hotel bintang lima, dia sedang menikmati makan yang ada di depannya ini.


Namun tiba-tiba seseorang duduk di sebelahnya, dia langsung mendongakkan kepalanya dan mendapati Bryan yang sedang tersenyum kepadanya.


" Sekertaris Vio, apakah makanan ini sesuai dengan Selera mu? "


Dengan cepat Viona mengunyah dan menelan makanan yang ada di dalam mulutnya lalu kemudian dia meminum air putih yang ada di meja makan itu.


" Asisten Ray, apakah kamu juga mau makan? "


Sepertinya hanya dia dan Bryan saja yang datang terlambat, tapi Alex juga terlambat namun bagaimanapun juga dia adalah seorang CEO jadi dia tidak perlu mengantri untuk mengambil jatah makannya.


Bryan mengangguk, " Aku hampir selalu menjadi yang terakhir mengambil makanan di sini tetapi aku sudah terbiasa dengan hal seperti ini. "


Lalu Viona melanjutkan makannya sambil menundukkan kepalanya, Bryan yang melihat wajah Viona yang menggembul dan dia makan dengan sangat santai seharusnya dia sangat puas dengan makanan yang ada disini kan?


Senyuman tampak terpancar di dalam matanya, Pak Alex sangat jarang sekali menambahkan sebuah meja di ruangannya.


Dan di dalam perusahaan ini langsung tersebar rumor bahwa kemungkinan di kemudian hari Viona akan menjadi istri CEO mereka.


Setiap wanita yang menatapnya dengan pandangan iri, cemburu dan benci pada Viona!


Bryan juga merasakan hal yang sama dengan mereka, Alex benar-benar memperlakukan Viona dengan cara yang berbeda.


" Sekretaris Vio, di sana ada es krim juga. Kamu bisa mencobanya. "


Viona menoleh dan meliriknya, makanannya memang sedikit berminyak jadi dia benar-benar ingin memakan sesuatu yang dingin.


Kemudian Viona bangkit berdiri dan berjalan ke area makanan untuk pencuci mulut, sekelompok karyawan wanita yang sedang menunggu untuk mengambil es krim langsung mundur saat melihat Viona berjalan ke arah mereka.


" Sekretaris Viona, silakan anda mengambil dulu! "


Viona belum pernah di perlakukan seperti ini sebelumnya jadi dia tertegun sejenak kemudian dia berkata dengan nada sopan.


" Terima Kasih! "


Dia langsung membuka pintu kulkasnya dan mengambil sekotak es krim, kemudian berjalan kembali ke posisinya tadi dibawah tatapan semua wanita yang ada di sana.


Setelah Viona duduk lalu sambil menikmati es krimnya dia berkata,

__ADS_1


" Asisten Ray, aku pikir karyawan di perusahaan ini sangat baik sekali. Mereka memperlakukan aku dengan baik dan sopan. "


Semua orang begitu sopan padanya bahkan mereka membiarkannya mengambil es krim lebih dulu, Bryan hampir saja menyemburkan nasi yang masih ada di dalam mulutnya.


Lalu dengan cepat dia mengambil supnya dan meminumnya kemudian dia menjawab.


" Ya, karyawan di perusahaan ini memang sangat baik! "


Tetapi di dalam hatinya dia berkata, " Sekretaris Vio, sekarang semua orang yang berkerja disini menganggap mu sebagai istri dari bos mereka. Jadi bagaimana mungkin mereka tidak menghormatimu. "


Setelah menghabiskan es krimnya Viona merasa sangat puas sekali makan siang disini gratis dan sangat enak, dia benar-benar ingin berkerja di perusahaan ini hingga dia pensiun nanti.


Setelah selesai makan siang Viona langsung kembali lagi ke ruangannya, dia sekarang sedang dalam mood yang sangat bagus jadi dia langsung bersandar di sofa untuk istirahat sebentar.


Sofa di ruangan CEO ternyata sangat nyaman juga, berbaring di atasnya bisa membuat orang menjadi lebih rileks.


Lalu Viona mengatur jam alarm yang ada di ponselnya untuk membangunkannya di pukul setengah dua kemudian dia akan masuk ke ruangannya Alex untuk membangunkannya juga.


Pada pukul setengah dua Viona sudah bangun dan dia mematikan alarm di ponselnya, dia terlalu merasa nyaman berbaring di atas sofa ini dan itu langsung membuatnya tertidur dengan nyenyak.


Lalu Viona bangkit dan merenggangkan tubuhnya kemudian pergi ke ruangannya Alex yang sedang beristirahat, melihat Alex yang sedang tertidur lalu Viona meletakkan tangannya di atas selimut.


Matanya tampak terpejam nafasnya juga sangat stabil dan tenang, dia tidur dengan sangat nyenyak sekali.


Viona duduk di tepi sofa dan mengguncang tubuh Alex dengan lembut.


" Pak Alex, sudah waktunya bangun. "


Alex yang mendengar suara Viona lalu dia membuka matanya dengan malas dan menatap wajah Viona yang sangat dekat dengan wajahnya sendiri, bibir merah jambu yang ada di depannya tampak masih sedikit cemberut.


Viona merasa sangat terkejut dengan tindakkan Alex ini dan dia hendak bangun tetapi tenaga Alex terlalu besar sehingga dia tidak bisa bangun, apalagi pria ini telah membuka mulutnya dan melahap mulut kecilnya ini.


Alex langsung berbalik dan menekan Viona yang berada di bawahnya lalu dia menciumnya dengan sangat intens, ada awalnya Viona ingin memberontak dia mencoba mendorong Alex dengan tangan mungilnya.


