AYRAFKA (Jodoh Impian)

AYRAFKA (Jodoh Impian)
Bab 24


__ADS_3

Ciuman di bibir itu mengingatkan Aira pada kejadian percobaan pemer*kosaan yang dialaminya. Aira sangat ingat, saat teman sekolahnya tiba-tiba menariknya paksa dan membawanya ke kamar mandi sekolah saat keadaan sepi. Saat itu Aira masih mengerjakan tugas di sekolah dan pergi ke kamar mandi sendirian.


Laki-laki baji*ngan itu membawanya ke kamar mandi, lalu mencium pipi dan lehernya dengan paksa. Tidak hanya itu, cowok itu berhasil membuka kancing seragam Aira membuatnya semakin kencang berteriak.


Beruntung, saat tiba-tiba seseorang menolongnya, lalu mendobrak paksa pintu kamar mandi dan menghajar cowok brengsek itu. Hingga akhirnya, cowok itu dikeluarkan dari sekolah.


Waktu memang telah berlalu, dan Aira sudah berusaha melupakan semuanya itu. Akan tetapi, saat Rafka mencium bibirnya, gadis itu tiba-tiba teringat peristiwa yang sempat membuatnya tidak berani ke sekolah.


*


*


*


Setelah keluar dari kamar mandi, Rafka mulai melihat keanehan di wajah istrinya. Dengan masih berbalut handuk, Rafka memeluk istrinya yang sedang melamun di tepi ranjang.


"Apa aku menyakiti hati kamu, Ay?" tanya Rafka sambil menyandarkan kepala di pundak istrinya.


"Nggak Raf, kenapa mikir gitu sih?" Aira mengusap tangan suaminya yang terasa dingin.


"Maaf ya Ay, tadi malem aku emang keluar sebentar buat rokokan. Kamu marah ya karena aku ngerokok?" Rafka membalik posisi mereka hingga saling berhadapan.


"Iya, Raf. Semoga aja kamu bisa berubah. Udah sana pakek baju, nggak malu emamgnya." Aira berbalik.

__ADS_1


"Nggaklah, kita udah sah. Kalau kamu malu, kamu aja yang tutup mata." Rafka dengan santainya melepaskan handuknya. Ia memakai pakaian di kamar, tepat di belakang Aira.


Usai bersiap dan sarapan, mereka akan langsung ke bandara untuk terbang ke Jakarta. Sementara itu, Aira tiba-tiba menjadi pendiam, hanya menjawab seperlunya saja apa yang ditanyakan padanya.


Sampai setelah check in, dan menunggu pesawat mereka. Rafka merangkul tubuh Aira yang ia sadari seperti memendam sesuatu.


"Cerita sama aku, Ay. Kamu kenapa? Jangan dipendam sendiri," kata Rafka.


Aira merapatkan pelukannya pada Rafka, sementara Abimanyu terus mengawasi mereka dari belakang.


"Aku nggak apa-apa Raf, nggak usah khawatir. Aku baik-baik aja kok."


"Kalau ada apa-apa itu cerita, setidaknya aku beban pikiran kamu sedikit berkurang, jadi kamu nggak ngelamun terus."


Aira menimbang kembali apa yang Rafka katakan. Ia mulai berpikir, mungkin dengan menceritakannya pada Rafka, suaminya itu bisa lebih menerimanya, dan tidak merasa dihianati.


Rafka menatap wajah Aira, ia mengangguk tanda bahwa ia mengingat apa yang pernah Aira ceritakan dulu.


"Aku terima kamu apa adanya, Ay. Meskipun kamu udah ...."


"Nggak Raf, nggak gitu. Dia cuma sempat cium pipi sama leherku aja, nggak sampai ...."


Aira tidak tahan, ia memeluk lagi tubuh suaminya.

__ADS_1


"Kalau aja aku ketemu dia, aku pasti akan hajar dia Ay, aku janji." Rafka membalas pelukan Aira.


Abimanyu memperhatikan semuanya, bagaimana sikap Rafka terhadap kembarannya itu.


"Rafka, saat kamu cium aku," kata Aira.


Rafka langsung menoleh ke arah Abimanyu yang kini melotot padanya.


"Aku merasa jijik sama diri aku sendiri karena nggak ceritain ke kamu soal keadaanku, Raf."


"Ay, di mana dia pernah nyium kamu?" tanya Rafka sambil menatap Aira.


"Di-di sini sama di sini." Aira menunjuk pipi kanan dan leher bagian kanannya.


Rafka langsung memberikan ciuman bertubi-tubi di tempat yang ditunjuk Aira. Ia bahkan menghisap leher Aira, sampai dia kaget sendiri saat melihat tanda merah yang samar-samar membekas di leher Aira.


"Ra, pesawatnya udah datang, sekarang kita harus berangkat." Abi mengahampiri adiknya, dengan perasaan kesal karena melihat Rafka mencium leher Aira.


"Ay, aku akan menghapus semua jejaknya, sampai kamu benar-benar terbebas dari rasa takutmu itu, aku sayang kamu Ay. Aku sama sekali nggak permasalahin itu."


Aira menghapus air mata yang tiba-tiba keluar, lalu ia berdiri dan Rafka merangkulnya. Mereka berjalan sambil berpelukan, bahkan sampai ke pesawat.


Abi mulai merasa sedikit lega, karena Rafka menerima keadaan adiknya. Ternyata Rafka juga sangat menyayangi Aira.

__ADS_1


🦋🦋🦋🦋


Selamat sore, jangan lupa jempolnya. yok dicek lagi, bab mana yang belum dilike 🥰🥰🥰 biar aku semangat buat crazy up 🥲🥲🥲


__ADS_2