Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 22 Evelin Berkunjung Ke Rumah Alex


__ADS_3

Alex yang melihat sikap imut Viona saat melarikan diri darinya, lalu dia mengerucutkan sedikit bibirnya.


Kemudian dia berjalan hingga ke sisi neneknya itu dan langsung melingkarkan tangannya di bahu sang nenek.


" Nenek, dia sudah mempunyai tiga anak tetapi tidak ada suaminya! "


Setelah mendengar ucapan cucunya ini membuat dia tampak menjadi semakin bingung.


" Apa maksudmu tidak ada suami? Apa suaminya sudah meninggal atau mereka sudah bercerai? "


Alex menyipitkan matanya sedikit, " Aku juga tidak tahu kemana suaminya itu, tapi aku pernah datang kerumahnya dan tidak ada foto atau apapun yang menyangkut tentang ayah dari anak-anaknya itu di sana! "


Nenek Rebecca mengangguk, " Hmm.. Seperti itu! Alex, apa kamu benar-benar menyukai Viona? "


Dia tahu Viona sebenarnya adalah gadis yang baik hati dan tulus, tapi sangat di sayangkan sekali karena dia sudah mempunyai anak.


" Aku juga tidak tahu apakah ini termasuk dalam golongan suka atau tidak, tapi setiap aku dekat dengannya aku merasa sangat ingin memilikinya dan terkadang aku juga tidak bisa mengendalikan diriku sendiri saat berada didekatnya! "


" Hmm baiklah, kalau begitu ayo kita sarapan dulu! Hal ini kita bahas di lain hari saja. "


Alex berjalan ke ruang makan sambil merangkul neneknya itu, setelah keduanya duduk lalu para pelayan menyajikan sarapan untuk mereka berdua.


Melihat sikap cucunya ini membuat dia merasa bahwa hatinya pasti sudah ada rasa pada Viona.


Sambil memakan bubur kemudian dia berkata pada Alex,


" Alex, apa kamu masih ingat ketika aku memintamu untuk membeli perusahaan investasi itu? Waktu itu aku dan beberapa teman-teman lamaku di tipu oleh perusahaan investasi itu. Mereka menipu kami untuk berinvestasi di sana, pada waktu itu aku pun tergoda untuk berinvestasi di sana! "


Alex juga ingin tahu bagaimana Viona bisa bertemu dengan neneknya ini, jadi sambil dia melahap sarapan paginya dia mendengarkan cerita dari neneknya itu.


" Alex, coba kamu tebak apa yang terjadi setelah itu? "


Alex tersenyum sedikit kemudian menjawab,


" Aku sempat memeriksa perusahaan itu, modal yang terdaftar hanya sat juta dolar dan apa yang mereka lakukan itu adalah bisnis ilegal. Apa mereka telah membohongi kalian? "


" Ya, mereka adalah perusahaan penipu. Viona yang berkerja di perusahaan itu dan ketika dia melihat kami segerombolan wanita-wanita tua ini dengan diam-diam dia memberitahu aku agar jangan berinvestasi di sana, semua ini adalah penipuan dan dia menyuruh kami untuk segera pergi dari sana! "


Alex tidak terkejut, karakter gadis ini memang seperti itu! Jadi dia hanya tersenyum kecil ketika mendengar ucapan neneknya ini.


" Lalu nenek meminta aku untuk membeli perusahaan ini karena khawatir dengan keadaan Viona di sana kah? "


" Ya, kamu benar sekali! Dia hanyalah seorang gadis kecil yang telah berbaik hati menyelamatkan kami dari penipuan, kalau sampai dia di ganggu oleh orang-orang yang ada di perusahaan itu karena dia sudah membongkar kedok perusahaan itu pada kami kan itu sangat di sayangkan sekali! "


Alex mengangguk sedikit dan berkata, " Nenek, sudah bisa tenang sekarang! Tidak akan ada orang yang akan mengganggunya, karena mereka hanya memecat Viona saja. "


Itu adalah berita yang Alex temukan saat mengurus perusahaan penipu itu, Sekarang gadis itu sedang mencari pekerjaan dengan mengirimkan resumenya kesana dan kemari.


