
Happy reading
"Nak sebentar lagi kamu akan bertemu sama ibu kandung kamu. Galaksi seneng gak?" tanya Alea pada sang putra yang anteng di pangkuannya itu.
"Mama harap apapun yang terjadi nanti, kamu gak lupa sama Mama dan Papa ya, Nak. Mama sayang banget sama Galaksi," ucap Alea mengecup kepala Galaksi yang sudah ditumbuhi oleh lebatnya rambut.
Davin yang sedang menyetir mobil itu tampak tersenyum mendengar ucapan sang istri. Yah selama ini memang Galaksi sangat dekat dengan Alea hingga tak ayal Alea lebih memprioritaskan Galaksi daripada dirinya.
Hingga membuat Davin seakan mengibarkan bendera perang pada Galaksi. Tapi Davin jugba sangat menyayangi sang putra yang memang bukan darah dagingnya ini.
Hari ini gak Davin dan Alea sepakat untuk bertemu dengan Raya, mereka ingin bertemu setidaknya sekali sebelum Raya pergi ke luar negeri.
Alea ingin melihat seperti apa Ibu dari Galaksi. Yang pasti Raya adalah sosok yang cantik karena bisa melahirkan galaksi yang sangat tampan dan imut.
Kini sampailah mereka di sebuah restoran yang cukup terkenal di kota itu. Davin mengajak Alya yang sedang menggendong galaxy itu untuk turun. Tak lupa Davin membuka pintu mobil untuk sang istri, perlakuan sederhana yang membuat area merasa diperhatikan dan dicintai oleh laki-laki sehebat Davin.
Jangan dikira Davin masih menganggur setelah selesai SMA. Tanpa banyak orang tahu Davin sudah mendirikan beberapa cafe bersama teman-temannya. Dan itu baru Alea ketahui beberapa minggu sebelum mereka ujian kemarin.
"Besar banget ya restorannya, view di dalamnya juga bagus banget," ucap Alea menatap sekeliling.
__ADS_1
"Aku sudah memesan ruangan VIP untuk kita pasti Kak Raya juga sudah menunggu kita di sana. Ayo, mau gantian gendongnya?" tanya Davin yang melihat Galaksi terus menggeliat menatap sekitar.
"Gak usah kak. Aku kuat kok," ucap Alea mengelus lembut lengan Davin yang sedang memeluk pinggangnya.
Mereka berdua berjalan menuju lantai atas yang sudah dipesan Davin sejak kemarin.
Setelah sampai di ruangan yang dijanjikan, Alea dan Davin langsung masuk ke dalam ruangan itu dan Hal pertama yang kalian lihat adalah seorang wanita dengan pakaian yang sederhana tapi bisa memancarkan kecantikan dari wanita itu. Ruangan ini hanya ada wanita itu saja, dan yang pasti itu adalah Raya.
"Halo kak. Maaf udah nunggu lama," ucap Davin pada Raya.
"Santai aja Vin. Gue juga baru sampai, ini Alea dan ini pasti Galaksi ya?" tanya Raya menatap Alea dan Galaksi bergantian.
Raya tampaknya sedikit sedih karena tak bisa menyaksikan anaknya berkembang 3 bulan ini.
"Aku tahu, ayo makan. Aku sudah pesan makanan sebelum kalian datang," ucap Raya pada mereka.
Setelah mereka menyelesaikan makannya, Raya mulai membuka perbincangan mereka kali ini.
"Davin pasti sudah banyak cerita tentang aku ya, Al? Aku adalah ibu yang jahat untuk Galaksi, aku akui itu. Tapi aku tak punya pilihan lain," ucap Raya dengan sendu menatap anak yang sedang berada di gendongan Davin.
__ADS_1
"Aku hanya ingin bertemu Galaksi, sekali saja sebelum aku pergi ke luar negeri. Aku ingin mendapatkan keadilan untuk anakku, Al, Vin. Tolong jaga anakku, sayangi dia sebagaimana kamu menyayangi anak anak kalian nanti," tambahnya yang membuat Alea mengangguk.
"Mbak, sebelum itu aku cuma mau tanya kenapa Mbak harus buang Galaksi di gubuk itu? Kenapa tak mbak ajak saja menemui ayahnya," tanya Alea.
Akhirnya Raya menceritakan semua yang ada di hatinya pada mereka berdua. Tentang alasan dia bisa meninggalkan galaksi di gubuk itu.
Raya tak semata-mata meninggalkan galaksi begitu saja di sana, Saya sudah melihat Alea beberapa hari sebelum ia meletakkan Galaksi di gubuk. Hingga ada kesempatan Raya meletakkan galaksi di sana dan benar saja Alea menerima bayinya dengan lapang dada.
Hal yang kebetulan adalah di saat Davin lewat di depan gubuk itu tapi jatuh bersama motornya dan di tolong oleh Alea.
Raya bersyukur jika anaknya nanti diangkat oleh Alea dan Davin. Karena sedikit banyak, Raya juga tahu tentang Davin walau mereka tidak akrab.
Alea yang mendengarkan cerita rakyat itu hanya bisa terdiam. Iya tak menyangka jika semua ini sudah direncanakan matang-matang oleh Raya.
"Boleh aku menggendong Galaksi sebentar, aku harus take off malam ini. Dan aku ingin menciumnya untuk kali ini sebelum aku berangkat."
Davin memberikan galaksi pada Raya, dan tampaknya Galaksi juga menyukai gendongan dan tawa janda dari Raya. Mungkin bayi itu tahu jika yang menggendongnya itu adalah ibu kandungnya sendiri.
Bersambung
__ADS_1