Baby Galaksi

Baby Galaksi
Meminta Izin


__ADS_3

Happy reading


Terlihat para sahabat Davin tampak salah tingkah karena Davin keluar dari kamar. Ini semua gara gara si bocil yang tak lain adalah Arka. Sahabat Davin yang sedikit polos dan selalu menjadi prioritas sahabat sahabatnya.


"Ehh gak apa apa, Bos. Tadi kita telepon gak diangkat jadi kita mutusin buat datang ke rumah. Kata Tante Tiara kamu ada di atas ya sudah kita ke kamar sendiri," jawab Damian pada Davin.


Padahal semua itu bohong, tadi memang Tante Tiara bilang jika Davin ada di atas bersama istrinya. Dan mereka langsung saja menuju kamar bosnya. Saat ingin mengetuk pintu tiba tiba mereka mendengar suara yang sedikit tak asing bagi mereka. Tapi belum lama mereka mendengar Arka datang dengan polosnya langsung mengetuk pintu kamar yang membuat mereka mendesah pelan karena kelakuan bocil mereka.


"Kenapa?" tanya Davin dengan aura yang tak main main kali ini.


"Anu bos ada yang nantangin lu buat balapan, Bos. Anak geng Xavier," jawab Alex yang menyampaikan hal yang membuat mereka kesini.


"Xavier?" tanya Davin yang kini mulai tak seserius tadi.


"Ya bos."


"Kalian ke arena aja dulu, gue harus minta izin. Kalau dibolehin ya gue berangkat tapi kalau enggak ya, gantiin gue," jawab Davin ada sahabat sahabatnya.


"Tapi dia maunya lu bos. Hadiahnya juga gak main main, motor sport merah yang selalu dia bawa itu yang jadi taruhannya,"


"Iya nanti gue nyusul kalau udah di izinin. Lagian kalian itu ganggu banget," ujar Davin.


"Ya sudah deh, tapi awas ya bos kalau lu gak datang. Jam 11 harus udah ada di arena," ucap Louis pada sang bos.


"Iya."


Akhirnya mereka pamit pergi dari rumah itu, sedangkan Davin menormalkan dirinya dan kembali masuk ke dalam kamar. Ia melihat Alea yang sedang memberikan susu untuk Galaksi.

__ADS_1


Davin menatap jam yang ada di dinding itu, masih jam 7 lebih 15 menit. Masih sangat lama menujukkan pukul 11 malam.


"Siapa kak?" tanya Alea pada sang suami.


"Anak anak," jawab Davin yang dianggukkan oleh Alea.


"Kenapa mereka kesini? Kok Kakak gak njamu mereka?" tanya Alea.


"Udah pulang kok mereka," jawab Davin duduk di atas kasur kemudian ia menatap Galaksi yang sedang meminum susu dari botol itu.


Ia kasihan dengan anak ini, seharusnya Galaksi bisa minum ASI tapi sekarang harus minum susu formula.


Tangannya terulur untuk mengelus rambut halus sang bayi yang sudah ia anggap sebagai putranya sendiri itu.


"Sayang."


"Alea sayang."


"Iya kak."


"Kakak mau minta izin sama kamu," ucap Davin pada Alea.


"Izin apa kak?"


"Balapan," jawab Davin dengan jujur.


Ia sadar sekarang Alea adalah istrinya jadi mau kemana ia pergi ia juga harus minta izin. Tak seperti dulu saat masih bujangan.

__ADS_1


Alea dan Galaksi saat ini adalah prioritas utama Davin. Jika Alea memperolehkan maka ia akan pergi tapi jika dia tidak ya ia tak bisa membantah.


"Kapan?"


"Nanti malam jam 11," jawab Davin menatap Alea.


"Huhhh."


"Gak boleh ya?" tanya Davin.


"Enggak juga, janji kakak bisa jaga diri. Jangan kayak waktu itu, kakak bisa jatuh dari motor. Bahkan mungkin bekasnya sekarang masih ada," ujar Alea yang sebenarnya tak membatasi gerak Davin.


Tapi Alea cukup dihargai dengan Davin yang meminta izin untuk hal yang sudah biasa di lakukannya.


"Aku janji gak akan jatuh kayak kemarin, aku janji akan pulang dengan selamat," jawab Davin dengan senyum tipisnya.


"Janji ya."


"Iya janji sayang. Doakan suamimu ini supaya bisa menang," ucap Davin dan dianggukkan oleh Alea.


"Bukan balap liar kan?"


"Bukan sayang. Kita udah ada arena sendiri buat balapan, jadi gak usah khawatir ada polisii atau satpol PP."


Alea bisa tenang jika seperti ini, ia tak perlu khawatir lagi jika nanti ada polisi yang datang ke tempat mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2