Nenek Rebecca menghela nafas lega lalu berkata,


" Ternyata mereka sempat juga menggertak nya, tapi baguslah kalau Viona sudah tidak berkerja di sana lagi! Alex, lain kali kamu harus melindungi Viona. Jangan biarkan siapapun mengganggunya lagi. "


Alex tidak menanggapinya, dia hanya menjawab di dalam hatinya.


" Lain kali hanya aku saja yang boleh mengganggunya! "


Di saat yang sama, pelayan datang untuk melapor.


" Tuan muda, nona Hariss sudah tiba! "


Begitu mendengar nona Hariss, sepasang nenek dan cucu itu langsung mengira bahwa itu adalah Viona.


Mungkin dia lupa mengambil sesuatu?


Tetapi reaksi Alex sangat cepat, Dia langsung bertanya. " Apa orang yang kamu maksud adalah Evelin Hariss? "


Si pelayan mengangguk, " Iya, itu adalah Nona Evelin Haris. "


Nenek Rebecca langsung menjawab, " Persilahkan dia masuk! "


Evelin tersenyum kecil saat masuk ke dalam ruang makan.

__ADS_1


" Alex, ini buah yang di bawah pulang oleh papaku saat dia melakukan perjalanan bisnis. Aku membawakannya sedikit untukmu! Kamu coba lah ini sangat enak sekali. "


Begitu selesai berbicara lalu beberapa pelayan langsung memindahkan beberapa kotak buah yang besar ke dalam ruang makan, semuanya adalah buah-buahan tropis seperti mangga, nanas, dan manggis.


Nenek Rebecca merasa bahwa nama keluarga Viona dan Evelin sangat mirip, kalau saja Viona adalah nona besar dari keluarga Hariss maka harapan sepasang kakek dan cucu itu akan terwujud.


Dia merasa ini juga terlalu menyulitkan Alex karena lelaki tua itu sudah sakit selama enam tahun, dan begitu sadar dia langsung meminta Alex untuk menikahi wanita ini.


Alex adalah cucu yang berbakti jadi mau tak mau dia hanya menuruti permintaan kakeknya ini.


'' Nona Evelin, silakan duduk! Mari sarapan bersama! "


Sebenarnya Evelin sudah sarapan namun dia tidak ingin menolak niat hati nenek Rebecca itu,


" Terima kasih nenek. "


Setelah itu dia duduk, si pelayan kemudian mengambilkan sarapan untuknya.


Bubur dengan dengan daging ayam yang disuwir, telur goreng dan setumpuk lauk pauk. Sarapan ya tampak sederhana namun sangat komplit.


Kemudian Evelin memakan bubur itu sesuap demi sesuap.


Nenek Rebecca melihat raut wajah Alex langsung berubah ketika melihat wanita ini datang, dia tidak lagi berbicara seperti tadi dia hanya dia menikmati sarapannya itu.


Ternyata, gadis ini tidak terlalu di sukai olehnya!


Yang bisa membuat hatinya tersentuh hanya gadis yang telah memiliki anak itu yaitu Viona.


Hal ini lah yang membuat dia sedikit galau, kalau saja Viona belum memiliki anak maka akan mudah untuk di tangani.


Nenek Rebecca memutuskan untuk tidak ikut campur dalam hubungan asmara mereka-mereka ini, dia ingin membiarkan Alex menentukan pilihannya sendiri tentang siapa yang akan menjadi istrinya kelak.


Evelin melihat orang-orang yang ada meja ini tiba-tiba berhenti berbicara, dia langsung menatap ke arah Alex.


Alex tampak sangat santai hari ini, benar-benar tampak sangat berbeda dari topeng dingin yang biasa di tunjukkannya dengan setelan jas dan sepatu kulitnya itu.


