Ayah Misterius Sang Kembar Tiga

Ayah Misterius Sang Kembar Tiga
Bab 18 Mencari Pinjaman Uang


__ADS_3

Viona menunjuk dirinya sendiri sambil berkata,


" Hah, menjamin aku? "


Belum juga dia terpikirkan akan menelpon siapa untuk membantunya, lalu seseorang datang untuk membantunya? Dia tampak sedikit terkejut.


Gebby merasa lega, " Pergilah, kalau ada yang mau menjadi penjamin mu itu adalah hal yang baik. "


Viona sambil menunjuk Gebby lalu berkata,


" Pak polisi, apakah dia bisa juga bisa ikut bersama ku? "


Kemudian Viona meraih tangan Gebby, kalau mau pergi yah tentu harus bergi bersama.


Gebby tersenyum, " Coba kamu lihat dulu siapa orang itu? Setelah itu baru kamu datang untuk menjamin ku! "


" Nona Viona, silakan! "


Sikap kedua polisi itu sangat baik sekali sehingga membuat Viona merasa sangat bingung, sebenarnya ada apa dengan pak polisi hari ini?


Viona melirik Gebby, " tunggu aku! "


Dia menyakinkan Gebby bahwa dia tidak akan pergi dan meninggalkannya sendiri di sini!


Viona mengikuti kedua polisi itu keluar dari ruang interogasi kemudian berjalan ke dalam kantor polisi, dia melihat plang di atas pintu kantor yang tercantum statusnya sebagai kepala polisi.


Salah satu polisi membantunya membuka pintu dan berkata, " Nona Viona, silahkan masuk! "


Viona mengangguk sedikit dan berjalan ke dalam kantor, dia melihat Riko dan Alex ada di sana bersama dengan seorang pria paruh baya yang menggunakan seragam polisi dan sedang menemani mereka minum teh bersama.


Viona tertegun sejenak dan berkata, " Riko, maaf karna aku sudah merepotkan mu! "


Pasti Riko yang telah datang untuk menjaminnya, sementara Alex mungkin datang ke sini untuk mengurus sesuatu hal.


Lagipula, waktu yang dia miliki di pagi hari itu bisa bernilai puluhan juta dolar, mana mungkin Alex mau bersedia menghabiskan waktu berharganya hanya demi menolongnya?


Riko bangkit lalu berjalan menghampiri Viona kemudian sambil menariknya dan memperhatikan sebelah kanan dan kirinya.


" Apa kamu terluka? "


Suara itu, nada yang mengungkapkan kecemasan dan kekhawatiran nya.


Viona menggelengkan kepalanya, " Gebby, selalu melindungi ku! Jadi aku baik-baik saja. "


Dia benar-benar sama sekali tidak terluka, namun wajah Gebby lah yang terluka!


" Baguslah kalau kamu baik-baik saja! "


Ekspresi Alex yang duduk di samping kepala polisi menjadi sangat muram, seketika suasana di ruangan itu menjadi sangat dingin.


Melihat Alex yang tidak terlalu senang kemudian kepala polisi menjelaskan kepada Viona.


" Nona Viona, pak Alex lah yang datang untuk menolongmu! Aku juga sudah mempelajari situasi perkelahian yang terjadi di antara kalian berempat, meskipun Ferdi dan pacarnya pantas di hajar namun lain kali, anda harus menggunakan cara dan alat yang legal untuk menghadapi mereka! Bukan berkelahi seperti itu. "


Viona memang sudah takut pada polisi sejak kecil, jadi dia menundukkan kepalanya seperti anak kecil yang telah melakukan kesalahan.


" Aku tahu aku salah! Pak kepala polisi, apa anda bisa membebaskan temanku juga? Putrinya masih berada di rumah sakit! "


Mendengar ucapannya ini membuat kepala polisi tertawa.


" Nona Viona, panggil saja aku direktur john! Aku bukan kepala polisi. Boleh saja, temanmu itu juga bisa pergi bersamamu! "


Setelah dia selesai berbicara lalu dia berkata kepada Alex, " Pak Alex, bagaimana menurutmu? "


Dia benar-benar bertanya dengan nada berdiskusi.


Alex bangkit berdiri dan menjabat tangannya.


