AYRAFKA (Jodoh Impian)

AYRAFKA (Jodoh Impian)
Bab 40


__ADS_3

Meskipun Rafka sangat penasaran dan ingin sekali merasakan yang namanya hubungan suami istri, tapi sekuat tenagabia menahannya. Ia hanya berani membuka pakaian atas Aira dan mencicipi benda kenyal milik istrinya itu. Rafka selalu ingat akan janji pada Abi yang menjadikannya sadar diri.


Seandainya pernikahan mereka sudah diakui dan sah di mata hukum negara, Rafka pasti akan melepaskan status perjakanya saat itu juga.


"Raf, apa kamu akan pergi sebelum buku nikah kita jadi?" tanya Aira saat Rafka menutup kembali kausnya yang telah dibuka oleh Rafka.


Rafka memastikan pakaian atas Aira telah rapi. Lalu, ia rebahan di samping istrinya. Aira langsung memeluk Rafka dari samping.


"Aku nggak tau Ay, semoga aja buku nikah kita jadi sebelum aku berangkat. Sean bilang sih secepatnya kita akan berangkat," jawab Rafka. Kemudian, cowok itu menatap mata Aira yang tiduran di sampingnya. "Kalau aku berangkat tapi kita belum itu, kamu gimana Ay?"


Pertanyaan Rafka sontak saja membuat Aira tersipu malu. Bagaimana cara dia bisa menjawab, jika pertanyaan seperti itu bahkan tidak pernah dibayangkannya.


"Aku. Em, aku harus apa?" tanya Aira bingung.


Rafka lalu memeluk Aira penuh sayang. "Ay, aku harap kamu akan terus menunggu aku pulang. Lalu, aku akan menjadi orang pertama yang memetik wangimu," kata Rafka lalu mencium pipi Aira penuh sayang. Ia juga memeluk tubuh Aira dan membawanya berguling pelan karena gemas.


"Rafka, aku harap kamu di sana juga bisa jaga diri, ada aku yang nungguin kamu," balas Aira.

__ADS_1


"Pasti, aku janji sama kamu Ay. Nggak akan ada yang bisa gantiin posisi kamu di hati dan hidup aku."


Setelah mengatakan itu, mereka pun berciuman. Saling menikmati rasa bibir pasangan halalnya. Hanya saja mereka melakukannya tidak lebih dari itu.


🌻🌻🌻


Rafka menemui Sean untuk membicarakan masalah keberangkatan mereka.


"Kamu udah mantep mau ikut?" tanya Sean sembari menghisap es kopi di depannya.


"Iya, demi masa depan," jawab Rafka.


"Bukan, tapi karena orang yang aku cintai mengizinkanku. Aku harus sukses untuk dia.".


"Istri kamu?"


Rafka mengangguk. Memang benar, semua yang ia lakukan hanya demi Aira. Demi membahagiakan gadis yang dicintainya itu dan anak-anak mereka kelak.

__ADS_1


"Besok kita berangkat, Raf. Kamu yakin akan ninggalin istri kamu?"


"Sean, setiap pengorbanan itu nggak ada yang sia-sia. Mungkin saat ini aku harus berkorban untuk kebahagiaan kami nantinya."


"Bagus, Raf. Pelan-pelan kita akan membangun perusahaan kita. Jadi, saat kita kembali kita akan menjadi orang yang sukses."


Setelah bertemu Sean dan memastikan keberangkatannya, Rafka mengabari Aira bahwa ia akan bertemu maminya untuk meminta doa untuk kesuksesannya di New York. Tanpa sengaja, Rafka melihat mobil papinya masuk ke gudang penerimaan barang milik perusahaannya.


Rafka mengintip mobil papinya dari jauh. Gudang yang penuh tumpukan kontainer besar yang akan mengangkut barang-barang ekspedisi yang nantinya akan diangkut dengan kapal khusus kontainer.


"Pi, suatu hari nanti aku akan membuat kekacauan di perusahaan Papi. Aku sangat ingin melakukannya suatu hari nanti, Pi," gumam Rafka sambil menatap papinya dari kejauhan.


Hatinya tersayat saat melihat papinya dengan bangga menepuk pundak Revan. Dari tempatnya berdiri, Rafka bisa melihat jelas, sepertinya Papi Rizal sedang memperkenalkan Revan pada bisnis mereka, dan mungkin nanti Papi Rizal akan meneruskan bisnisnya itu pada Revan.


"Mas Rafka." Seseorang tiba-tiba menepuk pundak Rafka, membuatnya terkejut karena saat ini ia sedang mengintip papinya sendiri dari kejauhan.


🦋🦋🦋🦋

__ADS_1


Selamat malam. Maaf telat, tadinya mau libur tapi nggak jadi 😅😅😅


__ADS_2