AYRAFKA (Jodoh Impian)

AYRAFKA (Jodoh Impian)
Bab 57


__ADS_3

Meski tahu papinya sedang sakit, Rafka enggan menjenguk dan lebih memilih pulang bersama Aira. Ia lebih antusias dengan kehamilan Aira, daripada harus menjenguk papinya.


Sampai di rumah, Rafka benar-benar memperlakukan Aira seperti tuan putri. Sedetik pun ia tidak mau meninggalkan istrinya yang kini sudah tidak muntah-muntah lagi setelah minum obat.


"Nggak nyangka ya, Raf. Bisa pas banget momennya. Kita pas pulang pas banget tau ada dia," kata Aira dengan mengusap perutnya yang kini ditempati makhluk kecil, darah dagingnya dengan Rafka.


"Berarti dia emang pengen dibilang made in New York, Ay." Rafka mendekatkan wajahnya di perut Aira, menyingkap kaus longgar itu hingga menampilkan perut Aira yang putih bersih. Rafka mendaratkan ciuman bertubi-tubi menyambut kehadiran janin yang akan mewarnai harinya.


Aira merasa geli karena tingkah Rafka itu. Ia sampai mere*mas rambut Rafka saking gelinya. Akan tetapi, Rafka sama sekali tidak menghentikan aksinya, cowok itu terlalu bahagia dengan kehamilan Aira.


"Raf, geli tau," protes Aira.


"Aku terlalu bahagia, Ay. Selama ini aku nggak pernah kepikiran soal anak, tapi sekalinya langsung dikasih gini aku happy banget," jawab Rafka dengan jujur.


"Karena kamu itu terlalu sibuk kerja, Raf."


"Mulai hari ini aku akan kurangi kerja aku, aku akan temenin kamu melewati masa kehamilan," ucap Rafka sebelum mengecup bibir Aira.


*


*


*


Rafka menjalani kehidupan yang bahagia bersama Aira dan calon anak mereka. Namun, hubungan Rafka dengan Papi Rizal sepertinya tidak mengalami banyak perubahan. Meski Papi Rizal sekarang mengalami kelumpuhan setelah ditipu oleh sepupunya sendiri, Rafka tidak mudah luluh begitu saja.

__ADS_1


Malam ini, Rafka mengajak Aira untuk menghadiri sebuah pesta pernikahan kliennya. Sebenarnya, Rafka enggan menghadiri acara seperti ini, tapi karena Sean sedang di luar negeri, ia terpaksa menggantikan Sean.


"Aku deg degan banget nih, Raf. Jerawat aku nggak kelihatan, 'kan?" Aira menatap Rafka sambil menunjukkan wajahnya yang memang tumbuh jerawat di beberapa daerah.


"Cantik kok, tenang aja." Rafka tersenyum dan membelai rambut istrinya yang disanggul, cantik sekali.


"Jangan rusak rambut aku, Raf. Ini tuh pusing banget kalau dipegang," protes Aira.


"Iya iya, yang habis nyalon. Udah yuk, kita temui pengantinnya." Rafka menyodorkan lengannya, lalu Aira merangkulnya dengan mesra.


Pesta malam ini digelar sangat mewah. Yang Rafka tahu, kliennya ini menikah dengan model dan artis yang tidak lagi muda tapi masih cantik. Oleh karena itu, banyak wartawan yang meliput acara yang sangat mewah ini.


"Raf, kayaknya itu dosen pembimbing aku dulu deh," kata Aira sembari menunjuk laki-laki yang sedang menikmati jamuannya di meja bundar.


"Ya udah nanti kita sapa, tapi kita ucapin selamat ke pengantinnya dulu, Ay."


"Kamu tadi perhatikan foto prewednya nggak, Ay?"


"Nggak ada, Raf. Heran juga ya kenapa nggak ada ya."


"Aira, Rafka. Kalian di sini juga?" tanya Mama Sofia yang entah muncul dari mana.


"Mama." Aira memeluk mamanya, lalu Mama Sofia mengusap pelan perut Aira yang sedang mengandung cucunya.


"Tau gitu kan kita berangkat bareng, Ra," kata Mama Sofia.

__ADS_1


"Mama kenal pengantinnya?" tanya Rafka, matanya menatap pengantin perempuan yang tengah bahagia menyalami tamu undangan.


"Ya kenal dong, Raf. Kalau nggak kenal ngapain ke sini. Itu temen kuliahnya papa, Om Danil. Kalian ucapin selamat dulu deh, mama sama papa ada di sana." Mama Sofia menunjuk meja yang hanya di isi oleh Papa Tomy. "Mama ke papa dulu ya, takutnya nanti papa nyariin ke toilet." Mama Sofia tersenyum, lalu meninggalkan Aira dan Rafka.


Rafka masih mematung, bingung antara maju atau pulang. Pasalnya yang dilihatnya itu adalah seseorang yang dibencinya.


"Raf, kaki aku udah pegel nih, ayo kita ucapin selamat, terus duduk sama mama," kata Aira.


Mau tidak mau, Rafka menurut. Apalagi ia juga mengingat kata Sean sebelum berangkat ke pesta, bahwa ini adalah klien penting.


Rafka dan Aira sudah sampai di pelaminan. Dengan tatapan tajam, matanya mengarah ke pengantin wanita yang kini menundukkan wajah sambil memijat pelipisnya.


"Selamat, Tuan Danil untuk pernikahannya. Saya Rafka yang mewakili Pak Sean dari Seraf Cyber," ucap Rafka sembari menyalami pengantin pria, matanya melirik tajam pada pengantin wanita.


"Terima kasih Pak Rafka. Ternyata Anda masih sangat muda. Saya cuma dengar cerita dari Pak Sean. Anda hebat sekali masih muda tapi sudah sukses dengan Seraf Cyber."


"Terima kasih, Tuan Danil. Saya masih sangat baru di industri ini."


"Baru tapi sudah sangat hits dan terkenal. Oh iya, kenalkan ini istri saya Adelia."


🦋🦋🦋🦋


Bongkar nggak nih. rahasia mamanya Rafka 🤣🤣🤣 Ah besok besok aja deh. 🙈🙈🙈


Jakunnya mas. Tolong dikondisikan, kan semakin menggodaku untuk jadi pelakor 🤣🤣🤣

__ADS_1


Dahlah, ritual jejaknya dulu 😘😘😘


__ADS_2