Baby Galaksi

Baby Galaksi
Menitipkan Galaksi


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa hari sudah berganti, malam yang pekat kini sudah berganti menjadi pagi. Alea yang sudah bangun pagi pagi buta itu langsung menyiapkan sarapan dan juga menyiapkan keperluan Galaksi.


Setelah selesai masak Alea langsung masuk ke dalam kamarnya dan ia melihat Davin dan galaxy masih ada di kasur. Bedanya galaksi sudah terbangun sedangkan laki-laki yang statusnya suaminya itu masih tertidur.


"Anak Mama sudah bangun ya, lihat tuh nak. Papa kamu masih ngebo padahal udah jam setengah 6," ucap Alea dengan senyum menatap Davin yang semalam bergadang karena Galaksi tak tertidur tadi malam.


Sebenarnya Alea kasihan dengan Davin tapi mau gimana lagi laki-laki itu yang memaksa ingin bergadang menemani Galaksi yang belum terlelap. Davin benar-benar menjadi sosok Ayah yang bisa diandalkan.


"Sekarang Galaksi mandi dulu sama mama ya?" ajak Alea mengangkat tubuh kecil sang bayi dengan perlahan.


Mereka masuk ke dalam kamar mandi kemudian memandikan Galaksi seperti biasanya. Alea sangat lembut memandikan bayi itu, takut jika kasar akan membuat bayi kecil itu menangis.


"Anak siapa ini, kok ganteng banget?" tanya Alea seraya memandikan sang putra. Walau belum 100% ia menerima status barunya tapi Alea berusaha untuk menerima semuanya dengan baik.


Galaxy tampak menatap Alea yang sedang memandikan dirinya, bayi laki-laki itu menatap Alea dengan senyum hingga memperlihatkan gusinya yang belum tumbuh gigi.


Alea yang gemas dengan ketampanan dan kelucuan galaxy hanya tertawa seraya bermain busa yang ada di tubuh Galaksi.


Setelah beberapa saat mereka menghabiskan waktu di kamar mandi, Alea memutuskan untuk menyudahi acara mandi pagi Galaksi itu.


"Wangi banget anak Mama," ucap Alea mencium pipi Galaksi yang masih basah.


Alya keluar dari kamar mandi menuju kasur dan memakaikan baju Galaksi. Sampainya di kamar ternyata Davin sudah bangun dan duduk di kasur memandangnya dan Galaksi.


"Kakak mandi dulu aja, biar Alea gantiin baju Galaksi dulu," ujar Alea pada Davin yang hanya mengangguk.


Kevin mengambil handuk dan berjalan keluar menuju kamar mandi. Memang tikus itu kamar mandi terpisah dengan kamar lebih tepatnya dekat dengan dapur. Davin yang notabene adalah anak orang kaya harus terbiasa dengan kehidupan Alea saat ini.


Saat ingin masuk ke kamar mandi Davin melihat sudah ada makanan di atas meja makan. Davin berpikir jam berapa istrinya itu Bangun hingga sudah menyiapkan makanan dan memandikan Galaksi sepagi ini.


Davin melakukan ritual mandinya dengan cepat air yang ada di kost itu sangat dingin berbeda dengan yang ada di rumahnya dan juga apartemennya.

__ADS_1


Davin keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk sebatas pinggang yang menutupi area pribadinya. Hal itu sudah menjadi kebiasaan Davin sejak dulu karena jika Davin memakai pakaiannya di kamar mandi, maka pakaian itu akan basah.


"Baju seragam aku mana ya, Al?" tanya Davin pada Alea yang sudah menyelesaikan mengganti baju Galaksi.


"Aku hanger di lemari, coba kamu lihat," jawab Alea tanpa menoleh karena jika ya menoleh bisa saja wajahnya yang semula putih menjadi merah karena malu.


Dua hari bersama Davin sudah cukup membuat Alea tahu jika laki laki itu tak pernah memakai bajunya di kamar mandi.


Davin yang mendengar itu langsung membuka lemari dan mencari baju seragamnya ternyata benar Alya sudah menyetrika dan menghangat bajunya yang semula lungset kini menjadi rapi.


"Kamu yang setrika baju aku?" tanya Davin pada Alea.


"Iya, sekalian sama baju seragam aku," jawab Alea dengan santainya. Seolah pekerjaan itu sudah biasa untuknya tapi tidak untuk Davin. Baginya Alea itu bukan wanita yang ia nikahi untuk dijadikan pembantu.


