
Rafka menyeret dua temannya itu ke teras, setelah ia memarkirkan motornya persis di depan pintu garasi. Ketiga remaja itu duduk lesehan di teras gara-gara Deni yang memulai.
Aira keluar dengan membawa minuman dingin dan juga beberapa camilan. "Kok duduk di bawah sih, di kursi sini dong, sambil nimum sirup nih," kata Aira
Deni dan Rendi jadi cengo, saat melihat Aira yang membawa nampan, rambutnya panjang terurai. Ia memakai kaus merah muda dan celana jeans selutut.
"Sini aja Ay." Rafka berdiri membantu Aira membawa minuman lalu membaginya dengan dua sahabatnya.
"Ya udah, aku masuk dulu ya." Aira tersenyum sebelum akhirnya berlalu memasuki rumahnya.
"Lo sama Aira beneran tinggal bareng?" tanya Deni sebelum meneguk minumannya.
"Iya. Dibilangin dia bini gue, nih bujtinya!" Rafka membuka ponselnya, mencari video pernikahannya dengan Aira, lalu menunjukkannya pada Deni dan Rendi.
Rendi dan Deni sama-sama serius memperhatikan video milik Rafka itu. Kedua remaja itu saling menatap, lalu tersenyum geli.
"Berarti lo udah nggak perjaka lagi dong, Raf?" seloroh Deni.
"Si kambing udah ngerasain ka*win, Den. Kita kapan ya?"
"Otak lo berdua emang isinya begituan." Rafka menoyor kepala dua sahabatnya itu.
__ADS_1
"Tapi kok gue perhatiin Aira biasa aja jalannya, nggak ngangkang."
"Gue hajar lo berani merhatiin cara jalan bini gue."
Rendi dan Deni terus menertawakan Rafka. Mereka tidak menyangka kalau Rafka sungguh-sungguh serius dengan Aira, sampai menikahinya.
Suara klakson mobil menghentikan tawa Rendi dan Deni. Mereka bertiga sama-sama tahu, bahwa mobil hitam mewah berkelas itu milik papinya Rafka.
"Kita cabut duluan ya, kayaknya lo ada pertemuan keluarga," pamit Rendi yang diikuti juga oleh Deni.
"Hati-hati lo berdua!" kata Rafka.
Motor Rendi meninggalkan halaman rumah Aira, lalu berganti mobil mewah milik Papi Rizal yang terparkir tepat di belakang motor Rafka.
"Rafka." Mami Dinda langsung memeluk Rafka setelah keluar dari mobilnya. "Mami kangen."
"Rafka juga kangen, Mi." Rafka membalas pelukan wanita yang telah merawat dan membesarkannya itu.
Tidak lama, Papa Tomy dan Mama Sofia keluar, menyambut kedatangan besan mereka. Aira juga ikut di belakang orang tuanya.
Papa Tomy mempersilakan Papi Rizal dan Mami Dinda untuk masuk. Dengan raut yang kurang bersahabat, Papi Rizal akhirnya menurut dan masuk ke rumah sahabat yang kini menjadi besannya.
__ADS_1
Rafka menggandeng tangan Aira untuk ikut duduk bersama orang tua mereka. Gadis itu mulai merasakan debaran keras di dadanya. Apalagi melihat wajah Papi Rizal yang sangat menyeramkan, Aira takut.
"Bisa kamu jelasin Tom, kenapa kamu menikahkan mereka?" Papi Rizal tidak berbasa-basi lagi.
Papa Tomy mulai bingung, tidak mungkin jika mengatakan Aira dan Rafka menikah karena ia tidak tega melihat Aira menderita. Papa Tomy masih diam dan berpikir, sementara Papi Rizal menatap tajam ke arah Rafka. Yang ditatap tidak peduli dan malah fokus memainkan jemari tangan istrinya.
"Aku melihat mereka bermesraan, sebagai orang tua, aku juga tidak mau mereka kebablasan dan membuat malu akhirnya. Aku menikahkan mereka karena aku lihat mereka juga saling mencintai." Papa Tomy terpaksa berbohong pada Papi Rizal.
Aira ingin menyahut, tapi Rafka menahannya, dengan menggenggam tangan Aira semakin kuat.
"Jadi mereka melakukan apa sampai kamu buru-buru menikahkannya?" tanya Papi Rizal sambil berdiri, jari tangannya menunjuk pada Rafka yang masih duduk di samping istrinya.
"Ya, kamu tau lah anak muda jaman sekarang, Zal. Aira itu perempuan, kalau ada apa-apanya lalu kamu tetep melarang mereka menikah, siapa yang dirugikan? Sudahlah Zal, mereka sudah sah, biarkan mereka bahagia, lagipula Aira tidak mencintai Revan. Aku yakin Revan akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dari Aira," kata Papa Tomy.
"Ya begini, kalau anak nggak tau diuntung, menusuk dari belakang!"
Rafka berdiri mengimbangi papinya yang masih tersulut emosi. "Pi, harusnya Papi bersyukur karena aku dan Aira nggak melewati batas. Nggak seperti Papi, yang melakukan hal menjijikkan dan akhirnya melahirkan aku ke dunia ini, tapi malah dibenci oleh Papi seumur hidupku."
Plak!
Suara tamparan yang sangat keras, mengisi setiap sudut ruang tamu rumah Aira dengan ketegangan.
__ADS_1
🦋🦋🦋🦋
Selamat pagi gaess, mon maaf nggak doble up, karena kondisi aku masih belum stabil 🤧🤧 Insya Allah aku usahakan 🥰🥰 Jangan lupa votenya udah hari senin nih 😘😘😘