
Tubuhnya sangat keras sehingga membuatnya merasa sakit, Viona memegang bahu Alex kemudian berdiri dengan tegap kemudian mereka berdua saling menatap.
" Harus bagaimana aku menghukum mu? Apa perlu aku menaikkan Bunga nya lagi? "
Melihat penampilannya menurut Viona, Alex pasti sudah minum banyak alkohol. Pantas saja suaranya terdengar sedikit agak aneh saat di telpon, alih-alih nada dingin seperti yang sebelumnya suaranya malah terdengar lebih hangat dan antusias.
Ternyata dia sedang mabuk, kemudian Viona membantu melepaskan dasinya.
Setelah melepaskan dasi itu, Alex merasa jauh lebih nyaman dan mata yang besar menatap Viona dengan setengah tersenyum.
" Aku minum terlalu banyak malam ini, tidak enak. Apa kamu bisa membuat sup pereda mabuk? "
Sebenarnya Alex tidak minum terlalu banyak, hanya segelas anggur putih saja. Dia bisa menanggung kadar alkohol yang lebih dari itu namun dia hanya ingin mabuk saja.
Meskipun mabuk namun akalnya masih sadar, mungkin kira-kira seperti itu lah maksudnya.
Viona mengerjabkan matanya, "Ohh, aku bisa membuatnya! Tapi pak Alex, Aku datang ke sini hanya untuk melakukan pekerjaan kasar. Jadi apa yang harus aku lakukan? "
Sepertinya rumah ini sudah di bersihkan dan semuanya tampak cukup rapi.
Alex menatap Viona lekat-lekat, gadis ini sangat polos dan mudah ditipu.
" Bantu aku bersihkan kamarku dan memasak untukku, apa kamu bisa? "
Alex tidak pernah mengizinkan orang lain masuk ke kamarnya, bahkan para pelayan di Villa itu pun tidak ada yang berani masuk ke kamarnya.
Viona mengerutkan keningnya, " Aku bisa membersihkan rumah, tetapi aku tidak bisa memasak. "
Setiap Viona memasak pasti masakannya selalu gagal dan tidak enak, untuk urusan masak di rumah pun Viona menyuruh Bibi Rosa yang memasak.
Keahlian bibi Rosa sangat baik sehingga dia mempekerjakannya sehingga tidak membuat anak-anaknya sengsara dengan memakan masakan yang tidak enak itu.
" Tidak apa-apa, kau bisa belajar. Cepat buatkan aku sup pereda mabuk. "
Viona mengangguk sedikit lalu pergi ke dapur, Viona bisa tau cara memasak sup pereda mabuk karena dulu Riko juga sering minum di acara sosial, sehingga bibi Rosa pernah membuat sup itu beberapa kali untuknya lalu Viona mempelajari cara membuatnya.
Viona mengambil tomat lalu dipotong-potong kemudian di rebus dengan air, yang penting rasanya asam manis saja.
Sambil menunggu supnya siap, Viona mengeluarkan ponselnya untuk menghitung.
Berapa banyak gaji yang dia butuhkan sebulan untuk bisa membayar hutangnya $280.000 dolar itu.
Setelah di pikir-pikir, bagaimana kalau $10.000 dolar, Kemudian Viona mencoba mencari di internet dan mendapati bahwa pengasuh yang bekerja setengah hari hanya bisa mendapatkan $7000 dolar sebulan, kalau dia meminta $10.000 dolar itu berarti terlalu tinggi.
Lalu Viona membawa sup itu ke ruang tamu dan meletakkannya di depan Alex.
" Pak Alex, supnya sudah siap! Hati-hati masih panas. "
Viona mengingatkannya sambil tersenyum kemudian lanjut berkata,
" Pak Alex, apakah boleh setiap bulan gajinya $10.000 dolar? "
Dia sekarang sedang mabuk jadi sedang tidak sadar, Asalkan dia mau mengangguk maka besok sudah terlambat baginya untuk menyesalinya.
