
Happy reading
Alea yang merasa pahanya mulai kebas itu hanya bisa menahannya. Ia tak tega jika harus membangunkan sang suami yang sepertinya sudah terlelap dengan posisi seperti ini.
Akhirnya Alea ikut terlelap dengan posisi yang sangat tidak nyaman untuk Alea tapi ia juga tak mau membangunkan Davin. Apalagi tadi malam, Davin hanya tidur sebentar karena menjaga Galaksi.
13.24 WIB
Entah sudah berapa jam, Davin dan Alea terlelap di rooftop itu. Mulai dari jam istirahat pertama hingga jam pelajaran ke 9. Sangat lama bukan, tapi entah kenapa mereka tak terusik sama sekali.
Davin bangun karena ia pegal dengan posisi tidurnya yang hanya berbantal paha Alea saja.
Deg
Davin menatap Alea yang terlelap dengan posisi duduk itu. Ia merasa bersalah karena sudah membuat Alea tertidur dengan posisi yang tidak nyaman ini.
Davin bangun dari paha Alea kemudian ia menyandarkan kepala Alea di dadanya. Davin berharap Alea bisa nyaman dengan posisi seperti ini.
Cups
"Maaf sudah membuatmu tertidur dengan posisi seperti ini, tapi entah kenapa tertidur dipangkuan kamu itu nyaman banget walau pada akhirnya aku juga yang pegel," ucapnya dengan senyum tipisnya.
"Eughh."
Alea yang merasa ada pergerakan dari Davin itu langsung membuka matanya dan betapa terkejutnya saat ia melihat sebuah dada bidang yang hanya tertutup kaos saja. Karena Davin memang melepas kancing seragam ia pakai.
"Udah siang, kamu masih mau sekolah lagi atau pulang?" tanya Davin pada Alea yang tahu jika gadis itu terbangun.
"Udah jam berapa kak?" tanya Alea ingin mengucek matanya tapi langsung ditahan oleh Davin.
"Nanti merah, sekarang udah jam setengah dua lebih, mending kita pulang aja. Aku juga udah izin sama guru kamu tadi kalau kamu izin pulang," jawab Davin mengusap sudut mata Alea dengan lembut.
"Hah!!"
__ADS_1
Alea kaget saat tahu jika sekarang sudah pukul setengah 2, jadi mereka sudah tidur berapa jam di rooftop itu? Hanya karena suasana dan udaranya yang segar membuat mereka terlelap disana.
"Jadi kita gak ikut pelajaran dong kak? Aku pasti banyak ketinggalan pelajaran," ucap Alea yang seketika panik karena ia sampai tak mau kelas sejak istirahat pertama.
"Sekali kali, Al."
"Aku harus masuk kelas kak."
Alea bangun dari duduknya dan ingin berjalan tapi tiba tiba kakinya mati rasa. Hingg Alea tiba tiba terjatuh untung saja ada Davin yang menahan tubuh Alea.
"Kak, kakiku mati rasa," ucapnya memegang kakinya yang tak ada rasa.
"Maaf ya, gara gara kakak yang tidur di paha kamu. Kamu jadi kesakitan kayak gini," ujar Davin mendudukkan tubuh Alea di kursi itu.
"Gak apa apa kak, lagian aku gak tega membangunkan kakak yang nyenyakkk banget tidurnya. Alea tahu kakak pasti capek dan ngantuk ya, karena semalam kakak tidur cuma sebentar," ucap Alea memegang lengan Davin.
Davin yang mendengar itu merasa terharu, Alea lagi lagi membuat Davin merasa di perhatikan oleh wanita lain lagi.
Mereka menunggu kaki Alea yang masih keram itu dengan Davin yang sesekali memijat paha Alea.
"Tapi aku gak mau bolos."
