AYRAFKA (Jodoh Impian)

AYRAFKA (Jodoh Impian)
Bab 44


__ADS_3

Aira menatap suaminya dengan bingung. Tubuhnya kini tertutup selimut, padahal beberapa saat lalu mereka hampir melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan pasangan menikah. Dengan masih berbalut selimut, Aira memeluk Rafka dari belakang. Dalam hatinya, ia sangat bertanya-tanya, kenapa Rafka menghentikan kegiatan mereka.


Raka meraih tangan Aira yang memeluknya. Ia sendiri mulai merasakan sakit kepala akibat adiknya yang sudah berdiri tegak sempurna itu harus gagal beraksi.


"Apa kamu nggak suka sama tubuhku, Raf?" tanya Aira yang mulai berpikir macam-macam.


Rafka melepaskan pelukan Aira. Ia menoleh dan menatap wajah istrinya itu.


"Nggak gitu Ay. Aku tuh tiba-tiba kepikiran aja. Aku nggak mau melanggar janji aku Ay," jawab Rafka dengan sangat lembut.


"Raf, pernikahan kita udah terdaftar beneran, 'kan?" Aira kini menatap tajam pada Rafka yang terlihat ragu-ragu di mata Aira.


"Maaf, Ay. Kakek bilang emang udah beres, tapi aku bilang ke Abi kan, selama nama aku sama kamu belum tertulis di buku nikah aku nggak akan mengambil hak aku. Aku kan belum lihat sendiri nama kita di buku itu Ay," jawab Rafka. Ia menundukkan kepala, merasa sangat bersalah.


"Raf, kamu bener-bener bisa nepatin janji kamu." Aira kembali memeluk Rafka, tapi kali ini suaminya itu memeluknya balik.


Rafka dapat merasakan kulit punggung Aira yang hanya terbalut selimut.


"Ay. Aku ini laki-laki, kalau nggak bisa dipegang omongannya, maka aku bukan laki-laki, Ay."


Dua pasangan halal itu akhirnya gagal melakukan malam paling berkesan untuk mereka. Rafka membantu Aira mengenakan lagi pakaiannya.

__ADS_1


*


*


*


Hari perpisahan telah tiba, Rafka kini bersiap menuju bandara. Cowok tampan itu berusaha menutupi kesedihannya, karena Aira terus saja menangis sedari tadi. Sebagai laki-laki tentu saja ia tidak ingin menunjukkan kesedihan di hadapan Aira dan keluarganya.


Rafka akhirnya diantar Aira dan Mami Dinda ke bandara. Kedua wanita itu melepaskan kepergian Rafka dengan diiringi doa yang tak henti mereka panjatkan untuk kesuksesan Rafka.


"Hati-hati Raf, kabari mami kalau udah sampai," kata Mami Dinda dengan harapan di hatinya.


Lalu, perhatian Rafka beralih pada istrinya. Gadis yang baru saja dinikahinya itu terlihat tersenyum dan menatapnya dengan lembut.


"Kamu pasti kangen sama Aira di sana Raf," ucap Mami Dinda.


"Pastilah Mi. Aku bahkan belum ngerasain jadi suami yang beneran. Masih perjaka aku ini, Mi." Rafka dengan bangga memamerkan statusnya.


"Baguslah, anak mami masih kecil. Biar nanti pas kamu pulang kalian udah lebih siap," kata Mami Dinda sembari mengusap rambut Rafka dan Aira bergantian.


"Kamu siap kan, Ay," goda Rafka sedangkan Aira hanya tersenyum malu-malu.

__ADS_1


*


*


*


Empat Tahun Kemudian


Aira sedang menyelesaikan tugas akhirnya untuk memenuhi persyaratan lulus. Gadis berambut panjang itu masih setia menunggu suaminya pulang meski waktu telah banyak berlalu.


Saat ini, Aira sedang berada di depan kampusnya, menunggu Abi datang karena mereka sudah janjian akan menonton bareng.


Saat Aira masih mencoba menghubungi Abi yang belum kunjung datang, tiba-tiba seorang laki-laki mengejutkan Aira.


"Hai, Annisa. Lama nggak ketemu ya, makin cantik aja sekarang." Laki-laki itu tersenyum, sedangkan Aira sangat terkejut melihatnya.


🦋🦋🦋🦋


Hayo, siapa ya dia. Jawab dulu di komen biar ramai. Eh, aku telat update nggak ada yang ngevote 😅😅 Udah bosen nungu kayaknya, aku beneran lagi sibuk gaes, sebenarnya pengen juga doble up gitu, tapi waktunya belum ada. Maafkan aku yang sok sibuk ini ya gaess.


Jangan lupa votenya gaess 😍😍

__ADS_1


__ADS_2