Baby Galaksi

Baby Galaksi
Belajar Menerima Mama Tiara


__ADS_3

Happy reading


Alea dan Davin masih berdiri di depan pintu kamar orang tuanya itu. Davin masih sibuk dengan pikirannya. Apa memang ia harus membuka hatinya untuk menerima sang ibu sambung.


"Kak, ayo ganti baju dulu. Habis itu biar aku masak buat makan siang," ucap Alea dengan pelan.


Akhirnya mereka berjalan menuju kamar Davin yang ada di rumah ini. Alea memang membawa baju dari kost an nya tadi.


"Kakak mau dimasakin apa?" tanya Alea pada Davin. Davin adalah suaminya jadi ia hanya ingin melayani Davin dengan baik. Karena sekarang ini Alea sudah tidak bekerja lagi.


"Apa aja, Al. Aku makan apa aja yang kamu masak. Karena masakan kamu memang enak," jawab Davin membuka pintu kamarnya dan mempersilahkan Alea masuk.


Alea masuk ke dalam kamar itu, ia sedikit terkejut dengan banyaknya dekorasi yang tak biasanya ada di kamar laki laki.


"Astaga Kak Davin," Alea menutup mulutnya karena melihat apa yang ada disana.


Sedangkan Davin hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Ia malu karena Alea sudah mengetahui rahasianya yang selama ini ia sembunyikan.


"Kakak simpan barang barang gini di kamar?" tanya Alea menatap sekeliling.


"Hmm, mungkin kamu malu punya suami yang punya kegemaran koleksi boneka," ujar Davin berjalan menuju kasurnya yang berwarna abu abu.


Davin memang sangat menyukai boneka, entahlah itu boneka untuk anak perempuan ataupun anak laki laki.


"Lucu aja kak, aku aja gak pernah punya boneka. Eh ada satu tapi udah usang, ini kakak kok bisa punya banyak boneka kayak gini?" tanya Alea pada Davin.


"Aku suka bulu bulu boneka itu, Al. Dan juga dulu Mama sangat suka sekali membelikan aku boneka, walau aku sering tolak tapi tetap saja boneka pemberian Mama itu selalu berakhir di kamar ini."


"Oalah jadi ini kenang kenangan dari Mama kak Davin?" tanya Alea mengambil boneka hello kitty yang masih sangat bagus itu.


"Iya."


Alea membawa boneka itu ke kasur kemudian duduk di samping sang suami. Ia juga meletakkan tasnya di atas kasur.


"Al."

__ADS_1


"Hmmm."


"Boleh peluk gak?" tanya Davin pada Alea, laki laki itu tampak tersenyum seakan permintaannya ini bukanlah apa apa.


Sedangkan Alea kini malah tampak gugup, ia bahkan jarang sekali di peluk ayahnya. Lah ini Davin dengan santainya meminta pelukan dari dirinya.


"Al, jawab."


"Emm, boleh tapi jangan macam macam," ucap Alea dengan nada terbata.


Walau bagaimanapun Davin ini laki laki normal. Jangankan Davin yang sudah 19 tahun, wong bocah 16 tahun aja udah bisa buat anak.


Davin yang mendapat lampu merah dari sang istri itu langsung mendekatkan dirinya ke arah Alea kemudian memeluk perut Alea dari samping dan meletakkan kepalanya di pundak Alea.


Rasanya ia memang memerlukan sandaran seperti ini, setelah mendengar ucapan Alea tadi untuk menerima wanita baru di hidupnya membuat Davin pusing.


"Menurut kamu aku harus gimana?"


"Soal apa?"


"Tante Tiara," jawabnya sedikit malas.


"Selama ini aku tak pernah melihat dia jahat sama kami, tapi aku takut jika Tante Tiara merebut posisi Mama di hati Papa."


"Papa gak mungkin gantikan posisi Mama Mariana di hatinya, kalian semua pasti memiliki tempat yang berbeda di hati Papa. Apa kamu gak mau Papa bahagia, dia masih muda tapi gak ada yang urus?" tanya Alea dengan pelan.


"Dari yang aku lihat ya, Mama Tiara itu baik dan keibuan banget. Arsen juga sangat nyaman sama Mama Tiara. Apalagi tadi aku dengar Mama Tiara juga sedih bahkan nangis saat Arsen sakit, dia pasti sakit melihat anaknya sakit," tambah Alea dengan senyum. Ia menghadap ke arah Davin yang sedang galau.


"Mama Tiara juga sepertinya sayang sama anak kita, kak. Alea bisa merasakan jika Mama Tiara juga menyayangi Galaksi, bahkan aku yang orang baru juga merasa punya ibu sekarang."


Davin menatap Alea yang sedang tersenyum kearahnya. Wanita yang ada di depannya ini terlihat sangat dewasa diusianya yang masih 18 tahun.


"Jangan dipendam aja kak, nanti jadi penyakit hati. Gak semua Mama tiri itu jahat, walau ada sih yang gak sesuai yang kita inginkan tapi tetap saja kita gak boleh beranggapan mereka semua sama," ucap Alea meletakkan boneka itu di samping kasur dan membalas pelukan Davin.


Alea merasa Davin memang butuh semangat saat ini. Davin sepertinya sangat lelah menghadapi semua ini. Hingga membuat laki laki itu memilih melampiaskan kekesalan dan kesedihannya pada jalanan.

__ADS_1


Alea membiarkan Davin mencari kenyamanan di dadanya, lagipula mereka sudah sah sebagai istri dan suami kan. Jadi tak ada salahnya kalau Davin kini membutuhkan Alea.


"Makasih buat saran kamu, aku akan mencoba untuk menerima Tante Tiara sebagai ibu sambung aku," jawab Davin tersenyum tapi Ale tahu jika Davin sedang lelah dengan pikirannya.


"Tapi jangan dipaksa ya, Kak."


"Iya."


Setelah puas memeluk satu sama lain, Alea memutuskan untuk mengganti pakaiannya dan memasak makan siang untuk keluarganya.


"Kak aku keluar dulu ya," ucap Alea pada Davin yang masih berbaring di kasur dengan seragam yang hanya di lepas atasnya saja.


"Iya Al."


Alea keluar dari kamar itu dan mengingat jalan menuju dapur. Tapi ia tak kunjung menemukannya. Hingga ada bibi yang tak sengaja lewat di depannya itu, Alea meminta bantuan pada bibi untuk memberitahukan arah dapur.


Para pekerja tak banyak yang tahu siapa Alea, mereka tak tahu jika Alea adalah istri dari Tuan Muda mereka.


Bibi tersebut menunjukkan jalan menuju dapur yang memang ada di lantai bawah sedangkan kamar Davin ada di kamar 3.


"Mbak pekerja baru ya?"


"Bukan, Bi."


"Saudaranya Nyonya?" tanya Bibi lagi.


"Bukan juga bi."


"Terus siapa?" tanya bibi itu dengan kepo.


Alea hanya tersenyum karena mereka sudah sampai di dapur, dan ternyata disana sudah ada Mama Tiara.


"Eh sayang, kamu tadi sudah pulang?" tanya Mama Tiara yang dijawab anggukan kepala oleh Alea.


"Oh iya Bi, kenalkan ini adalah Alea. Dia istri dari Davin, menantu di keluarga ini," ucap Mama Tiara pada bibi dengan senyum memperkenalkan Alea pada mereka yang ada disana.

__ADS_1


Sontak saja mendengar ucapan nyonya mereka, mereka cukup terkejut ternyata wanita ini adalah menantu keluarga ini.


Bersambung


__ADS_2