
Evelin, " Bibi? "
Viona hampir tidak bisa menahan tawanya, Felicia bagus sekali.
" Suruh seseorang untuk mengantar Nona Hariss pulang!! "
Bryan menghampiri Evelin dan memberikan isyarat silakan.
Evelin merasa sangat marah sekali sehingga dia melototi Viona, didalam benaknya dia berkata,
" Viona, kau Lihat kan pria ini adalah calon suamiku dan aku tidak level denganmu, dasar ******!! "
Lalu Evelin membalikan badannya kemudian dia melangkah pergi.
Felicia memeluk paha Alex.
" Paman tampan, bibi itu sangat jelek! Mari aku kenalkan pada mamiku yang cantik. "
Felicia menunjuk ke arah Viona sambil memperkenalkannya.
" Dia adalah mamiku yang cantik dengan kulitnya yang putih dan halus, Viona! "
" Waktu kau sakit saat itu, aku pernah bertemu dengannya di rumah sakit. "
" Oohh, apakah paman menyukai mamiku? "
Viona langsung meraih tangan kecil Felicia lalu berkata,
" Cia, sudah cukup belum bercandanya? Jangan terlalu banyak bicara dengan orang yang tidak kau kenal, mengerti!! Dan untuk Tuan Alex terima kasih untuk mantelnya. "
__ADS_1
" Aku tidak akan pernah memakai pakaian yang pernah di pakai oleh orang lain, nona Viona sebenarnya kau tidak perlu mengembalikan mantel. "
Viona merasa bahwa pria ini benar-benar belagu, wajahnya tampak sedikit mengelap lalu dia membawa putrinya berjalan pergi.
Felicia yang melihat maminya sedang marah ia malah tersenyum,
" Mami, apa kamu tidak merasa bahwa paman tadi memiliki wajah yang sangat tampan, kan? "
Viona merasa sakit kepala saat melihat putrinya yang begitu terobsesi saat melihat pria yang tampan, anak ini menuruni sifatnya siapa sih?
Kemudian mereka berdua pulang ke rumah, begitu masuk dari luar pintu kedua putranya langsung menyambut mereka.
Begitu Viona memakai sendalnya, Fedric langsung berkata kepada Viona,
" Mami, tadi pemilik rumah ini baru saja datang. Dia bilang sebelum senin depan, kita sudah harus membayar uang sewa rumah. Kalau tidak dia akan menyewakan rumah ini kepada orang lain dan dia berkata biaya sewanya dinaikan menjadi $500 dolar. "
Viona tertegun sejenak lalu berkata,
Di dalam lubuk hati Viona sedang menghitung biaya-biaya yang harus dia bayar, seketika ekspresi nya berubah menjadi suram.
Biaya sewa rumah $2000 dolar per bulan, kelas tambahan untuk kedua putranya sebesar $20.000 dolar per satu anak, sementara les piano untuk Felicia sebesar $60.000 dolar.
Pengeluarannya sangat besar sekali sama sekali tidak bisa mengandalkan pekerjaan paru waktunya saat ini, uangnya tidak cukup.
Viona merasa bahwa dia hanya bisa melakukan pekerjaannya yang dulu yaitu menari di Starducks.
Dia pernah menjadi ratu dansa di sana dan menghasilkan banyak uang, dengan pendapatannya ini baru dia bisa membesarkan ketiga anaknya hingga sebesar ini.
Tadinya Viona merasa bahwa dia bisa meninggalkan itu sepenuhnya, namun sepertinya dia hanya bisa melanjutkan pekerjaannya sampai dia menemukan pekerjaan dengan gaji yang tinggi !!
__ADS_1
Fedric berdiri disana sambil mengerutkan keningnya, " Mami, Apa kau masih punya uang?? "
Dia ingin tau apakah maminya melihat uang yang mereka kirimkan ke dalam rekeningnya.
" Tenang saja, mami akan membayar uang sewanya besok dan kita tidak akan di usir! "
Fedric sudah terbiasa dengan hal ini, dulu ketika dia masih berumur 3 tahun mereka pernah di usir oleh pemilik rumah dan mereka sekeluarga pada akhirnya hanya bisa pergi dari rumah itu.
Jadi dia berharap dia dan adiknya bisa cepat besar agar bisa membantu mengurangi beban maminya!!
Di sisi lain.
Diam-siam Felicia mengajak Felix ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya dengan penuh misteri, lalu dia mengeluarkan sebuah kartu nama.
" Kak Felix, kau lihat, hari ini aku bertemu dengan seorang pria tampan yang rupannya sangat mirip sekali dengan kamu dan kak Fedric. Apa jangan-jangan dia adalah papi kita? Aku benar- benar ingin dia menjadi papiku!! "
Felix sudah terbiasa dengan kebiasaan adiknya yang selalu mengira setiap pria tampan itu adalah papinya karena saking inginnya dia memiliki seorang papi.
Felix mengulurkan tangannya lalu menyentuh kepala adiknya dengan penuh rasa sayang kemudian sambil mengangkat satu alisnya dan berkata,
" Mana, coba aku lihat!! "
Felix mengambil kartu nama itu dan menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat tulisan CEO PT MCh yang tercantum di atas kartu nama itu.
" Terlalu pintar, mami tidak akan bisa menaklukannya!! "
Lagi pula maminya juga tidak terlalu pintar, dia terlalu baik kalau bertemu dengan seorang pria yang hebat dia pasti akan ditindas.
Felicia cemberut, " Tapi Cia ingin dia menjadi papi kita, kamu dan kak Ferdic sangat pintar kalau ada kalian ada disisi mami tidak perlu takut lagi kalau pria ini sangat pintar sekalipun!! Bagaimana kalau ternyata dia benar-benar papi kita?? "
__ADS_1
Felicia menarik ujung lengan baju kakaknya dan menggoyang-goyangkan sambil menatapnya penuh harap.
Kakak keduanya ini sangat menyayangi dan memanjakannya, Melihatnya yang begitu suka dengan pria itu mau tak mau dia menganggukan kepalanya.