"Malam ini kita pindah ke apartemen aku ya. Sekalian aku mau ajak embok buat kerja disana," ucap Davin memakai pakaiannya yang sudah rapi.


"Kakak punya apartemen?" tanya Alea yang baru loading dengan apa yang diucapkan Davin.


"Kamu pikir suami kamu ini miskin? Aku punya apartemen peninggalan Mama aku, jadi kita bisa tinggal disana. Selama ini aku juga sering tinggal di apartemen itu," jawab Davin yang kini mulai bermain dengan Galaksi.


Mama? Mama yang mana? Mama Tiara atau siapa? Entahlah Alea masih bingung dengan keluarga Davin ini.


"Aku tutup Galaksi, aku mau mandi dulu," ucapnya dengan pelan. Davin mengangguk dan mempersilahkan sang istri untuk mandi. Karena ini juga sudah jam 6 lewat.


Alea berlari ke kamar mandi dengan membawa baju seragamnya yang sudah ia setrika. Alea tak mungkin seberani Davin yang memakai pakaiannya di dalam kamar.Ya jika Davin tak ada ia masih bisa memakai pakaiannya di dalam kamar tapi ini Davin sudah menjadi suaminya.


Davin yang melihat tingkah Alya hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum. Laki laki itu nampak gemas dengan sang istri yang tak bisa terbuka dengannya itu.


"Mama kamu lucu ya," ucap Davin pada Galaksi yang sedang menggerakkan tangannya.


Setelah selesai mandi, Alea dan Davin meletakkan Galaksi di troli yang sudah dibeli Davin tadi malam. Davin dan Alea memutuskan untuk menitipkan Galaksi di rumah orang tua Davin selagi mereka masih sekolah.


"Makan seadanya aja ya kak, aku cuma masak sederhana aja buat makan kita pagi ini," ujar Alea pada Davin.

__ADS_1


"Iya."


Mereka memakan sarapan mereka dengan lahap Davin menyukai rasanya hampir mirip dengan nasi goreng yang dibuat oleh ibu kandungnya.


Setelah selesai makan Alea mencuci piring kotor mereka sedangkan Kevin menunggu Alea di dalam mobil bersama Galaksi.


Alea keluar dari rumah membawa tasnya yang ada di sofa tadi. Tak lupa ia mengunci kostnya dan masuk ke dalam mobil.


"Kita ke rumah kamu dulu kan?" tanya Alea pada Davin.


"Iya, sekalian titipin Galaksi."


Davin memberikan galaksi pada Alea, gadis berusia 18 tahun itu tampak senang bermain dengan Galaksi yang belum bisa berbuat banyak.


"Ekkk ekkk ekkk iii."


"Nak, nanti pas Mama sama Papa masih sekolah jangan rewel ya. Jangan susahin Oma kamu, jadi anak yang baik ya nak," ucap Alea mencium kening Galaksi yang sedang meminum susu yang dibuat Alea tadi.


Davin menjalankan mobil putih itu dengan kecepatan sedang menuju ruang utama. Mereka tadi malam sudah berbicara pada Papa Kevin jika mereka ingin menitipkan Galaksi pada mereka selagi mereka masih sekolah dan Mama Tiara langsung menyanggupi. Apalagi Arsen yang memang butuh teman selain Mama Tiara.


Sampainya di rumah besar itu, Davin dan Alea langsung masuk dan menitipkan Galaksi pada mereka. Papa Kevin yang memang masih sarapan itu mengajak mereka untuk sarapan bersama tapi Davin menolak karena memang mereka sudah makan tadi.


"Tant, titip Galaksi. Nanti sepulang sekolah, Davin akan jemput lagi. Oh ya, nanti Alea dan Davin akan pindah ke apartemen. Dan mungkin si mbok akan Davin bawa," ucap Davin pada mereka.


"Apa tidak sebaiknya kamu dan Alea tinggal di rumah ini saja? Rumah ini terlalu besar untuk Mama dan Papa," ujar Papa Kevin pada anak dan menantunya.


"Iya, nak. Apalagi Galaksi masih kecil, kalau di rumah ini kan nanti banyak yang jagain daripada di apartemen," tambah Mama Tiara yang membuat Davin menggeleng. Tapi tidak dengan Alea apa yang dikatakan Mama Tiara ada benarnya.


"Kita pikir pikir dulu ya, Ma."


Davin menatap Alea yang hanya dibalas senyum manis oleh Davin. Sepertinya, Davin tak menyukai Mama Tiara. Apalagi tadi Davin memanggil Mama Tiara dengan sebutan Tante.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2