" Direktur john, maaf telah merepotkan mu! "


Selesai berbicara lalu Alex berjalan ke luar pintu dengan tatapan dingin.


Viona membungkuk hormat kepada si kepala polisi.


" Direktur john, sampai jumpa! "


Tentu saja Viona tidak berharap bertemu lagi dengannya, apalagi sampai masuk kantor polisi lagi. Sungguh jangan sampai itu terjadi lagi!


Riko juga mengucapkan selamat tinggal kepada direktur john, lalu dia berjalan menghampiri Viona.


Dia menoleh untuk melihat Viona, tidak tampak ada luka di wajah ataupun tubuhnya namun rambutnya pasti sudah di jambak dan rontok beberapa helai.

__ADS_1


" Kamu dan CEO Alex saling mengenal? "


Viona berbisik, " Aku memiliki hutang dengannya, jadi bisa dianggap kenal! "


Bagaimanapun juga hubungannya dengan Alex hanyalah sebatas antara seorang kreditur dengan debitur.


Riko mengernyit sedikit, " Kreditur? "


Apa iya hubungan mereka hanya sebatas itu? Namun dia juga tidak enak untuk menanyakan lebih jauh.


Viona mengangguk-anggukkan kepalanya kemudian berjalan keluar dari kantor polisi dan melihat Alex masuk ke dalam mobilnya.


Dengan cepat Viona mengikutinya dan berdiri di samping mobilnya lalu mengetuk jendela mobil Alex.


Jendela mobil diturunkan secara perlahan, tampak wajah seorang pria yang sangat tampan namun ekspresi wajahnya sangat dingin.


Viona menggigit bibirnya dengan gugup lalu berkata,


" Pak Alex, terima kasih telah datang menolongku hari ini! Tetapi kali ini, bukan aku yang membuatmu kehilangan waktu berharga mu itu, yah? "


Viona sangat khawatir kalau nanti Alex akan menambahkan tagihan ke dalam hutangnya, kalau sampai itu terjadi entah bagaimana dia akan membayarnya dan entah sampai kapan hutang itu bisa lunas.


Ekspresi di wajah Alex telah menggelap dan mengeruh beberapa saat, Dia merasa bahwa dirinya pasti sudah gila dengan datang kesini hanya untuk membuat Viona merasa senang sementara dia sama sekali tidak menghargai usaha nya ini.


Itu karena ada pria lain yang datang untuk menolongnya sehingga tentu saja dia tidak membutuhkan bantuannya lagi.


Terpikir akan hal ini membuat wajah Alex menjadi semakin dingin.


" Biaya jaminannya adalah $20.000 dolar, nona Viona ingin membayar dengan uang tunai atau transfer? "


Ekspresi Viona langsung memucat saat itu juga, mengapa harus menyuruhnya mengeluarkan uang lagi? Dia sudah sangat miskin sekarang sehingga begitu membahas tentang uang, nada bicaranya langsung berubah.


Matanya yang besar melirik ke arah lain dan pura-pura tidak mendengarnya dan melihat ke arah lain, apa yang harus dia lakukan sekarang?


" Nona Viona, bukankah seharusnya kamu sendiri yang membayar uang jaminan ini? "


Viona hanya bisa tersenyum kepada Alex lalu kedua tangannya masuk ke dalam mobil melalui jendela mobil menarik dasinya sedikit.


" Dasinya miring sedikit, aku bantu rapikan! Hehehe... "


Viona langsung merapikan dasi Alex yang terlihat miring seakan-akan sedang merayu pada Alex lalu dia tersenyum dan berkata manis pada Alex.


" Pak Alex, apakah aku bisa berhutang dulu? Masukkan saja pada hutangku yang sebelumnya, aku akan membayarnya dengan berkerja di rumahmu! Bagaimana? ''


Dia masih bisa melakukan semua pekerjaan itu.


Kalau dia harus membayar hutang itu secara langsung, dia akan merasa sakit hati. Lagipula Viona tidak punya uang sebanyak itu!


Alex memperhatikan Viona yang mengubah ekspresi nya saat membahas tentang uang lalu Alex menyinggung kan sedikit sudut bibirnya.


