
"Aira, kok kamu marah sih?" tanya Dewi.
"Mungkin Rafka diem aja kalian hina, tapi aku nggak, aku yang sakit hati kalian ngomongin keburukan Rafka tanpa tau apa-apa." Kali ini Aira menumpahkan kekesalannya pada Vanya juga.
"Aira, calm down! Kenapa sih?" Seorang siswa dengan nama dada Keila ikut menenangkan Aira.
"Aku kesel aja, mereka nuduh Rafka suka main perempuan, emang kalian pernah lihat sendiri Rafka kayak gitu?"
"Ra, tahan-tahan, tenang!"
"Okelah kalau emang dia berandal, suka obat, rokok, minum, itu emang bener, nggak masalah kalian ngomongin itu, tapi urusan perempuan, siapa yang pernah lihat Rafka main sama cewek? Kalau kalian punya bukti, aku akan diam."
Hening. Tidak ada yang menyahut, hanya Keila yang membantu Aira menenangkan diri, menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya.
Rafka yang melihat keributan di kelas istrinya, langsung berlari mendekat. Ia merasa khawatir dengan Aira.
"Ay, ada apa?" tanya Rafka.
"Mereka bilang jelek soal kamu, dan aku nggak terima Raf."
Rafka hanya tersenyum, lalu ia mendekati istrinya itu masuk ke kelasnya.
"Ay, kamu nggak perlu ngelakuin itu, buang-buang waktu dan tenaga, nggak ada untungnya."
__ADS_1
Aira menyodorkan botol minuman yang tadi ia beli di kantin sebelum menonton Rafka basket. Gadis itu mengusap keringat yang bercucuran di dahi dan sebagian wajah suaminya. Rafka menyesap minumannya karena rasa haus dan gerah yang menyerbunya.
"Aku sebel aja waktu Dewi bilang kamu pasti udah gre*pe-gre*pe aku."
Rafka hampir tersedak, untungnya ia bisa mengontrol diri. Mendengar apa yang dikatan Aira, Rafka merasa geli sendiri. Ia memang berandalan, tapi soal perempuan ia bukan ahlinya. Aneh memang, tapi begitulah Rafka.
"Ya udahlah, nggak usah dipikirin Ay. Nanti kalau udah waktunya juga aku gre*pe-gre*pe kok," jawab Rafka berusaha bersikap biasa saja.
"Rafka." Aira memukul bahu Rafka.
"Iya-iya Ay, aku lagi kumpulin uang dulu buat daftarin pernikahan kita. Kita kan masih belum cukup umur menurut hukum, Ay."
"Aku percaya sama kamu Raf."
Sepulang sekolah, Rafka langsung menghadap laptopnya, mulai bekerja sesuai dengan perontah seseorang yang dia panggil 'Bos'. Rafka tidak bernjak dari meja belajar Aira, hanya sesekali keluar kamar, menyalakan rokok sambil menelepon seseorang, seperti saat ini. Saat matahari telah berganti bulan dan bintang-bintang, Rafka masih menelepon sambil mengepulkan asap rokoknya.
Aira hampir bosan melarang Rafka yang tidak bisa lepas dari rokoknya. Aira yang mulai lelah menunggu, akhirnya memilih tidur lebih dulu.
Rafka baru selesai menelepon, ia masuk dan melihat istrinya sedang mengetuk-ngetuk guling, membelakanginya. Rafka langsung berlalu ke kamar mandi, menggosok gigi sebersih mungkin sampai menghilangkan aroma rokok yang melekat di mulutnya.
"Ay, kamu udah tidur?" tanya Rafka setelah masuk ke dalam selimut yang sama dengan istrinya.
"Kenapa? Masih inget sama aku?" Aira mulai bersikap jutek.
__ADS_1
"Ya ingetlah Ay, kamu kan istri aku." Rafka mengecup pipi Aira seperti biasa.
"Habisnya kamu sibuk banget Raf," protes Aira, tetapi ia berbalik dan memeluk suaminya.
"Aku kan kerja, Ay," balas Rafka. Ia menatap lekat wajah istrinya yang cantik.
Aira yang masih berusaha menghilangkan trauma di hatinya, entah keberanian dari mana, ia tiba-tiba mencium bibir Rafka.
Rafka hanya diam, terlalu terkejut dengan apa yang Aira lakukan. Aira memberanikan diri memasuki mulut Rafka. Karena Rafka tidak kunjung merespon, Aira menghentikan aksinya.
Merasa kesal karena tidak direspon, Aira berbalik badan, menutup wajahnya dengan bantal. Memalukan sekali!
"Ay, maaf Ay. Aku terlalu kaget tadi." Rafka membuka bantal yang menutupi wajah Aira. Lalu, adegan tarik-menarik bantal pun terjadi. Aira yang merasa kalah dari Rafka, akhirnya melepaskan bantalnya. Rafka terjatuh, dan Aira reflek menutup muka dengan tangan.
Rafka bangkit dan kini menindih Aira. Cowok itu berusaha melepaskan tangan yang menutupi wajah Aira. Setelah berhasil ia berkata, "Maaf tadi aku kaget, Ay. Sekarang aku balas ya."
Baru saja Rafka mendekatkan wajahnya, tiba-tiba pintu diketuk.
Tok, tok, tok.
"Non, makan malam dulu!"
🦋🦋🦋
__ADS_1
Jangan dulu deh. besok aja kalau komennya udah rame 😅😅😅