Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 29 Viona Membuat Kekacauan Lagi


__ADS_3

Ke esokkan harinya.


Viona bangun tidur dengan suasana hati yang baik dan bersemangat untuk pergi berkerja pada hari pertamanya.


Ketiga anaknya yang melihat dirinya yang tampak begitu cantik dan rapi lalu Felicia bertanya,


" Mami, apa mami sudah dapat pekerjaan yang baru? "


Fedric dan Felix sudah dapat menduga bahwa mami mereka pasti sudah mendapatkan pekerjaan yang baik dengan gaji yang cukup tinggi kalau tidak dia tidak akan mungkin menunjukkan ekspresi seperti ini.


Senyuman di wajahnya sangat lebar sekali.


Viona mengangkat sedikit alisnya, " Benar sekali tebakanmu, mami kalian ini sudah mendapatkan pekerjaan yang cukup baik! Gajinya juga cukup lumayan jadi mami tidak perlu melakukan pekerjaan paruh waktu lagi! "


Felicia terkikik, " Baguslah kalau mami sudah mendapatkan pekerjaan yang bagus, jadi mami tidak akan terlalu lelah berkerja paruh waktu. "


" Yah sudah sekarang ayo kita sarapan setelah itu mami akan mengantar kalian untuk pergi ke sekolah. "


" Baiklah mami! " jawab Felicia, Fedric dan Felix secara bersamaan.


Hari ini mereka sarapan nasi goreng yang di buat oleh bibi Rosa, setelah selesai sarapan mereka berempat bergegas berjalan ke arah mobil.


Viona melajukan mobilnya untuk pergi mengantar ketiga anaknya ini ke sekolah, lalu setelah itu dia pergi berkerja dengan tenang.


Dari sini menuju tempat bekerjanya memang cukup jauh namun tidak apa-apa, jam masuk kerjanya dia kan pukul sepuluh!


Sepanjang jalan terjadi banyak kemacetan, saat dia sudah sampai ke tempat bekerjanya pun jam sudah menunjukkan pukul 9.50.


Untung saja dia tidak terlambat, lalu dia masuk ke dalam dan menempelkan kartu ID nya dan pergi ke ruang ganti untuk berganti pakaian kerjanya.


Semua karyawan memakai seragam perawat berwarna merah muda dan ahli pembibitan lainnya adalah wanita paruh baya yang bernama Nia.


Viona memanggilnya ' Kak Nia ', ini adalah hari pertamanya berkerja di tempat seperti ini jadi Viona sedikit merasa sangat gugup sekali.


Lalu Viona berjalan menghampiri Nia yang sedang melakukan perkerjaannya itu.


" Kak Nia, aku belum pernah melakukan hal seperti ini dan aku juga tidak tahu apa yang harus aku lakukan! Apa kamu mau mengajari aku? "


Nia sangat baik lalu dia menjawab lalu tersenyum kepada Viona,


" Viona, sebenarnya perkerjaan ini sangatlah mudah! Kamu hanya perlu memasukkan saja hewan-hewan ini ke dalam kandang, lalu kamu nyalakan musik yang tenang setelah selesai kamu tinggal memberi mereka makan saja. Dan ingat, jangan salah tulis nama jenis pada hewan-hewan ini. semua yang dikirimkan ke sini untuk dikawinkan adalah yang garis keturunannya paling murni dan spesial. "


Viona memperhatikan cara Nia berkerja dari samping, dan Nia sudah menjelaskan semua yang harus dia lakukan di sini.


Viona merasa pekerjaannya ini cukuplah mudah.


" Viona apa kamu sudah paham sekarang? Kalau sudah paham aku serahkan pekerjaan disini kepadamu, aku akan pergi mengerjakan pekerjaan yang ada di sana! Di sebelah sana juga ada ruangan pembibitan dan mulai sekarang kita yang bertanggung jawab atas tempat ini, apakah kamu paham? Ohh ya kalau kamu mau bertanya hal yang belum kamu mengerti, kamu bisa hubungi aku saja! Ini no hpku kamu simpan yah! "


Viona langsung menjawab, " Baik kak Nia aku sudah paham, dan terima kasih atas penjelasannya! "


Sepanjang pagi tidak ada pelanggan yang datang, Viona duduk di sana sambil membaca materi dan mempelajarinya.


