
Happy reading
Tak terasa mereka sudah 4 hari di villa itu, Davin dan Alea menghabiskan waktu mereka yang semula berencana 1 Minggu kini hanya 4 hari saja. Karena apa? Karena para orang tua ini sudah sangat rindu pada Galaksi.
Selama 4 hari ini digunakan Davin untuk meneguk madu dari sang istri. Karena sudah dipastikan jika nanti ia kembali ke rumah mereka David tidak bisa leluasa bermesra dengan Alea.
"Kak, oleh-oleh sudah ada di mobil semua kan?" tanya Alea yang sedang memasukkan pakaian yang tersisa di kamar itu.
"Udah sayang," jawab Davin yang memeluk tubuh Alea dari belakang.
Alea memakai kemeja berbahan tipis hingga menampakkan bagian tubuhnya. Sebenarnya memakai kemeja itu bukan keinginan Alea tapi ia dipaksa oleh Davin. Sebagai istri yang baik ia hanya bisa menuruti apa yang diinginkan sang suami.
"Kakak udah janji gak akan usil loh, aku mau beberes dulu,' ucap Alea menepis tangan Davin yang sangat nakal.
"Kamu menggoda sayang, satu ronde sebelum pulang ya," pintanya dengan melas. Bahkan Alea mampu merasakan pusaka Davin sudah begitu keras disana.
Akhirnya mereka sedikit menunda kepulangan mereka karena harus menyelesaikan urusan rumah tangga mereka yaitu urusan ranjang.
Davin sepertinya belum puas akan empat hari bersama istrinya, Yah karena David adalah lelaki normal apalagi Alea sudah sah menjadi istrinya.
__ADS_1
****
Jam sudah menunjukkan pukul 02.15 , di dalam perjalanan ayah terus saja cemberut bahkan Alea enggan menatap suaminya yang sedang menyetir mobil itu.
Laki-laki Davin mengingkari janjinya katanya tadi itu hanya satu ronde tapi nyatanya Davin meminta lagi dan lagi.
Harusnya mereka pulang jam 11.00 siang tadi tapi karena Davin yang sangat nakal mereka harus menundanya hingga pukul dua.
"Sayang udah dong jangan ngambek, aku kan laki laki biasa," ucap Davin menyentuh punggung tangan Alea yang berada di paha.
"Aku tahu kakak laki-laki biasa tapi kenapa Kakak nggak bisa menepati janji kakak sih. Apa belum puas 4 hari Kakak mengurung aku di kamar terus?" tanya Alea dengan kesal.
"Maaf, aku janji gak gitu lagi. Kalau gak khilaf," ucap Davin dengan senyum.
Alya yang masih itu mulai mengalihkan pandangannya keluar, sekali ia menatap Davin yang sangat omes.
Pikiran Davin sedari kemarin hanya itu-itu mulu saja, entahlah dapat turunan dari mana hingga Davin sangat mes*m dengannya. Alea juga capek digempur terus terusan, rasanya ingin tidur pun tak bisa karena Davin.
Perjalanan yang membutuhkan waktu hampir 3 jam lebih itu dipergunakan Alea untuk tidur. Rasanya lelah sekali setelah 4 hari di villa itu.
__ADS_1
Davin pun membiarkan Alea terlelap, iya tak tega melihat wajah lelah sang istri yang memang hanya istirahat sejenak dari kemarin.
Dengan lembut Davin mengelus rambut Alea yang sedang terlelap.
"Maaf membuat kamu kelelahan," ucapnya.
Kevin kembali melajukan mobilnya ke rumah utama keluarganya. Jam sudah menunjukkan pukul 5 kurang, mobil yang dikendarai oleh Davin sampai di halaman rumah keluarga besarnya.
Karena tak ingin membangunkan Alea yang sedang terlelap, Davin memutuskan untuk menggendong tubuh kecil sang istri masuk ke dalam rumah.
Mama Tiara yang sedang menggendong galaxy yang tak ingin tidur itu, kaget melihat anak sambung dan menantunya pulang padahal ini belum genap seminggu.
"Alea kenapa, Vin?" tanya Mama Tiara.
"Tidur ma."
Mama Tiara hanya menganggukkan kepalanya membiarkan Davin menggendong Alea menuju kamar mereka.
Bersambung
__ADS_1