Alex duduk tegak dan baru saja hendak meminum sup itu dengan sendok ketika dia mendengar ucapan Viona itu, Alex langsung mengernyit sedikit. Wanita ini ingin menjebaknya.
" $8000 dolar sebulan, sudah di lebihkan $1000 dolar di bandingkan dengan gaji pada umumnya. "
Di dalam hati Viona memakinya. Dasar rubah tua, sudah mabuk tapi masih sangat cerdik.
Viona memonyongkan bibirnya dengan enggan, namun harga pasaran memang seperti itu jadi dia tidak bisa menolaknya.
" Baiklah, Delapan dolar yah delapan dolar pun tidak masalah. ''
Dan itu berarti dia harus bekerja disini selama tiga tahun, ya ampunn!! Itu waktu yang sangat lama sekali.
Alex melihat wajah Viona yang sedang cemberut itu tampak sangat imut kemudian dia tersenyum simpul.
" Pergi bersihkan kamarku, kamar pertama di lantai dua. "
Viona langsung naik ke atas dan masuk ke ruangan pertama, ruangan itu sangat besar dengan sebuah ruang belajar kecil di luar dan sebuah kamar tidur di sebelahnya.
Viona langsung masuk ke kamar itu, kamarnya tampak sangat gelap dengan wallpaper hitam, spreai hitam dan selimut yang tampak berantakkan.
Viona memutuskan untuk memulai dari tempat tidur dulu, ketika menarik selimutnya dia melihat seorang wanita cantik yang sedang bersembunyi di dalamnya.
__ADS_1
Tentu saja itu adalah sebuah boneka besar.
Boneka ini sangat mirip dengan bonekanya Felicia namun ini ukuran dewasanya.
Kemudian Viona mengambil boneka itu dan berjalan ke tangga lalu berkata dengan lantang kepada Alex yang ada di bawah.
" Pak Alex, apa kamu masih bermain dengan boneka? Kau harus memakaikan baju untuknya agar terlihat cantik. Aku akan membantumu mendandaninya, kau pasti akan terkejut. "
Alex yang sedang meminum sup itu langsung tersedak, bagaimana dia bisa lupa dengan hal ini.
Kemudian dengan secepat mungkin Alex berlari ke arah Viona dan langsung mengambil boneka yang ada di tangannya.
Dia langsung masuk ke dalam kamar lalu memasukkan boneka itu ke bagian yang terdalam dari lemarinya.
Viona tampak sedikit bingung, dia kemudian mengikuti Alex masuk ke dalam kamar dan melihat Alex yang keluar dari ruang ganti.
" Pak Alex, aku belum mendandani dan mengikat rambutnya. "
Ternyata Alex mempunyai hobi seperti itu? Seperti Felicia yang suka bermain dengan boneka barbie nya, dia mungkin sekarang merasa malu, kan?
Tetapi menurutnya itu adalah hal normal karena setiap orang memiliki hobi dan kesukaannya sendiri.
Alex menatap Viona dengan dingin lalu berkata,
" Viona, apa kamu punya masalah dengan mentalmu? "
Semua orang juga pasti tahu apa arti dari barang ini, kan? Dan wanita ini masih bersikap pura-pura, jelas-jelas dia menertawakan nya?
Mata Viona yang jernih membesar lalu dia menyunggingkan bibirnya dan tersenyum,
" Pak Alex, putriku juga suka bermain dengan boneka. aku membantu mendandaninya dengan cantik setiap harinya, jadi kamu tidak perlu malu! aku akan membantumu merahasiakannya. ''
Tiba-tiba Alex menjadi sangat marah, wanita ini benar-benar kurang ajar.
Lalu dia melangkah, mengangkatnya dan melemparkannya ke tempat tidur.
Viona sama sekali belum sempat bereaksi, gerakkan Alex terlalu cepat dan sampai Viona terlempar dan terpental ke tempat tidur itu, dia baru merasa takut.
" Apa yang sedang kamu lakukan? "
Memangnya dia sudah mengatakan hal yang salah? Alex, apa kamu sudah gila?
Apa Viona benar-benar tidak mengerti? Kalau begitu biar aku yang mengajarinya!!