Sebenarnya dia belajar banyak hal dengan cepat karena pada dasarnya setelah melihat dan membacanya dia bisa langsung mengerti tentang pekerjaannya ini.


Pada sore hari akhirnya ada seorang pelanggan yang datang, Gerald membawa kucing persia miliknya masuk ke dalam toko.


Saat ada yang datang resepsionis langsung berkata kepada Viona,

__ADS_1


" Viona, kucing ini namanya adalah miao! Kucing ini milik pak Gerald. "


Viona mengambil ahli daftar itu lalu dia memahami bahwa Gerald ini telah menghabiskan banyak uang hanya untuk membeli kucing persia ras murni ini.


Ketika Gerald melihat Viona, matanya sedikit melotot.


" Viona, kamu berkerja disini? "


Saat Viona melihat Gerald dengan sengaja dia mengendus dan merasa kalau dia cukup harum dan tidak tercium bau air got.


Viona langsung tersenyum kecil dan berkata,


" Gerald, kebetulan sekali! Aku memang baru berkerja di sini, kucingmu ini sangat cantik sekali! "


Viona memasukkan Mioa ke dalam kandang kecil lalu mengeluarkan kucing persia jantan yang ada di sana.


" Gerald, lihat ini adalah kucing persia murni yang memiliki garis keturunan yang bagus. "


Gerald melirik ke arah kucing yang di tunjukkan oleh Viona, kucing ini cukup bagus bulunya juga sangat indah.


" Oke, cepatlah! Setelah selesai aku mau membawa kucingku untuk perawatan. "


" Baiklah kamu tunggu sebentar yah! "


Kemudian Viona memasukkan kucing jantan itu ke dalam kandang kecil dengan warna merah menggoda kemudian Viona duduk di samping dan menunggu mereka untuk memulai pembuahan.


Tetapi kedua kucing ini malah tidur di dalam kandang, apa mereka tidak saling tertarik satu sama lain?


Viona menoleh dan melirik ke arah Gerald, dia sedang duduk di sofa sambil meminum kopi.


Tetapi jika kedua kucing ini tidak saling memperdulikan satu sama lain seperti ini, seharusnya pria ini akan merasa cemas juga kan?


Kemudian Viona mengambil ponsel untuk bertanya kepada Nia.


[ Kak Nia, ada kucing yang perlu di kawinkan! Aku sudah menyatukan mereka tetapi keduanya sama-sama tidak merespon, apa yang harus aku lakukan sekarang? ]


Viona tidak pernah memelihara kucing ataupun anjing, jadi dia benar-benar tidak tahu mengenai hal seperti ini.


Dengan cepet Nia membalas pesannya,


[ Kamu ambil obat yang ada di dalam lemari, lalu kamu suntikkan sedikit kekucing jantan itu dan dengan cepat semua masalah itu akan selesai. ]


Viona langsung mengerutkan keningnya, masih perlu di suntik? Di merasa sedikit gugup sekarang.


Nia. [ Jangan takut, kamu cukup tekan kucingnya dan tusukkan jarum suntiknya ke kucing jantannya. ]


Viona berjalan ke lemari yang di maksud Nia tadi, lalu dia mengambil obat dan suntikkan baru.


Lalu dia mengisi suntikkan itu dengan obat, dia berjalan ke arah kandang.


Viona langsung meraih kucing jantan itu, lalu meletakkannya di atas meja.


" Cleo, tahan sebentar yah! Aku akan menyuntik mu dengan lembut, kamu jangan banyak bergerak oke! "


Lalu dia mengambil jarum suntiknya, melihat Viona mengambil jarum suntik Cleo langsung melompat dari meja dan berjalan menuju pintu keluar.


Saat melihat Cleo melarikan diri Viona segera mengejar kucing itu, dia membungkuk dan meraih kucing itu.

