
Viona membuka emote angpao itu dan menerima $500 dolar, matanya tampak langsung berbinar.
Alex kali ini sangatlah bermurah hati sekali.
Viona bisa membuatkan semua makanan yang di pesan Alex dengan harga hanya $300 dolar, apakah $200 dolar sisanya itu akan menjadi miliknya?
Saat berfikir seperti itu, Viona sudah tahu hendak ke pasar mana untuk membeli bahan-bahan yang di perlukan.
Viona memutuskan untuk mengantar ketiga anaknya pulang ke rumah terlebih dahulu, setelah itu baru dia akan pergi ke pasar dekat rumahnya itu.
Baru saja Viona duduk di kursi pengemudi mobilnya seketika itu ponselnya langsung berdering, dia sedang menggunakan ponselnya untuk mengatur navigasi GPS Nya ketika dia melihat sebuah pesan WeChat masuk.
[ Jangan lupa untuk meminta Bonnya, nanti sisanya kembalikan padaku! ]
Viona sangat marah sekali sehingga memukul ponselnya, dia benar-benar ingin memaki kasar kepada Alex.
Namun ketiga anaknya masih ada di dalam mobil bersamanya, jadi Viona mencoba sabar dan menahan dirinya.
Sambil mengemudi Viona tiada henti-hentinya memaki di dalam hatinya.
' Alex dasar pelit, kikir, brengsek dan bajingan! '
Felicia tidak tidur siang hari ini, barusan dia menangis dengan sangat hebat sehingga tidak lama setelah masuk ke dalam mobil dia langsung tertidur.
Bibi Rosa yang duduk di kursi penumpang lalu berkata,
" Mimy, benar-benar kasihan sekali! Gebby juga sangat menderita. ''
Fedric meletakkan kepala Felicia di pangkuannya, lalu melepaskan pakaiannya untuk menyelimuti badannya Felicia.
Felix juga merasa bahwa Mimy terlalu kasihan jadi dia bertanya,
" Mami, kalau kamu punya uang lebih baik kita pinjamkan saja kepada tante Gebby! "
Kebetulankan Felix dan Fedric pernah mentransfer uang sebesar $500 ribu dolar ke dalam rekening maminya ini dan itu cukup untuk membantu tante Gebby.
Viona juga tidak pernah menggunakan uang itu sama sekali jadi lebih baik digunakan untuk menolong orang saja.
Begitu membahas tentang uang, Viona langsung tertegun sejenak namun dia segera pulih.
Sekarang dia sedang mengemudi mobil jadi dia harus fokus dan sama sekali tidak boleh di ganggu.
" Yah, mami akan membantu tante Gebby! Jadi kalian tidak perlu menghawatirkan hal ini. Kalian hanya perlu fokus pada sekolah kalian dan jangan lupa untuk belajar, ok! "
" Baiklah mami! "
Fedric dan Felix hanya bisa saling menatap lalu menggelengkan kepala mereka.
Viona mengantarkan ketiga anaknya kembali ke rumah kemudian pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan yang akan dia masak untuk Alex.
Viona juga berencana untuk berbicara dengan Alex mengenai biaya bensinnya nanti malam, kalau dia tidak mau menggantinya maka lain kali Viona tidak akan membawa mobilnya lagi.
Viona akan menggunakan taksi dan meminta nya untuk membayar ongkos taksinya saja.
Viona sibuk membeli bahan-bahan makanan itu di pasar selama setengah jam dan akhirnya selesai juga di membeli semuanya, sebenarnya dia tidak bisa memasak namun tidak ada cara lain lagi untuk membayar hutangnya jadi mau tak mau dia harus melakukannya.
Lagipula dia juga tidak akan memakan masakannya sendiri, pikirnya sambil tersenyum jahat.
Kemudian Viona membawa dua kantong sayuran ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya ke Villa Plazza, ketika tinggal beberapa ratus meter lagi dari Villa Plazza ban mobil Viona tiba-tiba meledak.
Dia keluar dari dalam mobil untuk memeriksa ternyata bannya kempes.
Viona menendang ban mobilnya dengan keras dan memaki,
" Apa kamu tidak bisa bertahan beberapa ratus meter lagi! Menyusahkan orang saja. Haiiss! "
Dan pada saat ini, mobil Viona berada di tengah jalan begitu dia berhenti arus lalu lintas yang ada di belakangnya langsung macet.
