AYRAFKA (Jodoh Impian)

AYRAFKA (Jodoh Impian)
Bab 22


__ADS_3

Pernikahan Aira dan Rafka memang sangat sederhana. Hanya beberapa orang saja yang menyaksikan pernikahan sepasang remaja itu. Dengan mas kawin uang tunai seratus ribu, Rafka berhasil menjadi suami Aira.


Mama Sofia menuntun putrinya untuk mendekat pada laki-laki yang kini menjadi suaminya. Dengan tangan yang bergetar, Aira mencium punggung tangan suaminya. Rafka membalasnya dengan kecupan mesrah di kening Aira.


"I love you," bisiknya setelah mencium kening Aira.


Aira tidak menjawab, ia hanya tersenyum malu-malu.


Seorang pengurus masjid mengembalikan ponsel Rafka yang sedari tadi digunakan untuk merekam acara sakral itu.


"Terima kasih ya Pak," kata Rafka setelah menerima ponsel miliknya.


"Sama-sama, selamat ya, semoga menjadi keuarga yang sakinah mawadah Warohmah. Selalu dalam lindungan Allah."


"Aamiin, terima kasih."


Mereka semua lalu berpamitan dan meminta maaf sekaligus berterima kasih karena telah membantu pernikahan Aira yang hanya disiapkan dalam hitungan jam.


"Sekarang kita semua ke hotel. Besok pagi kita akan pulang ke Jakarta," kata Papa Tomy.


"Pa, aku nggak bisa naik mobil," kata Aira.


Semua orang menoleh pada Aira.


"Ada aku Ay, tenanglah." Rafka menggenggam tangan Aira dengan canggung.


"Kacanya dibuka aja, Sayang," kata Mama Sofia sebelum masuk ke mobil.


Abi ikut masuk ke mobil, lalu disusul Rafka dan Aira. Karena Aira tidak basa dengan AC mobil, gadis itu memilih duduk di dekat pintu, sambil membuka sedikit kaca mobil. Sementara Rafka terpaksa duduk di tengah-tengah antara Abi dan Aira.


Aira merangkul lengan Rafka, lalu mencoba memejamkan mata meskipun perjalanan ke hotel tidak terlalu jauh.

__ADS_1


"Ternyata bau tubuh Rafka nggak bikin aku mual di mobil," batin Aira dengan mata terpejam.


Sampai akhirnya, mereka tiba di hotel yang tidak jauh dari bandara, hotel yang sudah Mama Sofia pesan setelah sampai di Surabaya, yang juga menyewakan mobil yang kini mereka pakai.


"Ini kunci kamar kalian," kata Mama Sofia sembari mengulurkan kunci berbentuk kartu itu pada Aira.


"Makasih Ma." Aira menerima kunci dari mamanya.


"Mama sama Papa ada di sebelah kalian, kalau ada apa-apa panggil kita."


Aira mengangguk. Lalu, pintu lift terbuka, mama dan papanya Aira keluar lebih dulu.


"Inget sama sumpah lo!" cibir Abi sebelum keluar dari lift.


"Yuk, Ay." Rafka sama sekali tidak terpengaruh dengan ucapan Abi. Ia tersenyum dan merangkul tubuh Aira. Lalu mereka berdua sama-sama masuk ke kamar mereka.


"Raf. Nggak usah dengerin apa kata Abi. Kamu punya hak atas diriku Raf," kata Aira setelah pintu kamar hotel itu tertutup rapat.


"Aku yang mandi dulu ya." Aira melepaskan pelukannya dari Rafka. Setelah itu, ia masuk ke kamar mandi.


*


*


*


Setelah mandi dan makan malam, Aira dan Rafka kembali ke kamar.


"Kamu tidur di ranjang, biar aku yang tidur di sofa," kata Rafka lalu berjalan menuju sofa, tapi Aira memeluknya dari belakang.


"Rafka, kenapa kita nggak tidur di tempat yang sama. Apa kamu jijik nyentuh aku Raf?" tanya Aira sembari mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Nggak Ay. Aku cuma takut kalau aku melewati batasanku."


"Aku mau tidur dipeluk kamu, Raf. Kamu suami aku."


Mendengar permintaan Aira, Rafka akhirnya melepaskan pelukan Aira, lalu berputar menghadap ke istrinya yang hampir menangis.


"Kamu pengen dikelonin? Bilang dong, aku cuma ngetes kamu aja kok." Rafka tiba-tiba menggendong Aira dan membawanya menuju kasur.


"Rafka, kamu bikin aku takut." Aira meronta tapi pegangannya di leher Rafka malah semakin erat.


"Aku suami kamu Ay, nggak usah takut." Rafka merebahkan tubuh istrinya di kasur hotel yang empuk dan nyaman.


"Raf."


"Hem."


Dua manik mata itu saling bertemu, wajah mereka semakin dekat sampai tidak berjarak.


"Kamu seneng kan udah nikahin aku?" tanya Aira.


Rafka mendaratkan bibirnya di pipi Aira.


"Seneng bangetlah, sekarang kamu milik aku Ay, Revan dan papi nggak akan bisa misahin kita." Kali ini Rafka mengecup bibir Aira. Hanya sekilas, sebelum akhirnya tidur miring memeluk istrinya itu. Sedangkan Aira kesulitan mengatur napasnya akibat ulah Rafka.


🦋🦋🦋🦋


Jangan ngarep nganu² ya.. inget Rafka udah janji sama Abi wkkkk.


Betwe aku minta tolong like sama komennya banyakin ya, karena novel ini kan ikut lomba Yang Muda Yang Bercinta juga. Nggak tau menang apa nggaknya, yang penting ikut berpartisipasi kan 🥰🥰🥰


Kalau likenya nggak beraturan, aku nggak mau doble up lagi wkkkk

__ADS_1


__ADS_2