AYRAFKA (Jodoh Impian)

AYRAFKA (Jodoh Impian)
Bab 51


__ADS_3

Rafka dan Aira baru keluar dari kantor polisi. Aira memberikan kesaksiannya untuk menjerat Dafa dan mengurungnya di penjara. Meski Aira sedikit takut, tapi Rafka selalu menemaninya.


Setelah dari kepolisian, Rafka mengantar Aira ke rumah orang tuanya. Ia sendiri juga sangat lelah karena perjalanan dari New York ke Indonesia, belum lagi tenaganya juga habis saat mengukir kenikmatan dengan Aira.


Beberapa hari setelah kejadian di hotel, Aira telah resmi diwisuda. Tepat saat itu juga, Rafka bertemu lagi dengan ibu kandungnya. Kali ini suasananya sedikit berbeda, wanita itu seperti ketakutan saat melihat Rafka. Ia tidak lagi mengancam atau pun melukai hati Rafka dengan perkataannya lagi. Justru ia buru-buru pergi saat Rafka menatapnya dari kejauhan. Ada apa dengan wanita itu?


Seusai acara wisuda, seperti kebanyakan keluarga lain, Rafka mentraktir keluarga Aira dan keluarganya juga. Sebenarnya Papi Rizal enggan menghadiri acara itu, tapi karena tidak enak dengan Papa Tomy akhirnya beliau ikut datang.


"Revan mana, Mi?" tanya Rafka saat menyadari kakaknya tidak ada.


"Dia lagi jemput Della, Raf." Mami Dinda menjawab sambil menyunggingkan senyuman cantik di wajahnya.


"Della udah balik?" Rafka terkejut saat mendengar kabar mengenai kakaknya.


"Iya, kapan hari mami mau cerita, tapi kamu sibuk terus tiap mami telfon, sampai mami jadi lupa mau cerita" celoteh Mami Dinda yang bersemangat karena putranya telah pulang setelah beberapa tahun tidak bertemu.

__ADS_1


"Iya, Mi. Aku kan emang sibuk, kerja sambil kuliah juga," jawab Rafka.


"Raf, apa setelah ini kamu akan kembali ke New York?" tanya Papa Tomy.


Rafka memandang istrinya sebentar sebelum menjawab pertanyaan mertuanya.


"Iya, Pa. Aku akan bawa Aira ke sana, sampai aku lulus dan selesai kontrak tahun depan," kata Rafka.


"Yah, mama bakalan ditinggal Aira dong," sahut Mama Sofia dengan wajah sedih.


"Aira sudah punya suami, Ma. Dia tanggung jawab suaminya sekarang," balas Papa Tomy.


"Aku kerja di perusahaan yang bertanggung jawab untuk melindungi data perusahaan besar di sana," jawab Rafka dengan nada datar juga.


"Kenapa lo nggak bikin perusahaan sendiri aja?" tanya Abi.

__ADS_1


Hubungan musuh yang menjadi ipar itu kini mulai mencair. Abi bisa melihat usaha dan ketulusan Rafka selama ini, dan itu membuat hatinya mencair. Begitu pun Rafka yang kini mulai membuka hatinya untuk menjalin hubungan baik lagi dengan Abi.


"Rencananya gitu, cuma aku sama Sean lagi cari profesional juga untuk atasi semuanya. Sean yang lebih paham."


Tidak lama Revan datang bersama wanita cantik yang kini telah kembali dalam kehidupan Revan.


"Rafka, makin ganteng aja lo!" sapa Revan yang kemudian memukul lengan adiknya dengan pelan.


"Karena ketemu Aira gue jadi ganteng," jawab Rafka dengan santai.


"Ih, masih aja suka ngegombal." Aira merasa malu karena ucapan Rafka yang keluar tanpa paham situasi dan kondisi.


"Anak mami emang pinter banget ngegombal, Aira. Persis seperti papinya," sahut Mami Dinda yang mendapat tatapan tajam dari Papi Rizal.


Semua yang ada di perjamuan makan itu tersenyum canggung, terutama Rafka dan papinya. Sebenarnya, Papi Rizal juga merasa kehilangan saat Rafka tiba-tiba pergi ke luar negeri tanpa berpamitan dengannya. Rasa bencinya perlahan berubah menjadi kerinduan meski tak pernah ada yang mengetahuinya.

__ADS_1


🦋🦋🦋🦋


Selamat sore, banyakin komen sama hadiahnya, biar aku makin semangat update lagi 🤣🤣🤣


__ADS_2