Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 35 Mulai Berkerja Menjadi Sekretaris Pribadi


__ADS_3

Anak liar?


Anak haram?


Dengan marah Viona mengepal kedua tangannya, ingin maju dan menghajar wanita tidak tahu diri yang ada di depannya ini sampai dia pingsan.


Sedangkan Vera malah semakin arogan saat melihat banyak orang yang berdatangan dan mengerumuninya.


" Kalian semua harus hati-hati padanya, dia masih muda tapi sudah tidak ada akhlaknya. Kalian harus menjauhkan suami ataupun putra kalian, jangan sampai mereka berhubungan dengan wanita seperti dia! Dan kalau sampai kalian ada hubungan dengannya maka keluarga kalian akan tamat. "


Bibi Rosa sudah tidak tahan mendengarkan ocehannya lagi, jadi dia bergegas keluar dan menuding ke arahnya.


" Diam kau! Kamu datang darimana hah? Non Vio adalah orang yang baik, tidak seperti yang kamu katakan barusan. Kalau kamu datang ke sini hanya untuk menjelek-jelekkan Non Vio, aku peringatkan kamu untuk segera angkat kaki kotormu itu dari rumah ini! Kalau tidak aku akan meminta warga di sini untuk menghajar mu. "


Viona berdiri di sana dengan kaku dan dia tidak tahu harus bagaimana untuk menjelaskan kepada orang-orang yang sudah ramai mengelilingi mereka ini, namun untungnya Bibi Rosa mau membantunya.


Tiba-tiba Viona langsung mendapatkan keberanian untuk menghampiri Vera, namun ada pengawal yang langsung menghadang di depannya sehingga dia tidak bisa mendekati Vera.


" Vera, kamu ini hanyalah seorang pelakor! Dan kamu sama sekali tidak punya hak untuk mengatakan hal seperti itu di depanku. "


Setelah selesai mengatakan itu Viona mencoba untuk memaksakan dirinya untuk bisa lebih dekat lagi dengan Vera, namun lagi-lagi para pengawal itu menghadangnya dan menahannya untuk tidak mendekat.


Bibi Rosa yang melihat kejadian itupun langsung membantu Viona namun kekuatannya tidak sekuat para pengawal itu sehingga dia langsung di dorong oleh mereka.


Viona langsung memegangi tubuh Bibi Rosa yang hampir saja mau terjatuh itu,


" Bibi Rosa, apa kamu baik-baik saja? "


Orang-orang yang sedang berkerumun itu yang melihat wanita asing di depan mereka ini sangat arogan dan di antara mereka langsung berteriak ketika melihat Viona dan Bibi Rosa teraniaya.


" Dasar Brengsek... "


Kemudian beberapa orang maju untuk menghajar para pengawal itu, Vera tidak menyangka kalau mereka akan membantu Viona sehingga dia langsung melangkah mundur dengan ketakutan.


Viona masuk ke dalam rumah untuk mengambil sapu dan membantu para tetangganya untuk menghajar para pengawal sialannya si Vera itu, setelah itu Viona berjalan mendekati Vera dan langsung memukulkan sapu itu ke tubuhnya.


Vera tidak mampu untuk melawan, rambutnya langsung berantakkan dan bajunya sangat kotor ketika dia beberapa kali terjatuh karena pukulannya Viona itu.


Yang lebih parahnya lagi wajahnya kini sudah tidak karuan lagi dan ada luka di wajahnya itu.


Dia duduk di jalan sambil menangis, " Tolong! Tolong aku, ada orang gila yang sedang menyerang ku. "


Setelah selesai berkelahi ke empat pengawal itu semua nya terluka dan akhirnya mereka memapah Vera dan kemudian mereka melarikan diri dari kerumunan warga yang habis menghajar mereka dengan terbirit-birit.


Viona yang melihat penampilan mereka yang terlihat mengenaskan itupun merasa sangat puas dan lega, sudah bertahun-tahun dia ingin sekali membalaskan dendamnya ini tetapi dia tidak mempunyai kesempatan untuk melakukannya.


Dan sekarang Vera sendiri yang datang padanya untuk membuat keributan, jadi jangan salahkan dirinya kalau dia menghajarnya seperti tadi.


" Non Vio, sebenarnya siapa wanita gila itu? Dia sangat menjengkelkan sekali. "


Dapat di lihat dengan jelas kalau wanita ini memang sengaja datang ke sini untuk merusak reputasi Non Viona, dan itu sudah bisa menunjukan bahwa dia orang yang sangatlah jahat dan berhati busuk.


Viona memeluk Bibi Rosa dia sekarang sudah merasa sedikit lelah lalu tersenyum dan berkata,


" Dia adalah mama tiriku! Dia yang sudah membuat dan memaksa mamaku untuk pergi dari rumah. "


Bibi Rosa menganggukkan kepalanya, dia sudah sedikit memahami latar belakang Viona ini.


