AYRAFKA (Jodoh Impian)

AYRAFKA (Jodoh Impian)
Bab 39


__ADS_3

Rafka melihat Aira yang sedang duduk di meja belajarnya. Gadis itu tampak serius menatap buku-buku yang ada di hadapannya. Hati Rafka berdesir. Ia tahu Aira sangat suka belajar, dan ia berjanji untuk mewujudkan impian gadisnya itu kuliah dengan tenang.


Pintu sudah terbuka, tapi Rafka hanya melihat Aira tanpa berniat untuk mengganggu. Sampai akhirnya, Aira melihat Rafka sedang bersandar di pintu. Gadis itu tersenyum menyambut kedatangan suaminya.


"Udah pulang?" tanya Aira. Ia berdiri dan menghampiri suaminya, memeluk manja tubuh jangkung yang ada di hadapannya.


"Udah Ay, lama-lama jauh dari kamu aku tuh kangen," jawab Rafka. Masih sempat menggombal seperti biasa, padahal hatinya merasakan bimbang yang luar biasa.


"Kamu kenapa kayak sedih gitu? Masa iya kamu beneran sedih karena jauh dari aku?"" Aira mendongak untuk melihat wajah suaminya.


"Duduk dulu yuk, ada yang mau aku bicarain," kata Rafka. Ia merangkul pinggang Aira, dan akhirnya mereka berangkulan sampai ke kasur.


"Raf, kamu kenapa? Cerita sama aku." Aira menarik wajah Rafka untuk menatapnya.

__ADS_1


Rafka sangat gemas dengan wajah Aira. Cowok itu mencium bibir Aira dengan penuh kasih sayang. Lalu, ia tersenyum saat Aira mulai melepas ciuman mereka.


"Ay, aku ada tawaran kerja. Nggak tau ini baik atau buruk, tapi yang jelas aku nggak bisa mutusin sendiri tanpa kamu." Setelah mengatakannya, Rafka membawa istrinya itu tidur sambil berpandangan.


"Tawaran apa?" tanya Aira takut-takut. Rafka adalah cowok berandalan yang bisa saja terjerumus pada suatu kejahatan atau kelompok tertentu, pikir Aira.


"Aku, dapat tawaran kerja di New York. Di sana aku dapat gaji banyak, sekaligus bisa kuliah juga. Tapi, aku nggak bisa pulang sebelum empat atau lima tahun, Ay. Menurut kamu gimana?" tanya Rafka yang kini sibuk menyelipkan rambut yang menutupi wajah cantik Aira.


"Kamu siap nggak kalau aku tinggal?" tanya Rafka sembari membelai lembut wajah Aira.


Aira memantapkan hati. Kesuksesan Rafka adalah hal terpenting untuknya. Ia ingin Rafka maju dan membungkam mulut-mulut yang pernah menyepelekannya.


"Aku terserah kamu, Raf. Kalau itu untuk kesuksesan kamu, aku akan mendoakan yang terbaik, dan aku akan setia sama kamu." Aira meraih tangan Rafka dan menciumnya dengan mesrah.

__ADS_1


"Kamu yakin, Ay? Aku akan lama di sana, apalagi di kampus pasti banyak cowok ganteng." Rafka mulai sedih, membayangkan ia akan kehilangan Aira.


"Cowok ganteng emang banyak Raf, tapi yang bertanggung jawab sama yang membuat nyaman itu nggak banyak," jawab Aira.


"Aku akan bahagiain kamu Ay, aku nggak akan biarin kamu kekurangan." Rafka kini berada di atas tubuh Aira. Aira hanya tersenyum dan mengangguk karena ia yakin apa yang dikatakan Rafka adalah kesungguhan suaminya itu.


Dua manik mata yang berbeda itu bertemu, Rafka akhirnya mendaratkan ciuman di bibir Aira lagi. Jika boleh jujur, Rafka ingin sekali menikmati tubuh halal yang ada di hadapannya, tapi ia selalu mengingat sumpah janjinya pada Abi untuk tidam mengambil kesucian Aira sebelum mereka mendapatkan buku nikah resmi dari negara.


"Sebelum aku ke New York, aku berharap bisa menyentuhmu dengan bebas." Lagi-lagi Rafka mendaratkan ciuman di bibir Aira.


🦋🦋🦋🦋


Selamat malam, aku datang lagi. Semoga nggak bosan ya 😅😅 Makasih gaess 🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2