
Aira sangat terkejut saat melihat sosok laki-laki yang kini berdiri di sampingnya. Laki-laki yang menciptakan luka dalam di masa lalu Aira. Seharusnya mereka tidak lagi bertemu, seharusnya ia tidak ada di tempat ini, tapi apa ini?
"Kenapa kamu diam? Apa kamu udah lupa sama aku?" tanya laki-laki saat melihat ekspresi Aira yang masih terkejut dengan kehadiran sosok laki-laki itu.
"Kenapa, kenapa kamu di sini?" tanya Aira yang mulai diserang rasa takut.
"Aku?" Laki-laki itu menunjuk dirinya sendiri. "Aku bisa ke mana aja. Justru aku yang bingung, kok kamu bisa di sini? Kamu kuliah di sini?" Ia mengamati sekeliling, di belakang mereka memang berdiri dengan kokoh gedung kampus tempat Aira menimba ilmu.
"Bukan urusan kamu," jawab Aira dengan tegas.
"Wow, sekarang kamu udah mulai berani ya." Laki-laki itu mendekat pada Aira yang mulai mundur perlahan. "Apa karena sekarang kamu bberubah menjadi sangat cantik?" tanya laki-laki itu.
Ingatan masa lalu yang selama ini Aira lupakan tiba-tiba kembali teringat. Saat laki-laki di hadapannya itu membawa Aira ke toilet sekolah yang sepi, lalu berusaha melecehkannya.
"Pergi! Jangan ganggu aku!" Aira berjalan mundur, sedangkan laki-laki itu bergerak maju.
"Annisa, aku nggk akan menyakiti kamu, aku sudah berubah," katanya dengan tersenyum mengerikan.
__ADS_1
"Aku nggak peduli, jangan dekati aku, pergi jauh!" Aira berteriak membuat orang-orang di sekitarnya.
"Aira." Suara teriakan membuat gadis berambut panjang itu menoleh ke belakang.
Seorang yang telah ditunggu-tunggu Aira akhirnya datang. Saudara kembar Aira itu datang di saat yang tepat. Gadis itu langsung berlari memeluk Abi, mencari perlindungan pada laki-laki yang sangat menyaynginya itu.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Abi yang merasa khawatir dengan keadaan adiknya.
"Aku nggak apa-apa. Aku nggak mau dekat-dekat sama dia, Bi. Suruh dia pergi!" kata Aira sambil menunjuk ke arah llaki-laki yang tadi mengganggunya.
Abimanyu langsung berjalan cepat menghampiri lelaki yang membuat adiknya ketakutan.
"Aku Dafa, temennya Annisa. Kamu pacarya? Hebat ya, di Jakarta kamu berubah jadi luar biasa, Nis."
"Jangan ganggu dia lagi, atau kamu akan berurusan sama aku."
Aira menarik lengan Abi untuk menjauhi laki-laki bernama Dafa itu. Abi pun terpaksa menuruti Aira, padahal ia masih ingin membuat peringatan pada laki-laki itu.
__ADS_1
Aira dan Abi naik ke motor Abi. Awalnya mereka akan nonton ke bioskop, tapi karena suasana hati Aira sedang tidak baik-baik saja, Abi membatalkan rencana mereka.
Abi mengajak Aira mampir ke sebuah minimarket yang tidak jauh dari rumah mereka. Abi juga membelikan beberapa camilan dan minuman untuk Aira, agar gadis itu sedikit lebih tenang.
"Siapa sih dia, Ra?" tanya Abi setelah membukakan tutup minuman dingin yang dibelikannya untuk Aira.
"Dia, orang yang hampir perkosa aku waktu di Surabaya, Bi," jawab Aira dengan menundukkan kepala. Gadis itu masih sangat terkejut dengan kedatangan Dafa di kehidupannya yang sekarang.
"Apa? Jadi cowok itu .... ah, harusnya tadi aku tonjok aja dia Ra." Abi sangat kesal karena melepaskan laki-laki yang hampir merenggut masa depan adiknya.
"Aku nggak mau kamu berantem dan mempermalukan diri kamu, Bi."
"Ra, selama si kambing belum kembali, kamu itu tanggung jawab aku. Aku yakin kalau suami kamu tau, dia pasti akan hajar cowok itu habis-habisan," marah Abi. Ia sampai kesulitan mengatur napasnya karena kesal.
"Aku harap Rafka nggak akan ketemu Dafa."
🦋🦋🦋🦋
__ADS_1
Rafka kapan sih baliknya 🤧🤧🤧 Entah gak tau, 🤣🤣🤣