Tetangga-tetangga yang berada di samping juga ikut mendengar dan mereka semua berkata,


" Viona, kamu jangan takut. Lain kali kalau ada apa-apa jangan sungkan untuk memanggil kami, yah! "


" Yah, kami semua tahu bagaimana sifatmu. Kami tidak akan percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Jadi kamu tenang saja, masih ada kami di sini. "


" Lain kali kalau wanita jahat itu datang, kamu langsung panggil kami saja! Kita akan membantumu untuk mengusirnya sampai dia tidak akan berani lagi menginjakkan kakinya di tempat ini. "


Viona yang mendengar ucapannya mereka dia merasa sangat tersentuh dan dia membungkuk hormat kepada orang-orang itu.


" Terima kasih! Terima kasih! "


Viona sudah tinggal di kontrak kan ini selama tiga tahun, sikapnya sangat baik kepada para tetangganya dan dia selalu menyempatkan waktu untuk mengobrol dengan mereka di Saat mereka sedang berkumpul.


Jadi hubungan mereka terjalin dengan sangat baik sekali!


Setelah semua orang kembali ke rumah masing-masing Viona pun masuk ke dalam rumahnya dan membantu Bibi Rosa memetik sayuran yang baru dia beli tadi.


Tiba-tiba saja Viona merasa tetangganya ini sangatlah baik padanya melebihi keluarganya sendiri, mereka memperlakukannya dengan sangat tulus dan mempercayainya.

__ADS_1


Sementara anggota keluarganya tidak ada yang percaya padanya, dan mereka selalu merasa kalau semua ini adalah kesalahannya.


Kemudian Viona menghela nafas dengan berat, Meski kejadian enam tahun yang lalu telah menghancurkan hidupnya tetapi dia tidak pernah merasa menyesal telah melahirkan ketiga anaknya ini.


Dia pasti bisa membesarkan mereka dengan baik dan membuat mereka memiliki kehidupan yang sama dengan anak-anak seusia mereka.


Keesokkan harinya...


Viona berangkat pagi-pagi sekali dia ingin pergi ke kantornya menggunakan MRT, dulunya Viona adalah Nona besar keluarga Hariss jadi dia tidak pernah menggunakan transportasi umum semacam ini.


Namun dalam enam tahun terakhir ini dia yang sudah meninggalkan semua kehidupannya dulu dan dia sudah terbiasa untuk mengunakan transportasi umum seperti ini.


Dia jarang sekali naik taksi semua itu karena masalah finansial nya, dia merasa sangat sayang untuk menghambur-hamburkan uangnya hanya untuk menggunakan taksi online.


Stasiun MRT sekarang sangatlah ramai sekali, Viona sampai di buat berkeringat karena berdesak-desakkan.


Akhirnya Viona sampai di perusahaan pada pukul 07.50, setelah itu dia menempelkan kartu absensinya lalu dia menuju ke ruangan tempat dia berkerja yang ada di lantai paling atas dari gedung ini.


Viona pergi mencari sekretaris umum CEO untuk melapor, sekretaris umum CEO sudah menerima pesan dari CEO Alex kemarin.


Mereka langsung menambahkan meja di ruangannya yang merupakan tempat sekretaris pribadi ini, Kemudian dia membawa Viona ke ruangan CEO dan menunjuk ke meja yang ada di depan pintu masuk.


" Selanjutnya kamu akan berkerja di tempat ini. "


Viona menganggukkan kepalanya sedikit dan berkata,


" Terima kasih, sekretaris Bella. "


Bella melirik ke arah Viona dan dia merasa kalau wanita yang ada di depannya ini cukup cantik tetapi hanya saja pakaian yang di kenakan nya adalah pakaian biasa.


Lebih terlihat seperti gaya fashion lama yang sudah ketinggalan zaman, tetapi pekerjaannya yang di dapatkannya ini adalah pekerjaan yang tidak bisa di dapatkan semua wanita yang berkerja di sini.


Sepertinya dia sudah sedikit mengerti bahwa wanita ini mungkin memiliki hubungan yang spesial dengan CEO Alex, dan mungkin saja di kemudian hari wanita ini akan menjadi istri CEO Alex.


Jadi dia langsung bersikap sangat sopan pada Viona,


" Sama-sama, kalau kamu ada hal yang tidak kamu mengerti tentang pekerjaanmu ini kamu bisa langsung datang mencari ku. Selamat berkerja dan selamat bergabung di perusahaan ini, aku permisi dulu yah! "


" Baik sekali lagi terima kasih banyak! "


Viona merasa kalau orang-orang yang berkerja disini sangat mudah di ajak bergaul, mereka benar-benar tidak sombong dan sangat ramah pada semua orang.


