AYRAFKA (Jodoh Impian)

AYRAFKA (Jodoh Impian)
Bab 43


__ADS_3

Rafka dan Aira baru saja naik tangga. Mereka berjalan dengan Rafka yang menggandeng mesra tangan Aira. Senyum semringah cowok itu tidak pernah lepas dari bibirnya. Meskipun esok ia akan meninggalkan istrinya, tapi setidaknya ia pergi setelah merubah status perkawinan di KTPnya.


Baru saja akan membuka pintu, Abi muncul dari arah tangga. Rafka dan Aira yang hendak masuk akhirnya mengurungkan niat mereka setelah melihat Abi.


"Lo jadi pergi?" tanya Abi, entah ingin berbasa-basi atau apa, cowok tampan itu berhadil membuat Rafka menatapnya.


"Jadi, kenapa emangnya?" tanya Rafka.


"Please, jangan berantem. Kalian nanti nggak akan ketemu lagi untuk waktu lama, jadi bersikaplah seperti saudara ipar yang semestinya." Aira mencegah keributan dua cowok tampan itu, seperti yang biasa mereka lakukan. Berdebat, dan terus berdebat meskipun mereka telah menjadi saudara ipar.


"Tenang Ay, aku nggak akan berantem kok sama dia," kata Rafka.


"Ra, kamu kalau ditinggal tanpa kepastian, mending cari aja gantinya kalau dia nggak bisa kasih kamu buku nikah." Abi menatap Rafka dengan tatapan mengejek.

__ADS_1


"Besok pengacara gue akan ke sini, bawa buku nikah gue sama Aira," balas Rafka dengan tenang. Gaya tengilnya seolah mengejek balik Abi yang tak lain adalah kakak iparnya sendiri.


"Jangan percaya diri, kalau belum ada buktinya. Ingat janji lo!" Abi berlalu menuju kamarnya. Sementara Rafka mencebik kesal.


"Udah masuk yuk!" ajak Aira, ia menarik tangan suaminya itu untuk masuk ke kamarnya.


Rafka masih kesal dengan ucapan Abi. Ia bahkan sangat memikirkan apa yang Abi ucapkan. Apa iya, dia masih belum bisa menyentuh Aira karena belum bisa memastikan nama mereka ada di buku nikah itu.


Rafka masih melamun, sedangkan Aira telah berganti pakaian dengan baju tidur yang lumayan sek*si. Gadis itu duduk di tepi ranjang, mendekati suaminya. Ia sangat sadar bahwa Rafka besok berangkat dan ia ingin malam ini berkesan bagi mereka, apalagi pernikahan mereka juga sudah terdaftar.


"Ay, kok kamu pakai ...." Kata-kata Rafka terputus karena Aira langsung menutup mulutnya dengan jari tekunjuknya.


"Aku pesen online, ini buat kamu. Kamu suka nggak?" tanya Aira sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Su–suka kok, kamu dapat ide dari mana pakai baju kayak gini?" tanya Rafka setengah gugup. Pikirannya sedikit kacau. Di satu sisi ia menyukai penampilan Aira dan ingin melakukan hal yang semestinya mereka lakukan dari awal, tapi Rafka juga ingat kalau saat ini ia belum memegang buku itu secara nyata.


"Aku pengen kasih hak kamu sebelum kamu pergi. Kamu mau?" tanya Aira dengan ekspresi yang sangat menggoda.


Sebagai laki-laki normal, apalagi jiwa mudanya mulai mendidih, Rafka tidak tahan juga dengan pesona Aira. Ia mulai mencium istrinya itu dengan lembut. Mulai dari bibir, leher, daun telinga, bahkan sampai area dada tidak luput dari ciumannya.


Tanpa kendali lagi, Rafka berhasil melepaskan seluruh pakain Aira. Aira pun melakukan hal yang sama, ia hampir melepaskan seluruh pakaian yng melekat pada tubuh suaminya itu, hanya saja ia masih belum berhasil melepaskan bokser yang dipakai Rafka.


Rafka memang menghentikan aksi Aira, karena ia ingin memperhatikan detail inci demi inci tubuh Aira. Sungguh keindahan yang sangat menggugah jiwa penasarannya. Rafka kembali mencium bibir Aira, tapi sebelum mereka benar-benar melakukan hubungan suami-istri, otak Rafka tiba-tiba mengingat kembali sumpahnya pada Abi. Ia megurungkan niatnya, dan menutup tubuh polos Aira dengan selimut.


"Maaf, Ay." Rafka memakai kembali pakaiannya, sedangkan Aira menatapnya bingung.


🦋🦋🦋🦋

__ADS_1


Wkkkk, mon maap gagal dulu. Ntar kalau si Ay hamil, aku juga yang disalahin. Sabar ya Ay, Raf. Lima tahunnya besok kok kalau nggak lusa 😘😘😘


__ADS_2