AYRAFKA (Jodoh Impian)

AYRAFKA (Jodoh Impian)
Bab 32


__ADS_3

Rafka mulai meninggalkan dua temannya. Ia berniat kembali ke kelas, sambil menunggu Aira kembali ke kelasnya.


"Raf, lo nggak normal ya?" tanya Rendi yang berjalan bersama Rendi, mengikuti langkah kaki Rafka.


"Aira nggak mau sama kambing," Deni menyahut lalu kembali tertawa.


Rafka tiba-tiba berhenti membuat Deni yang berjalan di belakangnya, tersandung kaki Rafka dan terjatuh.


"Kalau dia nggak mau sama gue, nggak mungkin gue bisa nikah sama dia," kata Rafka lalu kembali berbalik dan meninggalkan dua sahabatnya.


Rendi yang melihat Deni terjatuh, malah semakin tertawa terpingkal-pingkal. "Sukurin lo," ucapnya, tapi tangannya terulur menolong temannya.


"Emang sial*an si Rafka," umpat Deni sembari berusaha berdiri.


...****************...


Rafka dan Aira sudah berada di kamar tidur, usai makan malam. Rafka juga sudah menggosok gigi usai merokok, sedangkan Aira tengah mengganti sprei.


"Ay, kamu udah ada rencana mau daftar ke mana?" tanya Rafka saat memandangi istrinya yang sedang merapikan tempat tidur mereka.


"Aku rencananya sih mau kuliah di UBN, ambil broadcasting, menurut kamu gimana Raf?"


"Bagus, aku setuju kok, besok aku temenin ke sana ya, ambil formulirnya," kata Rafka. Ia tersenyum pada istrinya itu.

__ADS_1


"Kamu sendiri gimana Raf, mau lanjut di mana?" tanya Aira ragu, ia khawatir Rafka tidak akan melanjutkan kuliah karena dirinya.


Aira berjalan mendekati Rafka, berdiri sejajar dengan suaminya yang terlalu tinggi untuknya.


"Sekarang, fokus aku kamu dulu. Kamu yang akan menjadi guru untuk anak-anak kita, tugas aku mencari uang yang banyak buat kamu dan anak-anak kita." Kedua tangan Rafka memegang pundak Aira.


"Tapi, Raf. Kalau kamu nggak kuliah ...."


"Sttt. Aku bisa kuliah online, atau cari beasiswa, yang penting kamu dulu Ay."


"Rafka aku—"


Rafka langsung mencium bibir Aira dengan cepat. Menutup bibir tipis itu untuk diam tidak membantah lagi perkataannya.


"Rafka," kata Aira malu-malu saat ciuman mereka mulai terlepas.


"Kenapa Ay, kamu malu?" tanya Rafka sambil menangkup wajah Aira dengan kedua tangannya.


"Rafka, ih." Aira melepaskan diri dari tangan Rafka. Lalu, ia memeluk Rafka dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya. Tangan Aira memeluk pinggang Rafka, membuat cowok itu tak bisa melihat ekspresi wajah istrinya yang masih malu-malu.


"Ay, aku janjinya sama Abi nggak akan ambil kesucian kamu, tapi kalau ciuman dan yang lain kan nggak apa-apa, Ay," kata Rafka sembari membelai rambut halus Aira.


"Yang lain apa Raf?" tanya Aira. Ia tak mengerti maksud Rafka, gadis itu mendongak dan mengintip suaminya. Hanya terlihat jakunnya saja karena Rafka menatap lurus ke depan.

__ADS_1


"Ya banyak Ay." Rafka menunduk, sedangkan Aira kembali bersembunyi dalam dekapan Rafka. "Misalnya bagian dada kamu."


Aira langsung tersadar, ia menutup dadanya dengan kedua tangan. Lalu, Aira naik ke kasur dan bersembunyi di balik selimut masih dengan tangan yang menutupi dadanya.


Rafka terkekeh geli melihat tingkah istrinya yang masih sangat polos, sama seperti dirinya.


"Ay, aku pengen kelonin kamu nih, Ay. Jangan ditutupin gitu dong!" kata Rafka.


Aira mengintip sedikit di balik selimut, lalu ia berkata, "Kelonin aja kan, nggak aneh-aneh?"


"Nggak Ay, udah nggak usah sembunyi."


Perlahan, Aira pun menurut dan membuka selimutnya. Rafka tersenyum penuh kemenangan.


Aira sudah di posisi yang pas untuk dipeluk Rafka, lalu remaja itu mendekap tubuh istrinya. Akan tetapi, tangan Rafka tidak diam memeluk saja, melainkan masuk juga ke dalam kaos Aira, hingga sampai di dua gundukan lemak yang tertutup bra.


Aira menoleh sambil melotot pada Rafka.


"Pegang dikit aja kok Ay, janji deh. Cuma penasaran aja aku sama rasanya, pengen pegang. Boleh ya," kata Rafka sambil memainkan alisnya naik turun.


🦋🦋🦋🦋


Selamat malam, cie cie Rafka udah berani pegang-pegang nih. Duh perjaka aku 😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2