" Ughh... "
Viona tampak ketakutan dan ingin berteriak minta tolong namun dia tidak bisa, bibirnya terkunci dengan rapat dan Alex bertindak dengan sangat buas.
Kedua tangannya di pegang dengan erat oleh Alex, kakinya juga ditekan sehingga Viona sama sekali tidak bisa bergerak.
Saat Alex mencicipi mulut Viona, dia tidak dapat mengendalikan dirinya. Rasa itu saling tumpang tindih dengan rasa yang ada dalam ingatannya.
Alex benar-benar sudah di luar kendali sehingga membuat air mata Viona menetes menyelinap masuk ke bibir mereka berdua, saat Alex merasakan ada rasa yang pahit dia langsung tersadar kembali.
Ada rasa panik dan malu yang dia rasakan sekarang.
Alex langsung duduk dan menghela nafas. Benar saja, anggur bukanlah hal yang baik.
Dia hanya minum segelas dan akibatnya malah seperti ini.
Alex menoleh ke samping dan melihat Viona yang masih berada di tempat tidur itu dalam keadaan masih menangis dengan sedih, gemetaran dan ketakutan.
Pakaiannya telah berantakan karna ulahnya, suara isak tangisnya membuat hatinya terasa sakit.
Setelah beberapa saat kemudian Alex menenangkan dirinya.
" Viona, lain kali jangan sembarangan menyentuh barang-barangku, setelah membersihkan dan membereskan kamarku kamu bisa langsung pulang. "
Setelah itu dia bangkit berdiri lalu melangkah pergi.
Viona masih menangis beberapa saat sebelum berhenti perlahan.
Dia menatap langit-langit kamar dengan matanya yang bengkak dan begitu teringat tentang kejadian tadi dia merasa ketakutan.
Sejak kecil dia diajarkan oleh kakeknya dengan ajaran yang konservatif, dia sama sekali belum pernah menjalin hubungan dengan seorang pria. Apalagi hubungan antara pria dan wanita.
__ADS_1
Kecuali di enam tahun yang lalu, ketika dia tidak sadar waktu itu. Jadi dia benar- benar tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya.
Hari ini adalah pertama kalinya dia di cium dalam keadaan sadar dan itu juga pertama kalinya dia diperlakukan seperti ini oleh seorang pria jadi dia merasa takut dan trauma.
Dengan perlahan dia menggulungkan dirinya hingga berbentuk seperti bola, dia sungguh tidak tau apa-apa!
Namun setelah mengalami hal seperti itu di caci maki oleh orang-orang kemudian Viona sangat memperhatikan akan hal ini, sehingga dia tidak pernah berfikir untuk menjalin hubungan asmara dengan seorang pria selama ini.
Dia bahkan tidak berfikir untuk menikah, dia hanya ingin menjalani hidupnya dengan tenang bersama anak-anaknya.
Viona mengancingkan pakaiannya lalu mengulurkan tangan untuk menyeka air matanya, dia tidak boleh menangis dia harus kuat.
Apapun yang terjadi dia harus kuat, dia tidak boleh lemah. Masih ada ketiga anaknya yang harus dia rawat dan mereka masih membutuhkannya untuk melindungi mereka.
Kemudian Viona beranjak dari tempat tidur dan mulai membereskan dan merapikan seisi kamar itu.
Dia meletakkan kembali buku-buku di atas meja ke dalam rak buku, mengembalikan majalah-majalah ke dalam rak majalah.
Tempat tidur di rapikan dan semua pakaian yang sudah selesai di cuci dan di setrika di gantung di ruang gantinya.
Setelah membereskan kamarnya hingga bersih, kemudian Viona melangkah keluar kamar saat dia sudah di lantai bawah Viona tidak mendapati Alex berada di ruang tamu.
Sup pereda mabuknya pun tidak di habiskan, jadi Viona membawa sup itu ke dapur lalu mencuci mangkuknya kemudian meletakkan mangkuk itu di rak piring.
Sebelum pergi, Viona mengirimkan pesan SMS kepada Alex.