Dia tidak tahan untuk berpikir di dalam benaknya, ' Aahh... Tampan sekali dia hari ini! Aku harus memilikinya sepenuhnya. '


" Aku sudah selesai makan, kalian lanjutkan saja! "


Begitu dia bangkit berdiri dan hendak pergi, Evelin merasa tidak rela. Dia menatapnya terus menerus sehingga nenek Rebecca memanggilnya.


" Alex, kamu mau kemana? ''


Bukannya sekarang hari minggu? Kalau di lihat dari pakaian yang di kenakan nya itu seharusnya dia bukan untuk pergi ke perusahaan, kan?


" Aku sudah mengajak seorang teman untuk pergi bermain bola. "


Setelah berbicara Alex langsung pergi ke lantai atas, nenek Rebecca melirik ke arah Evelin yang duduk di seberangnya.


Ekspresi wajahnya tampak sangat jelek sekali, dia pasti merasa sangat kecewa, kan?


Lalu dengan tersenyum dia berkata, " Apa Nona Evelin tidak ada kesibukkan hari ini? ''


Begitu Evelin mendengar pertanyaan ini lalu dengan cepat dia menjawabnya,


" Nenek, kamu bisa memanggilku Elin saja. Hari ini aku tidak ada kesibukkan apa-apa jadi aku bisa menemani nenek untuk jalan-jalan sekedar mengisi waktu luang. "


Tadinya dia ingin menaklukkan Alex dengan membawakan buah-buahan untuk mendekatinya namun Alex tetap saja selau bersikap dingin padanya, lalu Evelin berubah pikiran, lebih baik dia taklukkan Nenek Rebecca ini saja dulu.


Siapa tahu kan dia biasa menjadi dekat dengan Alex dengan bantuan neneknya ini.


Nenek Rebecca hampir saja tersedak karena bubur yang dia makan, memangnya dia bermaksud Seperti itu? Malahan dengan jelas dia berkata bahwa kalau dia sibuk dia bisa langsung pulang tidak perlu menemaninya di sini.


Tak di sangka ternyata gadis ini malah salah paham terhadap perkataannya, sepertinya IQ gadis ini agak rendah!


Evelin melihat jam tangannya sebentar lalu dia berkata,


" Nenek, bagaimana kalau kita pergi berbelanja saja? Aku dengar ada barang-barang keluaran terbaru yang sangat menarik untuk kita lihat! Bagaimana menurut nenek? "


Dia merasa bahwa setiap wanita pasti suka berbelanja termasuk dirinya sendiri, pasti Nenek Rebecca pun begitu, bukan?

__ADS_1


Melihat Evelin yang begitu antusias, Nenek Rebecca tidak bisa menolak ajak kan nya itu.


Karena cucunya sudah menyerahkan beban ini kepadanya maka untuk sementara dia akan membantunya dulu.


" Baiklah, kita bisa pergi berbelanja setelah sarapan! "


" Oke, nenek Rebecca. "


...


Viona sedang mengendarai mobil yang baru saja di berikan oleh Alex kepadanya, dia merasa sangat nyaman dan tenaga mobil ini juga sangat cepat.


Apalagi persneling mobil ini otomatis, jadi dia tidak akan punya masalah dengan mengendarai mobil ini.


Dia tidak tahu kenapa Alex bisa bilang kalau ini adalah mobil bobrok, pasti itu karena dia terlalu pemilih dalam mengendarai mobil, mungkin saja?


Begitu sampai di depan pintu rumahnya lalu dia memarkirkan mobilnya dengan hati-hati, Begitu dia turun dari mobil dia melihat anak tetangganya yang sedang duduk untuk berjemur di depan rumahnya.


Anak itu sedang memakan kuaci yang ada di tangannya dan ketika Viona turun dari dalam mobil, kemudian dia menghampiri Viona dan mengitari mobil yang baru saja di parkir kan oleh Viona.