" Nona Viona, kalau begitu hutangmu padaku di tambah dengan bunganya jadi sebesar $300.000 ribu dolar, dan aku akan menambahkannya ke dalam surat hutangmu! "


" Oke, Oke tidak masalah! "


Asalkan dia tidak perlu membayar sekarang maka bagaimanapun juga itu tidak masalah!


Alex menyipitkan sedikit matanya lalu berkata dengan lembut,


" Ingat bahwa kamu masih punya hutang padaku jadi kamu tidak boleh mati dan juga tidak boleh membiarkan dirimu mengalami masalah seperti sekarang ini! "


" Iya, iya, Pak Alex kamu tenang saja, di kemudian hari aku akan membiarkan diriku hidup sampai berusia 100 tahun. Tidak, tidak aku akan tetap sehat dan aman sebelum aku melunasi hutangnya. "


Di depannya Viona memang berkata begitu tapi dalam hatinya dia tidak berhenti memaki-maki Alex!


' Alex, kamu benar-benar sangat perhitungan! Apa kamu takut aku tidak akan mampu membayar hutangnya kalau nanti aku mati? Kalau aku mati pun, masih ada ketiga anakku yang akan membayar mu, kamu tenang saja, akan aku pastikan sebelum aku mati aku akan melunasi hutang-hutangku ini. '


Tiba-tiba mobil Alex bergerak yang membuat Viona langsung melompat mundur beberapa langkah karena ketakutan.


Hampir saja dia di buat terbang oleh mobil nya barusan.


Sambil menendang di udara dia berseru, " Alex... Dasar bajingan kau!! "


Gebby berjalan ke arah Viona sambil tertawa,


" Viona, aku benar-benar merasa iri padamu. Tuan muda dari dua keluarga terpandang yang ada di kota Furton datang ke sini hanya untuk menjemputmu! Kamu benar-benar sangat beruntung. "


Begitu Viona terpikir bahwa dia memiliki hutang sebesar $300 ribu dolar kepada Alex dia sungguh ingin menangis!


" Iri? Tidak perlu iri, aku malah ingin menangis karena harus kenal dengan Alex itu! "


Gebby merangkulnya dan berkata, '' Ayo pergi, Riko bilang dia ingin mengantar kita ke rumah sakit. "

__ADS_1


Lalu keduanya berjalan ke mobil Riko, sedangkan Riko sedang berdiri di samping mobilnya sambil menatap ke arah Viona lekat-lekat.


Gebby bertanya pada Viona dengan suara kecil,


" Riko sudah mengejar mu selama bertahun-tahun, apa kamu benar-benar tidak punya perasaan sedikit pun terhadapnya? "


Viona menatap pria yang mengenakan mantel berwarna coklat itu, penampilan nya sangat keren dan memiliki latar belakang yang baik.


Dia adalah pasangan yang baik untuk di jadikan sebagai suami.


Namun saat Viona bertemu dengan Riko, dia hanya menganggap Riko sebagai teman saja. Sama sekali tidak ada perasaan yang lain pada dirinya.


Viona juga telah bertemu dengan anggota keluarganya dan mereka semua juga berharap bahwa Riko dapat menemukan pasangan yang tepat untuk dia nikahi, intinya anggota keluarga Riko itu tidak suka dengan Viona selama ini.


Jadi diam-diam mereka memberikan uang pada Viona, mereka ingin Viona menjauh dari Riko.


Namun Viona tidak mengambil uang itu! Dia juga akan tetap memenuhi keinginan mereka dengan mencoba menjauh dari Riko.


" Benar, aku dengan dia benar-benar tidak mungkin! "


Viona langsung menjawabnya dan Gebby mengangguk kecil.


Gebby merasa bahwa Alex juga cukup baik, jadi karena Viona tidak cocok dengan Riko maka seharusnya dia bersama Alex saja!


" Riko maaf telah merepotkanmu! " kata Viona dan Gebby secara bersamaan.


" Tidak masalah, jangan terlalu sungkan! "


Kemudian mereka bertiga masuk ke dalam mobil, Riko mengantar Viona dan Gebby ke rumah sakit pada saat ini jam sudah menunjukkan pukul lima lebih sedikit.