Polantas langsung menghampiri Viona dan bertanya, kemudian meminta Viona untuk memindahkan mobilnya ke jalur kiri.
Tadinya Viona mau memaksakan mobilnya untuk melaju hingga ke area Villa lalu mengganti ban mobilnya di sana, namun itu tidak bisa dia lakukan karena bannya sudah sangat kempes.
Polantas lalu bertanya pada Viona, " Nona, apa kamu mau aku bantu untuk menelpon kan perusahaan mobil derek untuk membawa mobilmu ke bengkel? "
Melihat gadis yang tampak mungil di depannya ini, dia khawatir bahwa dia tidak bisa menanganinya sendiri.
Viona terfikir dengan biaya dereknya dan langsung mengeleng-gelengkan kepalanya, " Tidak perlu, terima kasih atas tawarannya! "
" Baiklah kalau begitu saya akan kembali bertugas, permisi. "
Setelah para polantas tadi pergi, Viona langsung berjalan ke bagasi mobilnya untuk mengambil dongkrak dan ban serepnya, kemudian langsung mengganti ban mobilnya di pinggir jalan.
Setelah mobil di dongkrak lalu Viona mengambil kunci pas dan mulai membuka sekrupnya.
Viona menggertakan giginya sambil melepaskan bautnya satu demi satu namun penampilannya ini sangat indah dan liar.
__ADS_1
Pengemudi yang lewat, semuanya menoleh ke arahnya. Bahkan beberapa dari mereka bersiul kepadanya,
" Gadis cantik, hebat sekali! "
" Gadis cantik, apa perlu bantuan? "
Viona sedang terburu-buru, dia mengerahkan semua kekuatannya untuk mengganti ban mobilnya jadi sama sekali tidak memperdulikan suara-suara iseng tersebut.
Pada saat ini tampak sebuah mobil sport berhenti di sana dan menurunkan kaca jendela mobilnya dengan perlahan, Gerald menatap wanita yang sedang mengganti ban mobilnya.
Bukannya itu adalah wanita yang di bawa oleh Alex pada waktu di klub malam?
Jaraknya dari tempat kediaman Alex masih kurang dari 200 meter lagi, apa Alex sedang berkencan dengan gadis ini?
Gerald merasa hal ini cukup menarik, lalu dia merekam Viona yang sedang mengganti ban mobilnya itu lalu mengirimnya pada Alex.
Di saat yang sama, Alex yang sedang berada di rumahnya sebentar-sebentar memeriksa arlojinya.
Sekarang sudah jam tujuh malam, mengapa Viona masih belum datang juga?
Alex mencoba menelponnya beberapa kali namun tidak ada yang menjawabnya.
Tiba-tiba sebuah pesan WeChat dari Gerald masuk.
[ Vidio ]
[ Alex, coba kamu lihat siapa wanita ini! Sangat keren dan sangat liar! Hehehe.. ]
Alex melihat seorang wanita yang sedang menurunkan ban mobilnya di pinggir jalan dan ekspresi wajahnya langsung sedikit mengeruh.
Dia berada tidak jauh dari rumahnya, apa dia tidak bisa meminta bantuan padanya?
Benar-benar bodoh sekali.
Lalu Alex langsung mengenakan mantelnya dan berjalan keluar rumah, dia langsung menuju ke tempat Viona berada saat ini.
Viona sedang berusaha memasang kembali bautnya, dia sudah merasa sangat lelah sekali.
Tanpa uang dia hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri.
Tiba-tiba tangannya terasa hangat dan di genggam oleh tangan yang besar, suara pria yang dingin langsung terdengar.
" Minggir, biar aku saja! Bawa sini. "
Gerakannya sangat cepat, kekuatan di tangannya cukup kuat sebentar saja sudah selesai.
Viona langsung tepuk tangan, " Pak Alex, kamu sangat hebat sekali! "
Alex melemparkan alat-alat itu ke bagasi kemudian meliriknya dengan tatapan yang sangat dingin.
" Huh, aku memang sangat hebat! "
Tetapi yang dia maksud disini mengacu pada arti lain, cepat atau lambat nanti dia akan membuat Viona mengetahuinya.
Lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil, Viona merasa sedih saat melihatnya duduk di kursi sebelah pengemudi.
Kakinya terlalu panjang sementara kepalanya yang dengan atap mobilnya jadi mau tak mau Alex harus membungkuk sedikit dan kakinya yang panjang harus dilipat.
Ternyata memilih jenis mobil juga ada alasannya tersendiri, pria tinggi seperti Alex benar-benar tidak cocok dengan kendaraan kecil seperti miliknya.
Lalu Viona tersenyum pada Alex, " Pak Alex, maaf sudah membuatmu lelah. Aku akan membuatkan makanan enak untukmu nanti! "
Alex mengangkat alisnya, " Aku sudah kelaparan setengah mati karena menunggu! "
Viona juga tahu bahwa hari ini dia sudah sangat terlambat dan semua ini gara-gara mobil butut ini.
Kemudian dia langsung menginjak pedal gas dengan kencang lalu bergegas menuju gerbang villa dengan lancar kemudian masuk ke area rumahnya.
Setelah memarkirkan mobilnya Viona langsung keluar dari dalam mobil lalu berjalan ke bagasi mobilnya untuk mengeluarkan bahan-bahan makanan yang tadi dia beli di pasar ke dalam rumah.
Alex berdiri di depan mobil kecil milik Viona yang bobrok itu lalu menendang bodi mobil itu dengan kakinya.
Dia menggelengkan kepalanya, faktor keamanannya terlalu rendah.
Lalu Alex mengeluarkan ponselnya dan menelpon Bryan yang dengan cepat di jawab,
" Hallo, Pak Alex apa ada hal yang harus saya kerjakan? "
" Bryan, kamu belilah satu unit mobil sederhana dengan keamanan yang cukup baik dan terlihat cantik serta cocok untuk di bawah oleh seorang wanita, sekarang juga! "
Bryan tampak sangat bingung, " Pak Alex, kamu sudah punya semua jenis mobil di bagasi rumahmu. Tidak perlu beli sekarang juga, kan? "
Lagipula, mobil-mobil itu juga hanya didiamkan saja di dalam bagasinya.
Kalau dia ingin memberikan salah satunya pada pacarnya juga sangat cocok kok, semua mobil itu sangat mewah jadi para wanita pasti akan menyukainya.
__ADS_1
" Mobil-mobil itu terlalu mewah, aku mau yang sederhana. "
Memangnya Viona mau kalau dia memberikan mobil-mobil mewah seperti itu kepadanya? Untuk memintanya datang membereskan rumah dan memasak untuknya saja dia harus menggunakan trik.
Tadinya Viona hanya ingin asal membuatkan makanan untuk Alex, dia tidak perduli apakah Alex akan menyukai masakannya atau tidak.
Tetapi tadi dia baru saja membantunya mengganti ban dan itu cukup keren, mungkin tak ada satu pun orang di kota Furton ini yang bisa terfikir bahwa pria yang sangat tampan, sangat dingin dan pantang menyerah dari keluarga Brama.
Si pewaris utama keluarga Brama yaitu Alex Brama akan mengganti ban mobil di pinggir jalan.
Viona merasa bahwa dirinya terlalu dihargai dan berfikir bahwa Alex terlalu baik terhadapnya jadi memutuskan untuk membuatkan makanan yang enak untuknya.
Viona membuat panggilan vidio dengan bibi Rosa dan memintanya untuk mengajarinya memasak selangkah demi selangkah yang semuanya memakan waktu selama dua jam.
Pukul setengah sepuluh akhirnya hidangan siap di sajikan di meja makan.
Tampak seorang pria dengan jubah tidurnya yang berwarna hitam langsung meletakkan bukunya dan berjalan kearah meja makan.
Viona buru-buru menarik kan kursi untuknya dan mempersilakannya duduk,
" Pak Alex, silahkan duduk! "
Viona telah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk memasak namun kali ini masakannya terasa sangat enak, nanti pasti Alex akan makan hingga lahap sekali.
Alex mendengus dingin, " Viona, kamu ingin membuat aku kelaparan hingga mati, yah? "
Viona melirik jamnya dan merasa sangat terkejut.