Ruangannya ini cukup besar, luas dan terang.


Tetapi warna yang tercat di dindingnya ini hanya berwarna putih dan sedikit warna abu-abu, dia juga tidak tahu harus melakukan apa sekarang?


Jadi dia berjalan ke mejanya untuk membersihkan meja untuknya, dan pada saat yang bersamaan tiba-tiba pintu terbuka lalu tampak seorang pria berjas hitam berjalan masuk.


Lalu dia melepaskan mantelnya dan Bryan ingin mengambil mantel itu namun saat dia melihat kalau Viona ada di sini, kemudian memanggilnya.


" Sekretaris Vio, gantungkan mantelnya ini. "


Viona tahu kalau ini adalah tugasnya jadi dia berjalan menghampirinya untuk mengambil mengambil mantel Alex yang sudah di lepas dan dia langsung menggantungkannya.


Setelah itu dia kembali lagi ke tempatnya dan melihat Alex memberikan banyak berkas-berkas kepada Bryan, ekspresinya saat ini benar-benar seperti seorang raja yang memandang rendah dunia auranya sangat tegas sekali.


Memang benar kata orang bahwa seorang pria tampak paling mempesona saat dia sedang serius dalam berkerja, hari ini Viona sudah benar-benar membuktikannya.


Saat Bryan hendak pergi dia melewati meja Viona dan langsung tersenyum padanya lalu dia berkata,


" Sekretaris Vio, CEO Alex harus minum secangkir kopi hitam saat dia berkerja di pagi hari. "


Viona langsung bangkit berdiri dan dia tahu kalau Bryan sedang mengingatkannya.


" Aku akan membuatnya sekarang. "


Lalu dia mengikuti Bryan keluar dari ruangan itu dan Bryan langsung membawanya untuk berkeliling perusahaan agar dia bisa lebih mengenal tempat itu, di dalam sana ada dua dapur yang satu adalah dapur khusus untuk kebutuhan CEO Alex.


Segala sesuatu yang ada di dalamnya adalah barang-barang dan keperluan yang biasa di gunakan oleh Alex, dari air hingga kopi semua nya bermerek dan harganya sangat mahal.


Meskipun Viona sangat miskin sekarang tetapi dia juga pernah menjadi seorang wanita konglomerat di masa lalu jadi dia masih memahami berbagai macam merek mahal yang ada di sini.


Dengan sabar Bryan menjelaskan kepada Viona dan memberitahukannya tentang kebiasaan yang Alex lakukan, Viona langsung mengambil ponselnya untuk mencatat semua penjelasan dari Bryan itu.


Setelah selesai mencatat semuanya Viona masuk lagi ke dalam ruangannya dengan segelas kopi di tangannya lalu dia meletakkannya di meja kerja Alex.


" Pak Alex, aku sudah menambahkan susu ke dalam kopimu. Jadi itu akan lebih baik untuk maag mu. "

__ADS_1


Dia meminum kopi tanpa susu dan gula dan itu akan sangat pahit sehingga tidak baik bagi maag yang dia derita.


Alex mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Viona, hari ini Alex mengenakan kemeja berwarna putih yang di padukan dengan dasi biru gelap dengan jas hitam yang membuatnya tampak semakin terlihat dingin.


" Viona, apa kamu tahu tugas seorang sekretaris pribadi? Pagi hari kamu harus datang ke rumah untuk menjemput ku dan kamu juga harus mengantar aku pulang pada malam harinya, pagi ini kamu tidak melakukan hal itu jadi bonusmu aku potong. "


Wajah Viona langsung cemberut, mengapa baru saja dia berkerja di sini bonusnya akan di potong? Tidak benar, kenapa dia melakukan hal ini.


" Bonus? Bonus apa yang kamu maksud? Apa setiap bulannya aku bisa mendapatkan bonus juga? "


Alex yang melihat ekspresi wajah Viona yang terlihat terkejut bercampur kesal yang menjadi satu, gadis ini benar-benar penggemar uang.


Jadi Alex mengangguk dan berkata, " Tentu saja, Perusahaan ku ini memiliki peraturan sebuah penghargaan bagi orang-orang yang giat dalam berkerja. Dan penghargaan itu adalah memberikan sebuah bonus pada orang itu. "


Viona merasa sangat senang sekali, ternyata dia tidak hanya menerima gaji $30 ribu dolar perbulan tetapi juga bonus.


Aahh...


Berkerja sampai matipun dia akan sangat rela kalau bisa mendapatkan uang sebanyak itu, dia akan tetap bertahan untuk berkerja di sini dan dia akan selalu berkerja sampai ketiga anaknya tumbuh dewasa.