Namun seiring ciuman itu berlanjut dengan perlahan tangannya melemas dan jatuh ke bawah seolah-olah tidak ada lagi kekuatan untuk menolak, di akhir ciuman yang panjang itu Alex merasa tubuhnya tidak nyaman namun sekarang bukan waktu yang tepat sehingga mau tidak mau dia harus berhenti.


Alex meletakkan tangannya di kedua sisi kepala Viona dan berkata,


" Kenapa bibirmu terasa sangat manis sekali? "


Pokoknya setiap kali dia menciumnya bibirnya yang manis ini bisa membuat dia merasa sangat ketagihan, saat Viona mendengar suaranya dia langsung tersadar kembali.


Dia mengulurkan tangannya untuk mengusap bibi kecilnya dan matanya langsung di penuhi dengan rasa takut.


" Aahh... "


Kemudian dia baru tersadar dengan apa yang baru saja terjadi, wajahnya langsung merah merona dan dia berkata.


" Alex, kamu memaksa untuk mencium ku lagi hah? Kau... Benar-benar pria mesum. "


Alex tersenyum nakal saat melihat tingkah Viona ini,


" Kenapa memangnya? Apa kamu sudah tidak ingin berkerja disini lagi? Apa kamu tidak ingin bersama denganku? "


Saat Viona mendengar bahwa dia mau di suruh pergi dari perusahaan ini dia langsung menjadi cemas dan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Tidak pak Alex, aku sangat menyukai pekerjaan ini. Jadi aku tidak ingin pergi dari sini. "


Alex sudah tahu kalau Viona akan berkata seperti itu lalu dia mengulurkan tangannya dan menyentuh bibir Viona yang terlihat memerah dan terlihat sedikit bengkak, senyumannya itu semakin lama semakin terlihat menakutkan.


" Uuhm.. Gadis pintar, kalau begitu kamu harus berkerja dengan baik. Akan lebih baik kamu bisa berkerja sampai kamu pensiun. "


Kemudian Alex bangkit berdiri dan pergi ke kamar mandi, sementara Viona hanya berbaring di atas sofa sampai dia benar-benar bisa menenagkan dirinya.


Setelah beberapa saat dia menenangkan dirinya dengan cepat dia bangkit dari sofa itu dan langsung merapikan pakaiannya lalu bergegas pergi dari ruangan itu.


Viona kembali ke ruangannya dan terduduk di kursi kerjanya dengan tampang yang terlihat sangat sedih, Alex selalu saja menindasnya dan selalu menciumnya seperti tadi.


Tetapi kalau dia menolaknya susah pasti dia akan marah dan langsung memecatnya, sangat sulit sekali menjadi seorang wanita yang berkerja dengan bos seperti Alex ini.


Dia hanya bisa menghela nafas panjang dan tidak tahu dia harus berbuat apa sekarang?


Saat Alex keluar dari ruangannya dan melihat ekspresi wajahnya Viona lalu dia mengetuk mejanya dengan jemarinya yang panjang, Viona langsung menoleh dan bangkit berdiri.


" Pak Alex, apa ada tugas yang harus aku kerjakan? "


Alex menatap Viona dan tatapan matanya itu tampak sangat serius.


" Viona, jadilah pacarku! "


Alex akhirnya membuat sebuah keputusan, dia tidak pernah mengatakan hal semacam ini kepada wanita lain sebelumnya.


Dia merasa bahwa ini adalah semacam lamaran, Viona tertegun sejenak dan setelah beberapa saat barulah dia menjawab.


" Bukannya kamu sudah bertunangan dengan Evelin? Aku tidak mau menjadi pacarmu. "


Dia tidak ingin menjadi seorang pelakor, tidak akan pernah mau!


Alex mengernyitkan sedikit dan hendak menjelaskannya pada Viona, namun semakin sedikit orang yang mengetahui hubungannya dengan Evelin maka akan semakin baik.


Pernikahan ini hanyalah sebuah kontrak saja untuk memenuhi permintaan kakeknya ini, apalagi kakeknya sedang sakit sekarang kalau dia tidak memenuhi permintaannya ini maka kakeknya pasti akan mati penasaran.


Alex tidak mengatakan apa-apa lagi! Dia langsung mengambil mantelnya lalu membuka pintu kemudian berjalan keluar.


Viona memperhatikan Alex yang melangkah pergi dan kemudian dia menghela nafas lega.


Benar kan! Dia tidak akan pernah mungkin melepaskan Evelin oleh karena itu Viona tidak ingin menjadi pacarnya.


Meski Viona pernah berpikir untuk menjadi pacar sementaranya demi uang sehingga dia bisa tetap berkerja di perusahaan ini, tetapi saat dia teringat kalau Alex adalah tunangannya Evelin dia langsung membuang pikirannya itu jauh-jauh.


Alex tidak kembali ke kantornya sampai jam pulang kerja, dan Viona hanya duduk diam di kursi kerjanya dengan pikirannya yang kacau sepanjang sore itu.


Pada pukul enam sore Viona akan pulang ke rumahnya, namun Alex mengirimkan sebuah pesan.


[ Malam ini kamu tidak perlu datang! ]


Viona menghela nafas lega, ternyata Alex merasa marah dan kesal padanya karena dia menolak untuk menjadi pacarnya, lalu tak lama kemudian sebuah pesan kembali masuk di ponselnya.


[ Gajimu akan tetap dibayar malam ini! ]


Viona langsung memutar matanya, meskipun gajinya tidak di bayar dia juga tidak akan merasa keberatan.

__ADS_1


__ADS_2