Ya tuhan!! Sekarang sudah jam sembilan lewat tiga puluh lima menit, pantas saja dia merasa sangat kelaparan sekali.
Dengan cepat dia mengisi piringnya dengan nasi dan meletakkan nya di depan Alex,
" Pak Alex, ini karena mobilku pecah ban hari ini. Lain kali tidak akan lagi, aku akan membuatmu makan lebih awal besok. "
Viona menunjukkan gaya tangan untuk berjanji dan ekspresi nya tampak sangat tulus.
Alex merasa gadis ini sangatlah menggemaskan, dia tampak sangat imut dan lucu. Sikapnya yang menggemaskan itu membuat Alex ingin menjawil wajah mungilnya.
Ingin marah pun sulit, lalu Alex mengambil garpu dan mencicipi sepotong daging sapi merah dan rasanya sangat enak sekali.
Akhirnya ekspresi wajahnya tampak terlihat lebih baik kemudian dia mengeluarkan sebuah kunci mobil ke atas meja.
" Aku punya sebuah mobil bobrok disini, tidak terlalu bagus tetapi mungkin lebih baik dari mobilmu. Di kemudian hari kamu bawa saja mobil ini! "
Viona mengambil kunci mobilnya, ini adalah kunci mobil volvo.
Matanya langsung berbinar, mobil seperti ini di sebut mobil bobrok? Alex, kamu benar-benar terlalu boros.
Viona tersenyum lalu buru-buru mengambilkan beberapa lauk lagi ke piring Alex,
" Pak Alex, makan yang banyak yah! "
Alex makan dengan elegan sementara Viona sudah kelaparan sekali karena dia berkerja sendirian sehingga dia menghabiskan dua piring nasi dalam porsi besar.
Viona merasa pasti itu karena dia telah menghabiskan banyak tenaga saat mengganti ban mobilnya, kalau tidak bagaimana mungkin dia bisa makan begitu banyak.
Alex melihat Viona yang makan dengan lahap lalu dia menyunggingkan bibirnya sedikit dan dia merasa wanita itu benar-benar sangat menggemaskan.
Setelah selesai makan Viona lalu menuangkan sup ke dalam mangkuk lalu di sodorkan kepada Alex, kemudian Viona teringat dengan masalah biaya bensinnya itu.
" Pak Alex, meskipun kamu telah meminjamkan aku mobilmu namun kalau kamu tidak memberikan biaya bensinnya padaku. Aku juga tidak mampu mengendarai mobil ini! "
Kemudian dengan wajah getir, Viona memberikan isyarat bahwa dia benar-benar sangat miskin sekali.
Sudah jelas sekali bahwa dia datang kesini untuk berkerja melunasi semua hutang-hutangnya itu, jadi bagaimana mungkin masih bisa membeli bensin!
Kalau dia ada begitu banyak uang juga dia tidak perlu repot-repot untuk kerja disini, bukan?
" Tentu saja, kamu bisa melaporkan tagihan bensinnya nanti padaku. "
Viona langsung melompat dengan gembira, " Ahh.. Bagus sekali! Pak Alex, kamu memang sangat baik sekali. "
Alex meminum beberapa sup lagi, melihat dia yang sudah membuatkan makanan untuk nya dengan sangat baik. Alex tidak terlalu memperdulikan sanjungannya itu.
Lalu Alex bangkit berdiri dan berkata, " Bersihkan dapurnya, setelah itu jangan lupa untuk membersihkan kamarku. "
Begitu melihat punggung Alex itu berjalan menjauh lalu dengan senang hati Viona bergegas membersihkan dapur dan mencuci piring-piringnya.
Meskipun dia jarang melakukan hal-hal seperti ini namun ini jauh lebih baik dari pada Felicia menderita disini, mungkin setelah melakukannya beberapa kali akan menjadi terbiasa.
Alex yang baru saja berjalan ke sudut tangga tiba-tiba mendengar suara piring jatuh ke lantai, dia buru-buru berjalan ke dapur untuk melihat apakah Viona terluka?
Viona sedang berdiri di sana seperti orang bodoh sambil melihat pecahan piring di lantai, tidak ada cidera pada Viona.
" Tambahkan $2000 dolar ke dalam surat hutangnya! " Ujar Alex dengan nada dingin.
__ADS_1