
Happy reading
Malam pun tiba, disaat Davin ingin bermanja dengan sang istri. Ternyata Baby Galaksi belum juga mau tidur, bayi laki laki itu tampak tak mau dipindah ke box bayi di samping ranjang. Baby Galaksi juga tak mau lepas dari Alea hingga mau tak mau Alea menepuk bokong Galaksi.
"Nak jarinya jangan di masukin ke mulut, udah berapa kali Mama bilang hmm?" tanya Sinta melepaskan jempol tangan Galaksi hingga membuat Galaksi merengek.
Cups
"Bobo sayang, papa kamu aja udah merem masa kamu masih bangun sih hmm?" tanya Alea mengecup kening sang putra berberapa kali.
Sebenarnya Davin belum tidur, laki laki itu hanya pura pura tidur agar Baby Galaksi juga ikut tidur. Karena Davin yakin Galaksi akan mengacaukan dirinya yang akan bermanja dengan Alea nanti.
Alea akhirnya mengambil susu yang ada di atas nakas dan memberikannya pada Galaksi berharap Galaksi bisa cepat tidur. Karena jam juga sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Galaksi dengan lahap meminum susu yang ada di botol itu. Hingga tak terasa bayi itu sudah menjatuhkan botol susu yang sudah kosong.
"Anak Mama pinter banget ya. Selamat bobo Galaksi sayang. Jadi anak baik ya nak, jangan nakal kalau udah gede," ucap Alea meletakkan kembali botol itu di nakas kemudian mengecup kening sang bayi dengan lembut.
Davin yang mendengar itu langsung membuka matanya dan bangun. Alea yang melihat suaminya bangun dari tidurnya itu bingung.
__ADS_1
"Kok bangun lagi Kak?" tanya Alea pada suaminya.
"Galaksi udah tidur, Yank?" tanya Davin pada Alea.
"Sudah, baru aja aku kasih susu," jawab Alea mengelus rambut Galaksi yang mulai lebat belum ada waktu untuk mencukur rambut itu.
Davin mengangguk kemudian mengecup kedua mata Galaksi dengan lembut setelah itu ia memindahkan tubuh kecil itu ke box bayi milik Galaksi.
"Kok di taruh sana. Kalau Galaksi bangun gimana?" protes Alea pada suaminya.
"Galaksi udah puas manja manjanya sama kamu, sekarang aku yang manja manja sama kamu," ucap Davin ikut berbaring di samping sang istri.
"Gak apa apa kesiangan juga, yang penting kamu kesayangan," jawab Davin tak nyambung.
Alea menarik selimut sampai batas dada, kemudian mencoba menutup mata.
"Sayang kalau kamu tidur aku gak jamin kamu bisa bangun besok," ancam Davin yang langsung membuat mata Alea melebar.
"Kakak."
__ADS_1
"Aku cuma mau nyapa si kembar kok. Kan kamu belum boleh si ular ketemu sama pawangnya," ucap Davin menurunkan kembali selimut Alea kemudian meraba perut rata sang istri.
"Besok ujian loh."
"Ini vitamin buat besok, ya sayang. Suamimu ini sudah satu Minggu lebih gak main sama si kembar," ujar Davin dengan tatapan melas.
Alea yang tak tega melihat wajah sang suami itu hanya bisa menghela nafasnya pelan kemudian mengangguk mengiyakan apa yang diingkan sang suami.
"Tapi kalau kakak pengen aku gak tanggung jawab ya. Aku besok masih mau belajar buat ujian," jawab Alea yang langsung dianggukkan oleh Davin.
Laki laki itu langsung membuka baju tidur sang istri. Sebenarnya Davin bukan 1 Minggu tak bertemu si kembar, karena pada dasarnya Davin setiap hari bertemu si kembar saat Alea terlelap.
"Sayang enak banget."
"Udah diam, aku mau bobo. Awas aja kalau Galaksi bangun gara gara ulah kamu," ucap Alea menahan suaranya saat dadanya terasa geli itu.
Alea menutup kepala Davin dengan selimut kemudian ia mencoba untuk menutup matanya.
Bersambung
__ADS_1