" Wahh... Viona apa kamu membeli mobil baru? Mobil ini terlihat keren sekali. "


Viona selalu rukun kepada para tetangganya, dia sangat raman kepada mereka. Biasanya kalau ada yang membutuhkan pertolongan dia akan selalu sigap membantu begitu pun sebaliknya.


" Tidak, Mobilku sedang rusak jadi temanku meminjamkan mobil yang tidak dia pakai kepadaku! "


Rojer mengerutkan keningnya, " Temanmu pasti sangat kaya sekali, kan? Jangan-jangan orang itu adalah Riko? "


Riko sudah sering datang kesini selama dua tahun terakhir, jadi semua tetangga nya kalau dia sedang mengejar Viona.


Mereka merasa meskipun Viona memiliki tiga anak kehidupan mereka juga tidak terlalu baik, namun dia juga sangat beruntung.


Keluarga besar Riko yaitu keluarga Bastian juga merupakan keluarga yang sangat terkenal di kota Furton ini, kalau dia bisa menikah dengan Riko maka dia akan menjadi nyonya konglomerat hidupnya pasti akan selalu terjamin.


Viona menggelengkan kepalanya, " Bukan dia, tapi temanku yang lainnya! "


Setelah memuaskan rasa penasarannya lalu Rojer duduk kembali di kursinya semula dan melanjutkan berjemur di bawah sinar matahari pagi sambil memakan kembali kuaci nya.


Begitu Viona hendak masuk, dia menoleh untuk melihat Rojer dan berjalan kembali ke arahnya.


" Rojer, waktu itu kamu pernah bilang kalau ada pinjaman uang yang bisa sampai ke rekening dalam satu hari, apa itu bisa di andalkan? "


Rojer melihat Viona yang ingin memahami hal ini kemudian dia meludahkan kulit kuaci di mulutnya dan berkata,


" Viona, kita sudah bertetangga selama tiga tahun. Apa menurutmu apa aku terlihat seperti orang jahat? Masa iya aku mau menipumu! "


Viona berpikir sejenak, Rojer memang bukan orang jahat hanya saja dia sedikit pemalas namun dia juga adalah orang yang paling antusias dan ramah kalau ada yang membutuhkan bantuan.


Sepertinya dia tidak akan menipunya!


Viona melihat ke sekelilingnya dan saat melihat tidak ada siapa-siapa di sekitarnya kemudian dia berbisik kepada Rojer,


" Aku ingin pinjam $500 ribu dolar, kira-kira butuh berapa hari untuk cair? "


Karena dia mendengar dari Rojer bahwa pinjamannya itu bebas bunga dan hanya mengutip 10% biaya administrasi nya saja jadi Viona tergoda untuk mencoba meminjam di sana.


" Viona sayang, kalau kamu mau hari ini! Malam ini juga kamu bisa mendapatkan uang itu. "


Di dalam hatinya Rojer juga berfikir, kalau Viona meminjam $500 ribu dolar maka komisi yang dia dapatkan adalah $15 ribu dolar.


Dia tidak pernah punya pekerjaan yang cocok dengannya, jadi ketika dia bisa mendapatkan komisi sebesar itu dia akan berusaha untuk mendesak Viona agar cepat meminjam uang tersebut.


" Viona, kalau kamu mau pinjam harus cepat! Kalau saudaraku itu sudah meminjamkan nya kepada orang lain, maka aku tidak bisa membantumu lagi. "


Begitu Viona mendengar akan hal ini, dia menjadi sedikit khawatir kalau uang itu akan dipinjamkan kepada orang lain.


" Aku mau, kamu bantu aku untuk memberitahunya kalau aku mau mengambil pinjaman itu. Besok aku akan menyelesaikan administrasi nya. "


Setelah mereka berdua selesai mengobrol, Viona menghela nafas lega.


Yang penting obati penyakit Mimy dulu, dia akan mengadaikan cincinnya itu.

__ADS_1


Cincin itu harganya tidak kurang dari $2 juta dolar.


__ADS_2