
Mendengar tangisan dari dalam ruangan CEO, sekretaris umum Bella membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan.
Dia melihat seorang wanita yang terduduk di lantai dengan rambut yang acak-acakkan sedang menangis dengan sedih.
Bella tampak sedikit terkejut dan bergegas masuk.
" Nona Evelin, apa kamu baik-baik saja? Ayo bangun dulu. "
Bella membantu Evelin untuk duduk di sofa, sedangkan Evelin terus memegang pinggangnya yang sakit.
" Aduuhh... Pinggangku sakit sekali! Sekretaris Viona kenapa kamu memukulku? Memangnya aku punya salah apa padamu sampai-sampai kamu membantingku tadi? "
Setelah selesai berbicara lalu Evelin menyeka air mata nya, dia sangat pandai sekali berakting apalagi dengan menunjukan ekspresi yang menyedihkan.
Bella tahu siapa yang selalu di perdulikan oleh CEO Alex, jadi dia tidak berani mengatakan apa-apa.
" Nona Evelin, bagaimana kalau aku mengantarmu pergi ke rumah sakit? "
Viona sedang sibuk memunguti pecahan-pecahan gelas di lantai, dan juga beberapa barang yang di buang oleh Evelin.
Bryan yang mendengar ada pertengkaran di dalam ruangan CEO kemudian pergi untuk memberitahu Alex.
Saat Alex mendorong pintu ruangan untuk masuk dia melihat Viona sedang mengambil pecahan-pecahan gelas di lantai, Alex sangat khawatir pecahan gelas itu akan melukai tangannya.
Alex melihat Viona mengambil sepotong demi sepotong pecahan gelas itu lalu dia membungkusnya dengan kantong kertas, hal ini membuat Alex mengernyitkan sedikit dahinya.
Akhirnya dia mengerti kalau itu bukan hanya sebuah cangkir, tetapi itu adalah kenangan dirinya dan juga anak-anaknya.
Saat Viona berkerja dan melihat keempat wajah yang tersenyum yang ada di gelas itu, dia akan selalu tersenyum.
Itu semua adalah alasan kenapa dirinya bisa berkerja dengan giat tanpa memperdulikan semua kesulitan yang dia hadapi, dia bertahan untuk menciptakan dunia bagi anak-anaknya.
Bella melihat Alex yang sudah kembali lalu memanggilnya.
" Pak Alex. "
Lalu Evelin meratap pada Alex dengan ekspresi yang lebih menyedihkan lagi.
" Alex, tolong aku. Pinggangku sungguh sakit sekali seakan-akan mau patah. "
Viona mengenyampingkan kantong kertasnya dan melihat ke arah Alex berdiri.
" Pak Alex, aku akan memberekan barang-barang ini dan kemudian aku akan pergi. "
Viona merasa kalau Alex pasti akan marah padanya dan dia pasti akan memecatnya juga karena dia sudah membuat masalah dengan Evelin.
Viona sudah merelakannya kalau memang dia di pecat, namun dia tidak akan bisa bersabar saat dihadapan Evelin.
Dulu dia bisa bersabar dengan para pria hidung belang di Starduck tetapi kalau Evelin dia tidak akan bisa tinggal diam.
Alex berdiri di samping meja kerja Viona dan memperhatikan dia yanh sedang membereskan barang-barangnya dengan begitu mantap.
__ADS_1
Alex bisa melihat bahwa setiap kali Viona menghadapi Evelin, dia akan berubah seperti landak yang sedang marah bahkan pekerjaannya ini pun dia sudah tidak perduli lagi.
" Fotocopy kan dokumen ini sebanyak 30 rangkap. "
Viona membeku sejenak, " Apa.. Pak Alex bilang apa tadi? "
" Fotocopy dokumen ini 30 rangkap, dan siapa yang menyuruhmu untuk pergi? Apa kamu kira perusahaan ini sebuah hotel yang bisa kamu datangi dan kamu tinggalkan sesuka hatimu. "
Dengan cepat Viona langsung mengambilnya, " Oke, aku kerjakan sekarang! "
Baguslah kalai Alex tidak memecatnya, Viona mengira bahwa dia telah menyinggung pacarnya sehingga dia akan di pecat oleh Alex.
Setelah diberikan alasan yang baik untuk dia tetap berkerja disini sudah pasti dia akan tetap berkerja di perusahaan ini, dia tidak ingin kehilangan perkerjaan yang sangat baik ini.
Lalu Viona pergi membawa semua dokumen yang Alex berikan, sedangkan Alex berjalan kearah sofa dan berkata dengan Bella.
" Sekretaris Bella, lanjutkan saja pekerjaanmu. "
Nada suaranya rendah tetapi terdengar sangat dingin seolah-olah menyalahkannya yang tidak fokus dengan pekerjaannya sendiri malah ikut campur dalam masalah ini.
Bella mengangguk sedikit, " Baik Pak Alex. "
Bella tidak tahu dimana letak kesalahannya, jangan-jangan Alex mengira kalau dialah yang menyerang Nona Evelin? Tiba-tiba saja bella menjadi sedikit was-was dan takut, dia kan hanya membantu Evelin saja dan tidak melakukan apa-apa.
Alex duduk di sofa dengan kakinya yang terlipat denga elegan dan menatap dingin ke arah Evelin yang menggerutu kesakitan yang ada di sebelahnya.
Evelin tidak tahan di tatap oleh Alex dengan tatapan yang tajam, lalu dia menyeka air matanya dan kata.
Setelah selesai berbicara Evelin menyeka air matanya lagi, dan kebencian yang ada di matanya juga terlihat sangat jelas.
Berani sekali Viona mengatainya jelek, menarik rambutnya itu juga termasuk hukuman yang sangat ringan.