' Pak Alex, aku sudah selesai merapikan kamarnya. Aku akan datang lagi besok jam 6 untuk membuatkan mu makan malam. '
Alex sedang ada di loteng untuk mencari udara segara dan dia melihat Viona masuk kedalam mobilnya itu dan mulai melaju menjauhi halaman Villanya dengan perlahan.
Setelah pintu gerbangnya di tutup barulah dia tersadar kembali dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh bibirnya.
Seolah-olah rasa manis itu masih terasa diantara bibirnya, sepertinya dia sudah kecanduan dengan rasa manisnya.
Mata Alex kini tampak menggelap, kemudian dia menghisap rokoknya lalu kemudian menghembuskan asap rokoknya dengan berat. Ekspresi wajahnya tampak menjadi semakin dingin.
Hari berikutnya adalah hari sabtu, tidak satupun dari ketiga anak Viona yang harus pergi ke sekolah.
Viona membawa mereka semua ke rumah sakit, bibi Rosa membawa kotak makanan. Dia membuatkan makanan untuk Gebby dan putrinya.
Saat sampai di rumah sakit, Viona memegang sekeranjang buah dan susu sementara ketiga anaknya memegang hadiah kecil yang ingin mereka berikan kepada Mimy nantinya.
Felicia bertanya, " Kapan Yah, Mimy bisa pergi ke sekolah lagi? "
Dulunya Mimy dan Felicia bersekolah di sekolah taman kanak-kanak yang sama, saat Felicia berada di kelas kecil dia sekelas dengan Mimy.
Hubungan mereka sangat dekat, setiap hari mereka pergi ke sekolah bersama dan saat pulang sekolah pun mereka masih sering berhubungan melalui telpon.
Fedric menjawabnya, " Mimy sedang sakit, nanti kalau dia sudah sembuh dia pasti akan kembali lagi ke sekolah. "
Felix mengangguk sedikit, " Nanti kamu berikan boneka ini padanya. "
Mata Felicia yang besar mengerjap, dia tidak mengerti kenapa Mimy kalau sakit harus tinggal di rumah sakit begitu lama!
Dia juga sakit namun hanya tinggal beberapa hari saja di rumah sakit, sementara Mimy sepertinya sudah tinggal di rumah sakit selama dua tahun!
Begitu sampai di bangsalnya, Mimy melihat ketiga teman baiknya datang mengunjunginya, dia langsung tersenyum dengan bahagia.
Viona meletakkan keranjang buah dan susu di atas meja, Gebby bangkit berdiri dan menerima kotak makanan dari Bibi Rosa.
" Bibi Rosa, terima kasih! Setiap kali datang kamu selalu membuatkan kami makanan yang lezat. "
" Ini sudah sewajarnya karena kamu dan non Vio adalah teman baik, bagaimana kondisi Mimy sekarang? "
Sambil menghela nafas yang berat Gebby berkata,
" Dia masih menunggu pendonor sumsum tulang yang cocok, Asalkan ada yang cocok maka operasi bisa langsung di lakukan. "
Bibi Rosa mengangguk, " Aku akan membantu menyuapi Mimy makan. Sup ini sangat bergizi, kau lihat dia sangat kurus sekali sekarang! Pergilah makan makananmu. "
Bibi Rosa kemudian ikut bergabung dengan ketiga anak itu sambil menyuapi supnya kepada Mimy.
Sedangkan Viona dan Gebby pergi ke area peristirahatan dengan kotak makan di tangan Gebby, Gebby sedang makan sedangkan Viona duduk di sebelahnya dengan memegang secangkir air panas di tangannya.
Tiba-tiba Viona teringat dengan apa yang terjadi semalam, hampir saja dia di perkosa oleh Alex.
__ADS_1
Lalu Viona bertanya pada Gebby, " Gebby, aku ingin membeli alat yang bisa melindungi aku dari pria mesum, apa kamu tahu alat apa yang lebih ampuh? "
Dia sempat mencari di internet semalam namun ada terlalu banyak jenis, dia tidak tau apakah semua barang itu efektif atau tidak.