"Alea, kamu gak sayang badan kamu sendiri hmm? Aku udah izinkan kamu tadi, jangan takut untuk di A. Lagian siapa yang berani mengeluarkan pemilik sekolah hmm? Kamu itu istriku, mengeluarkan kamu sama saja mengeluarkan aku yang notabene adalah anak dari pemilik sekolah."
"Jangan berontak ya, sekarang anak anak masih pelajaran. Kita langsung pulang, kita istirahat di rumah hmm."
Akhirnya Alea mengangguk karena berdebatpun percuma karena sekarang ia belum bisa berjalan dengan baik karena mati rasa di pahanya.
"Kak."
"Tapi aku gak bisa jalan."
Davin tersenyum kemudian ia mengelus rambut Alea.
__ADS_1
"Aku gendong, lagian Mama dari Galaksi ini gak berat berat amat kok."
"Bener gak apa apa? Nanti papanya Galaksi sakit pinggang lagi," tanya Alea menggoda Davin.
"Papa gak setua itu, kalau cuma gendong kamu," jawab Davin yang ikut ikutan dengan Alea.
Karena selama yang Alea tahu dari gosip anak anak selama ini Davin belum pernah dekat dengan wanita lain selain dirinya apalagi sampai menggendong. Bisa bisa heboh seantero sekolah mereka jika sampai ada yang melihat kamu gendong cewek.
Alea ingat jika parkiran mobil tadi harus melewati kelas anak anak 11. Hal itu pasti akan terlihat oleh anak anak.
"Gak peduli aku," jawab Davin langsung menggendong tubuh kecil Alea ala bridal style.
Alea yang awalnya terkejut itu langsung mengalungkan tangannya di leher Davin. Ia tak mau jatuh dengan tidak etis jika tidak berpeganganan.
"Cepat aja ya, Kak. Aku gak mau jadi bahan omongan anak anak. Aku juga sadar masih banyak anak-anak yang gak setuju dengan hubungan kita. Apalagi setelah kejadian tadi," ucap Alea yang hanya di balas deheman oleh Davin.
Dengan santainya ia berjalan menuju parkiran mobilnya. Untung sebelum tidur tadi Davin sudah menyuruh salah satu sahabatnya untuk membawakan tasnya dan juga tas Alea ke parkiran mungkin saat ini sahabat sahabatnya ada di kantin dekat parkiran.
Davin mengendong Alea melewati berberapa ruangan yang tak lain adalah ruangan lap komputer, lap biologi, kelas 11 IPA 1 dan kelas 11 IPA 2. Tentu juga ada lapangan yang hari ini di isi oleh anak anak basket. Sebenarnya Davin juga salah satu anak basket tapi laki laki hanya akan main jika mau tanding saja selebihnya ia memilih untuk bolos dan kadang juga masuk kelas.
Pak Anton selaku guru penjas juga tak banyak komen, karena Davin memang berprestasi dalam bidang basket walau latihannya cuma semaunya. Apalagi pada guru juga tahu jika Davin adalah anak pemilik sekolah yang bebas mau apa saja di sekolah ini.
Para siswa yang melihat adegan gendong gendong itu langsung berteriak histeris. Apalagi Davin sesekali mengecup kening Alea. Sedangkan wanita yang digendongnya itu malah menyembunyikan wajahnya di dada bidang Davin.
Sampainya di mobil, Davin langsung mendudukkan tubuh Alea di kursi itu kemudian memasangkan sabuk pengaman untuk Alea.
"Aku mau ambil tas dulu ya."
"Iya Kak."
Davin berjalan menuju kantin untuk mengambil tasnya dan tas Alea yang dibawa oleh teman-temannya.
Setelah mengambil tas Kevin kembali ke dalam mobil. Laki-laki itu meletakkan tas di kursi penumpang. Davin tersenyum pada Alea sebelum ia menjalankan mobilnya itu keluar dari area sekolah.
__ADS_1
Mereka meninggalkan sekolah tentu dengan gosip hangat para siswa yang melihat Davin menggendong wanita yang tak lain adalah pacarnya sendiri.
Bersambung