
Kata-kata hinaan yang Adelia ucapkan nyatanya mampu mengobarkan api kemarahan dalam diri Rafka. Laki-laki yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu menatap benci pada wanita yang telah melahirkannya.
"Adelia. Jadi saat kamu menghilang dua puluh lima tahun lalu, itu karena kamu melahirkan? Kenapa kamu menutupinya dari kami?" Papa Adelia memegang dadanya yang terasa sakit.
Suasana ruangan pribadi yang dijaga ketat itu semakin menegang. Mama Adelia menangis, tidak menyangka putrinya melakukan hal yang sangat kejam sebagai ibu.
"Karena bagiku dia cuma aib. Dia itu jejak kebodohanku yang ingin aku lupakan. " Adelia menatap Rafka dengan air mata yang berjatuhan dari sudut matanya.
"Kamu nggak pantas jadi istriku, apalagi menjadi ibu dari anak-anakku Adelia." Tuan Danil berteriak dengan keras. "Aku menyesal menikahimu. Mulai hari ini aku menjatuhkan talak untukmu. Kita bercerai."
"Mas. Jangan ceraikan aku. Kita bahkan baru menikah, Mas." Adelia merangkul lengan suaminya dengan erat. Impiannya untuk membangun rumah tangga harus hancur dalam sekejap.
"Aku tidak peduli. Lebih baik aku menduda dua kali daripada harus menghabiskan hidup dengan wanita ibblis sepertimu." Tuan Danil menepis tangan Adelia. Lalu, meminta maaf dan berpamitan pada kedua orang tua Adelia dan juga Rafka, lalu meninggalkan ruangan itu.
"Urusan kita sudah selesai. Aku berharap tidak akan bertemu dengan Anda lagi, Nyonya Adelia." Rafka meninggalkan ruangan, menyisakan Adelia dan kedua orang tuanya yang sangat kecewa dan murka dengan ulah putri mereka.
Rafka menghampiri istri dan kedua mertuanya yang telah menunggu dengan khawatir.
"Ayo kita pulang. Pestanya sudah berakhir." Rafka mengulurkan tangan pada Aira yang kebingungan, tapi tetap saja wanita itu menurut dan menggenggam tangan suaminya.
"Ada apa, Raf?" tanya Mama Sofia dan Papa Tomy bersamaan.
__ADS_1
"Mereka bercerai. Sebelum wartawan dengar, lebih baik kita pulang. Aku nggak mau Aira kenapa-napa nantinya."
*
*
*
Berita tentang Adelia dan Tuan Danil yang bercerai saat pesta pernikahan masih digelar pun mulai bermunculan. Hampir semua stasiun televisi di negara ini menyiarkan berita hangat itu. Bahkan, berita tentang Adelia yang pernah membuang anak kandungnya sendiri juga tersebar. Akan tetapi, tidak ada satu pun berita yang mengungkapkan jati diri Rafka. Tuan Danil sudah menjamin rahasia tentang Rafka. Tentu saja, itu karena Rafka memegang kendali penuh sistem keamanan perusahaannya. Tuan Danil tidak mau mengambil resiko dengan melibatkan Rafka.
"Raf, berita di TV itu ...."
"Biarin aja, dia bukan siapa-siapa kita. Biasakan kalau selebriti kea skandal," potong Rafka yang saat ini sedang asik bermanja-manja di perut Aira yang mulai terlihat buncit.
"Kata dokter dia kapan sih gerakannya mulai terasa, Ay?" Rafka kembali memotong pembicaraan Aira. Ia sangat tidak ingin membahas Adelia sekarang ini.
"Bulan depan mungkin, Raf."
"Aku udah nggak sabar pengen ngerasain tendangannya." Rafka menciumi perut Aira. Satu kebiasaan baru yang sangat menyenangkan untuk Rafka.
*
__ADS_1
*
*
Rafka mendapat telepon dari maminya bahwa keadaan Papi Rizal saat ini sedang kritis. Mau tidak mau ia harus datang ke rumah sakit, apalagi Aira juga terus memaksanya.
Rafka berjalan sendiri menyusuri lorong rumah sakit tempat papinya dirawat. Sampai akhirnya ia berhasil menemukan ruang perawatan papinya. Dengan ragu, Rafka membuka pintu itu perlahan.
Papi Rizal sedang terbaring di ranjangnya. Ada Mami Dinda juga yang dengan setia menemani dan menghapus air mata yang keluar dari sudut mata sang suami, meski ia sendiri juga tidak bisa menahan air matanya. Revan berdiri di samping ranjang dengan kepala yang tertunduk.
"Raf-ka, Raf-ka," ucap Papi Rizal yang meski tidak begitu keras tapi masih bisa terdengar.
Rafka tidak bersuara, ia mendekat dan menatap papinya dengan diam.
"Ini Rafka udah datang, Pi. Anakmu sudah pulang, dia ada di sini." Mami Dinda berbisik di telinga Papi Rizal yang terlihat menyedihkan.
"Ma-af, ma-af, ma-af," ucap Papi Rizal terbata-bata.
🦋🦋🦋🦋
...Hilalnya ending udah kelihatan nih. Jangan protes, besok kalau nggak nanti aku balik lagi. 😅😅😅...
__ADS_1
Jangan lupa ritualnya Sayang sayangnya Rafka yang kece kece. 😘😘