Tetapi dia tidak pernah menyangkan bahwa Viona akan melawannya seperti tadi, untuk sementara ini dia merasa sangat dirugikan jadi Evelin pasti akan membuat hidu Viona benar-benar hancur.
Alex mendengus dingin kemudian menurunkan layar proyektor di dinding dan menyalakan rekaman CCTV di ruangan ini dengan ponselnya.
Evelin melebarkan mulutnya dengan kaget karena Alex memperbesar setiap gerakkan kecilnya sehingga mereka bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi.
Dengan sekali melihat saja sudah tahu siapa yang sebenarnya yang salah, setelah di putar layar proyektor itu di tarik lagi ke atas.
Senyuman di sudut mulutnya Alex menjulang dan memberikan rasa bahaya bagi yang melihatnya.
Dengan cepat Evelin duduk dengan tegak lalu berkata,
" Dia dulu yang mengataiku jelek, oleh karena itu aku menjambak rambutnya. "
Alex mencibir, " Memangnya dia tidak boleh mengatakan yanh sebenarnya? Atau kamu ingin dia berbohong dan mengatakan kalau kamu cantik? ''
Tidak diragukan lagi kalau Alex juga mengatakan kalau dia jelek sehingga Evelin merasa sangat sedih.
" Alex... Kenapa kamu membela Viona? "
__ADS_1
Lalu Evelin bangkit berdiri lalu mendekat ke arah Alex sambil mencoba meraih tangannya, namun Alex langsung menyingkirkan tangannya dan berkata dengan dingin.
" Evelin, sudah aku katakan berulang kali padamu klau hubungan antara aku dan kamu hanyalah sebatas kontrak. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu mau tapi kamu jangan pernah ganggu Viona, paham? "
Evelin hanya bisa mengangguk meski dia merasa tidak rela, atas dasar apa Viona harus begitu dia jaga dan selalu membelanya?
Bukannya dia hanya seorang sekretaris saja? Kenapa bisa Alex lebih memilih Viona dari pada dirinya?
Di dalam hatinya Evelin merasa sangat tidak puas dengan sikapnya Alex padanya, namun dia tidak bisa menunjukkan kalai dia tidak rela.
" Alex, aku mengerti! Lain kali aku tidak akan menyinggungnya lagi, kamu jangan marah lagi yah? Bukannya kamu bilang kalau nanti malam akan bertemu dengan nenek dan kakekmu? Aku juga sangat ingin bertemu dengan mereka jadi aku sudah membawakan hadiah. ''
Setelah selesai berbicara kemudian Evelin mengeluarakan sekotak suplemen dari balik badannya.
" Ginseng tua ini sangat baik untuk kesembuhan kakek, jadi aku membawakan ini untuknya. "
Lalu Evelin tersenyum dengan ringan, asalkan dia bisa mendapatkan hati keluarga Brama sudah pasti posisi nyonya Alex akan menjadi miliknya.
Nanti kalau dia sudah bisa benar-benar manaklukkan hatinya Alex maka Evelin akan membuat hidupnya Viona hancur.
Setelah selesai memfotocopy kan dokumennya itu lalu Viona kembali keruangan kerjanya, saat Viona masuk dia melihat Evelin yang sedang tertawa ternyata Alex sangat hebat dan dia juga pandai membujuk seorang wanita.
Viona kemudian meletakkan dokemennya itu di meja kerjanya Alex dan berkata,
" Pak Alex, aku sudah memfotocopy kan dokumennya sesuai permintaanmu. "
Setelah selesai berbicara lalu Viona kembali ke meja kerjanya, melihat mereka berdua seperti ini membuatnya merasa benar-benar seperti nyamuk pengganggu saja.
Lalu Viona bangkit berdiri dan berkata, " Pak Alex, asisten Bryan tadi berkata kalau kopimu sudah habis. Jadi dia memintaku untuk membelinya, jadi aku permisi dulu. "
Kemudian Viona mengambil tasnya dan berjalan pergi dari ruangan itu, kopinya memang benar-benar habis.
Tadinya Viona bisa menyuruh orang untuk membelinya namun kali ini dia sengaja membuat alasan untuk menghindar dari mereka berdua.
Alex yang melihat Viona pergi dia mengernyitkan sedikit dahinya, mungkin suasana hatinya sedang buruk karena dia tidak ingin melihat Evelin disini.
Tetapi hari ini Alex membutuhkan Evelin untuk berakting, jadi mau tak mau dia hanya bisa membiarkan Viona pergi untuk melepaskan kekesalan yang ada dihatinya.
Tadinya Alex berkata pada Evelin kalau nanti pukul 6 sore akan ada supir yang menjemputnya, tetapi tidak di sangka Evelin malah datang terlebih dahulu sehingga mereka berdua bertemu hari ini.
Viona meninggalkan ruangan CEO, dan Bryan yang baru saja keluar dari ruangannya sambil tersenyum dia menyapa Viona.
" Sekretaris Viona, kamu mau pergi kemana? "
Viona tersenyum dan berkata, " Asiten Bryan, maaf yah! Barusan aku bilang ke Pak Alex kalau kamu memintaku untuk pergi membeli kopi, nanti kamu jangan salah ngomong yah! Terima kasih, aku pergi dulu. Dadah... "
Viona melambaikan tangannya lalu berjalan keluar dari gedung, sedangkan Bryan membelalak kaget.
Ini...
Sekretaris Viona tidak sedang sengaja menjebaknya kan? Bagaimana mungkin dia berani menyuruh-nyuruh Sekretaris Viona? Di dalam hatinya hanya muncul dua kata.
__ADS_1
Mampus Aku!