Saat keduanya masuk ke dalam bangsal, mereka mendapati dokter yang sedang sibuk di depan tempat tidur Mimy.


Hidungnya berdarah terus menerus sehingga dokter memasukkan kain kasa kedalam hidung Mimy, Mimy berjuang dengan susah payah dan menangis.


" Mama...Mama... "


Beberapa perawat tampak memeganginya dan Gebby segera bergegas untuk menghiburnya.


" Mimy, mama ada disini! Sabar yah, kita hentikan dulu pendarahannya. "


Felicia memeluk kaki Viona dengan ketakutan, " Mami, Mimy kasihan sekali! Aku berharap dia bisa segera sembuh. "


Setelah berbicara Felicia mulai menangis, Viona juga merasa sakit di hatinya sambil mengepalkan jemarinya dengan erat.


Sedangkan Bibi Rosa yang ada di sampingnya tidak henti-hentinya menyeka air matanya.


Ferdic dan Felix mengawasi dengan tenang namun tatapan mata mereka penuh dengan rasa kesakitan.


Setelah pendarahannya berhenti lalu dokter dan perawat menghela lega dan dokter mulai menjelaskan pada Gebby.


" Kondisi Mimy semakin memburuk, dalam waktu setengah tahun ini dia sudah harus melakukan operasi. Kalau sampai lewat dari setengah tahun, dia sudah tidak punya harapan lagi untuk bisa selamatkan! "


Dengan kata lain Mimy hanya bisa bertahan selama setengah tahun ini, mata Gebby tampak penuh dengan genangan air mata.


" Dokter, kapan rumah sakit akan menemukan sumsum tulang yang cocok? Aku menginginkannya segera! Aku mohon dengan sangat. "


Dokter membaca catatan medisnya dan mengangguk.


" Kami akan membantu Mimy dengan memasukkannya ke dalam daftar urgensi namun anda juga harus menyiapkan biayanya sebesar $500 ribu dolar! Kalau anda sudah memiliki uangnya saya akan menyarikan sumsum yang cocok pada Mimy sesegera mungkin. "


Ekspresi Gebby seketika itu langsung memucat ketika mendengar biaya sebesar $500 ribu dolar, dalam satu tahun terakhir ini semua uangnya sudah habis untuk pengobatannya Mimy dia sama sekali tidak memiliki sisa tabungan lagi.


Fedric dan Felix mengantar dokter keluar dari bangsal, kedua bocah lelaki itu bersikap sangat sopan seperti orang dewasa.


Mimy yang telah lelah menangis akhirnya dia tertidur.


Gebby membenarkan selimutnya, lalu Viona menyerahkan Felicia kepada bibi Rosa.


" Bibi Rosa, kamu ajak ketiga anak ini ke bawah dan tunggu aku di sana. Aku akan segera turun, nanti malam mereka masih ada les tambahan. "


Bibi Rosa meraih tangan Felicia, hidung kecil Felicia berkedut. Dia menoleh untuk melihat Mimy yang terbaring di tempat tidur, dia merasa sangat sedih sekali.


Viona menepuk bahu Gebby dan berkata, " Gebby, tenanglah! Aku akan membantumu mencari cara agar bisa mendapatkan uang untuk operasi Mimy. "


" Vio, kamu jangan khawatir denganku! Kamu juga masih harus membiayai anak-anakmu darimana kamu punya uang sebanyak itu? "


Viona teringat bahwa beberapa hari yang lalu, putra tetangganya sempat bertanya kepadanya apa dia ingin meminjam uang atau tidak!


Sekarang Viona membutuhkannya, mungkin saja putra tetangganya itu bisa membantunya, Viona akan mencoba dulu apakah benar-benar bisa meminjam uang darinya?


" Gebby, aku pergi dulu! Aku akan menghubungimu lagi begitu aku sudah mendapatkan uangnya. Kamu tenang saja! "

__ADS_1


Begitu Viona masuk ke dalam lift, ponselnya bergetar. Dia mengeluarkan ponselnya dan meliriknya, itu adalah pesan WeChat dari Alex.


[ Malam ini aku ingin makan iga sapi merah, ikan kukus, tumis sayur dan sup seafood dengan tiga rasa. Emote: Angpao ]


__ADS_2