
Happy reading!
"Terima kasih."
"Sama sama."
"Kakak gak istirahat dulu, tadi bibi sudah siapin kamar buat Kakak."
"Nanti aja, Al. Aku mau main dulu sama Galaksi," jawab Raya dengan senyum manisnya.
"Aku pikir, kakak akan ambil Galaksi dari kita," ucap Alea yang membuat Raya langsung memeluk tubuh Alea.
"Hak yang aku miliki tak sebesar itu, Al. Aku tahu Galaksi lebih aman dan bahagia bersama kalian. Lagipula aku mau cari ayah baru untuk Galaksi, biar dia punya ayah dua," ucap Raya dengan santainya.
"Hahaha buruan deh cari, kalau perlu aku minta Kak Davin buat Carikan," ucap Alea yang dijawab gelangan oleh Raya.
"Gak perlu Al. Aku bisa mencarinya sendiri."
Raya mulai mengelus lembut perut Alea.
"Udah besar aja, berapa bulan calon adik Galaksi ini?" tanya Raya.
"Jalan 4 bulan kak."
"Semoga lancar sampai lahiran ya, biar aku dapat ponakan dari kamu dan Davin," ucap Raya dengan tulus.
"Makasih kak. Aku juga berdoa supaya kakak cepat dapat jodoh yang baik. Dan menerima semua masa lalu dan Galaksi di hidupnya," ucap Alea dengan senyum manisnya.
"Aamiin."
__ADS_1
Setelah puas bermain mereka memutuskan untuk makan malam. Bibi sudah selesai memasak untuk makan malam hingga membuat Raya dan Galaksi langsung berjalan menuju meja makan.
"Sayang bantuin bangun," ucap Alea dengan manja.
"Manja banget punya istri. Ini yang manja anaknya apa ibunya hmm?" tanya Davin dengan senyum mulai membantu Alea untuk bangun dari duduknya.
"Dua duanya, emang kamu gak mau kalau aku manja?" tanya Alea dengan sedih. Laki laki itu langsung gelagapan jika raut wajah sang istri sudah seperti ini.
"Mana ada gitu, aku malah senang banget kalau kamu mau manja sama aku. Berasa aku dibutuhkan banget sama kamu," ucap Davin dengan senyum tampannya.
"Bener?"
"Iya sayang, udah ayo kita ke ruang makan. suamimu ini sudah sangat lapar ingin makan malam. Kamu juga harus mengisi tenaga buat nanti malam," ucap Davin yang membuat Alea malu.
"Isss dasar suami mes**."
"Biarin sama istri sendiri."
Setelah selesai makan Raya meminta izin untuk membawa Galaksi agar tidur bersamanya. Dan Davin mengizinkannya, karena jika Galaksi tak tidur dengan mereka ia bisa melancarkan aksinya hari ini.
"Baby malam ini kita ketemu," batin Davin yang sudah sangat merindukan anaknya yang ada di dalam perut.
****
"Ahh ahh sa yanggg ahh "
"Teruslah berteriak sayang, aku menyukainya."
"Pelan pelan."
__ADS_1
Bukannya memperlambat Davin malah mempercepat gerakannya hingga akhirnya.
*****
"Ahhh."
Keduanya mengeluarkan cairan yang bisa saja menjadi calon anak anak mereka nanti, tapi sudah ada yang tumbuh di rahim Alea hingga membuat cebong cebong itu sia sia saja keluar.
"Sayang capek."
"Cabut dulu, aku mau bersihkan dulu."
Akhirnya dengan perlahan Davin mencabut lontong kebanggan Davin dari Momo sang istri.
Dengan cekatan Davin langsung membersihkan cairan yang tersisa disana dengan lembut. Alea yang malu itu langsung membuang muka sedangkan Davin yang sudah selesai membersihkan Momo itu langsung mengecup sekilas Momo.
Cups
"Kak."
"Udah bersih, jadi bisa tidur dengan tenang."
Davin membersihkan lontongnya juga kemudian membuang tisu itu ke tempat sampah.
"Sayang, aku bahagia deh kala Raya gak ambil Galaksi dari kita."
"Iya aku juga."
Tubuh mereka masih polos dengan Davin yang mulai menarik selimut tebalnya. Kemudian mereka melanjutkan dengan cerita yang santai hingga membuat mata mereka ngantuk ingin tidur.
__ADS_1
Tamat
Segini dulu ya, Tya udah tamatin dengan happy ending ya.