Tampak Alex yang sedang menyesap kopinya, Viona sudah menambahkan susu ke dalam kopinya dan dia tidak merasa keberatan dengan itu.


" Pak Alex, ini adalah hari pertamaku berkerja di sini jadi aku belum tahu apa yang harus aku lakukan! Apa aku bisa di berikan satu kali lagi kesempatan? "


Melihat ketulusannya itu membuat Alex mengangkat sedikit alisnya,


" Baiklah, aku akan memberikan kamu kesempatan sekali lagi! "


Dengan cepat Viona berlari ke mejanya dan mengambil sebuah buku tulis kecil lalu dia bergegas menghampiri Alex.


" Pak Alex, tolong beritahu aku apa yang harus dilakukan oleh seorang sekretaris pribadi? Aku akan berusaha untuk melakukan semua nya dengan baik. "


Demi gaji dan bonus yang tinggi ini dan demi untuk kehidupan ketiga anaknya, dia harus berkerja keras untuk kebahagiaan mereka.


Alex menyesap kopi buatannya Viona dan dia merasa sangat puas dengan rasanya.


" Sekretaris pribadi adalah orang yang bertugas menyelesaikan semua masalahku yang bersifat pribadi! Seperti mencocokkan pakaianku, makanan dan obat-obatan. Saat aku pergi menjamu tamu, sekretaris pribadi juga harus selalu ada di sisiku dan dia juga harus mengantar jemput aku. "


Viona mencatat semuanya meskipun itu tampak lebih seperti seorang baby sister tetapi demi uang, dia rela untuk menjadi baby sister nya.


Setelah Alex selesai mengatakan semua itu lalu dia mulai kembali berkerja seperti biasanya, sebentar-sebentar manager datang untuk melapor padanya tentang pekerjaannya.


Dia mendengarkan dengan seksama dan memberikan beberapa nasihat kepada mereka dari waktu ke waktu, sedangkan Viona yang tidak memiliki kesibukkan apa-apa lalu dia bersandar dan melihat Alex yang sedang berkerja atau berdiskusi dengan yang lainnya.


Dia merasa kalau Alex seperti dewa dalam perusahaan ini.


Siang hari.


Viona berjalan ke arah mejanya Alex dan dia melihat Alex yang sedang menjepit sebatang rokok di satu tangannya sedangkan tangan satunya tidak ada hentinya mengetik tombol yang ada di keyboard komputer yang ada di depannya.


Pagi ini dia mengadakan rapat selama dua jam untuk bertemu dengan manager dari berbagai departemen, dia benar-benar sangat sibuk sekali pagi ini.


Pantas saja waktunya di pagi hari bisa bernilai puluhan juta dolar, Viona juga merasa kalau itu sangat pantas.


" Pak Alex, makan siangnya nanti aku pesankan saja atau kita mau makan di kantin karyawan? "


Alex kemudian melirik jam tangannya dan sekarang jam sudah menunjukkan pukul 12.15, lalu dia menghisap rokoknya lagi dan berkata.


" Ke kantin karyawan saja! "


Ini adalah hari pertamanya Viona berkerja disini jadi Alex berencana untuk membawanya untuk lebih mengenal tempat ini dan setidaknya dia bisa tahu dimana letak kantinnya.


Viona mengangguk, " Ohh.. Kalau begitu aku pergi dulu! Aku tidak akan menunggumu. "


" Kita ke sana bersama saja! "


Viona ingin pura-pura tidak mendengar ucapannya Alex ini tetapi suaranya ini sangatlah keras, kalau dia sampai beralasan karena dia tidak mendengarnya itu sangatlah tidak mungkin kecuali kalau dia sudah tuli.


Bagaimanapun juga Alex adalah seorang Bos Besar disini, jadi mau tidak mau dia membalikkan badannya dan menunggu Alex selesai mengerjakan pekerjaannya.


" Hehh! Aku pikir seorang CEO seperti anda harusnya pergi makan bersama manager-manager eksekutif lainnya. "


Alex mengambil ponselnya dan memainkannya di tangannya lalu dia berjalan mendekat ke arah Viona.


Mereka pergi ke kantin karyawan yang berada di lantai dua dengan bersama-sama, kantinnya sangatlah besar dan banyak orang yang sedang mengantri di dalam sana.


Harus dikatakan ada begitu banyak karyawan yang berkerja di perusahaan ini, lalu Viona berjalan ke dalam kantin dan dia ikut berbaris untuk mengambil jatah makanannya.

__ADS_1


Alex tidak ikut berpatisipasi dia hanya berjalan sendiri ke depan dan dia memilih apa saja makanan yang di sukainya kemudian dia memilih tempat duduk di dekat jendela.


__ADS_2