__ADS_1


Semua tidakkannya itu di foto oleh Gerald yang berada di sampingnya, lalu dia mengirimkan semua hasil jepretannya itu kepada Alex.


[ Alex, lihat apa yang di lakukan pacarmu disini! Dia sedang membantu mengawinkan kucingku disini. Hahaha... Sungguh lucu sekali melihat tingkahnya ini ]


Viona melirik ke arah Gerald lalu berkata, " Gerald, apa kamu bisa membantu sebentar? "


Gerald yang sedang menunggu balasan dari Alex namun belum juga, sehingga dia merasa sedikit bosan sekarang.


" Boleh juga, kalau masalah suntik-menyuntik itu keahlianku! "


" kamu hanya perlu memegang kucing ini saja, biar aku saja yang menyuntikkan nya saja. "


Lain kali dia harus bisa menyelesaikan tugasnya ini jadi hari ini dia mau mencobanya sendiri, kalau memang sulit dia harus giat untuk mencobanya lagi.


Gerald mengulurkan tangannya yang besar lalu menekan leher Cleo, dengan cepat Viona mengambil jarum suntik yang ada di meja dan menusukkannya ke pantat si kucing.


Tadinya Viona mengira bahwa hal ini cukup mudah tetapi tiba-tiba dia merasa takut sekarang, jadi dia menutup matanya dan langsung menusuk ke arah pantat si kucing dan menyuntikkan obat yang ada di dalam tabung jarum suntik itu.


Getald langsung berseru, " Auw... Kenapa kamu malah menyuntikku? "


Begitu Viona mendengar ucapan ini dia langsung membuka matanya dan melihat punggung tangan Gerald yang masih ada jarum suntik di sana.


Viona merasa sangat ketakutan sekali sehingga cepat-cepat dia mengambil jarum suntik itu dan langsung meletakkannya di meja, jelas-jelas tadi dia menusuk pantat kucing! Jadi kenapa kok dia malah menyuntik punggung tangannya Gerald?


Ya tuhan apa yang harus dia lakukan sekarang?


Dengan ekspresi wajah yang terlihat suram Gerald langsung bertanya kepada Viona,


" Obat apa yang kamu suntikkan padaku? "


Viona langsung panik bibirnya langsung bergetar, lalu dia menjawab dengan suarah yang lirih.


'' Obat.. Afrodiksiak.. Untuk hewan! "


Setelah selesai berbicara Viona langsung menatap kearah Gerald, melihat wajahnya berubah menjadi pucat Viona menjadi sangat takut sekarang.


" Appaaa katamu? Untuk hewan? "


Gerald belum pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, kalau dalam kondisi normal dia hanya akan meminum obat penawarnya saja.


Tetapi ini obat untuk hewan, lantas obat penawar apa yang harus dia minum?


Dengan cepat dia merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya, matanya langsung memerah dan seluruh tubuhnya menjadi panas sekali.


Saat melihat keadaan Gerald sekarang Viona benar-benar tidak tahu harus melakukan apa sekarang? Dia segera berlari untuk mencari Nia, saat sudah bertemu dengan Nia Viona langsung menceritakan semua yang menimpa Gerald.


Nia merasa sangat ngeri saat mendengar cerita Viona ini.


" Cepat panggil ambulans dan bawa dia ke rumah sakit! "


Viona langsung kembali ke ruangan pembibitan untuk melihat kondisi Gerald saat ini, begitu sampai di sana dia melihat Geral yang terbaring lemah di sofa dengan badan yang penuh keringat.


" Gerald, tunggu sebentar yah! Ambulans akan segera tiba, apa kamu masih kuat? "


Gerald langsung mengerutkan keningnya, saat ini fia merasa sangat tidak nyaman di sekujur tubuhnya tetapi bagaimanapun juga dia harus menahan dirinya untuk bisa bertahan.


Di dalam lubuk hatinya dia hanya bisa berkata, ' Lain kali aku harus menjauh dari wanita ini! Aku hanya bertemu dengannya dua kali dan di kedua peryemuannya itu telah membuatnya hampir kehilangan setengah nyawanya ini! Benar-benar sial sekali. '

__ADS_1


__ADS_2