
Happy reading
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 4 pagi, Alea yang terbangun itu langsung disuguhkan oleh pemandangan yang sudah tak asing lagi baginya. Dimana Davin yang sedang menyu"u pada dirinya dengan lahapnya padahal laki laki itu sedang tidur.
Puk puk puk
"Kak Davin, bangun dulu yuk. Sholat subuh habis itu belajar, kan hari ini kita ujian," ucap Alea menepuk pipi Davin dengan lembut.
Davin yang terganggu itu langsung membuka matanya. Kemudian melingkarkan tangannya di perut Alea seraya menyu*u kembali layaknya bayi.
"Ahh Kak. Udah dulu ini mau bangun, nanti Galaksi bangun lagi," ucap Alea dengan lembut mengangkat kepala Davin.
"Sayang, aku masih ngantuk. Belajarnya nanti aja pas di sekolah," jawab Davin tak mau melepaskan pelukannya dari Alea.
"Gak ada ngantuk ngantuk, sekarang bangun dan ambil wudhu."
Alea melepaskan pelukan itu kemudian mengancingkan baju tidurnya dan turun dari kasur. Davin yang sudah membuka matanya itu menatap kesal ke arah Alea. Kan ia belum puas menyu*u.
__ADS_1
Akhirnya Davin ikut turun dari kasur dan menghampiri sang putra yang masih terlelap. Tak biasanya Galaksi masih tidur di jam segini.
Cups
"Siapapun kamu, kamu tetaplah anak Mama dan Papa."
Sebenarnya Davin sudah mengetahui siapa Galaksi, dan apa motif Galaksi di tinggal di gubuk saat itu. Tapi Davin tak mau memberitahukan hal ini pada Alea dulu, setidaknya sampai mereka selesai ujian.
***
Setelah selesai melakukan salat subuh berjamaah Alea dan Davin melanjutkan untuk belajar walau hanya beberapa menit.
"Gak tahu, mungkin gak kuliah. Aku mau jaga Baby Galaksi aja di rumah," ucap Alea seraya membuka buku buku catatannya.
Davin yang mendengar itu menggelengkan kepalanya pertanda ia tidak menyetujui apa yang diinginkan oleh Alea.
"Kamu harus kuliah sayang. Sebenarnya aku gak apa apa kamu gak kuliah. Tapi disini masalahnya kamu adalah menantu dari keluargaku sayang. Semua orang tahu siapa keluarga Papa dan juga Mama, setidaknya sampai kamu lulus S1."
__ADS_1
"Kalau masalah Galaksi kan kita bisa gantian, atau kalau kamu khawatir Galaksi kenapa napa. Kita bisa titip sebentar sama Mama. Lagian kuliah gak full seharian," ucap Davin yang membuat Alia menghentikan belajarnya.
Alea tampak menimbang lagi apa yang dikatakan oleh Davin. Memang benar keluarga Davin adalah keluarga yang terpandang karena kekayaan yang dimilikinya. Mungkin status sosial dan juga pendidikan dari menantu juga menjadi omongan dari orang orang nanti.
Walaupun Davin dan keluarganya tidak mempermasalahkan tentang pendidikan Alea. Tapi tetap saja kehidupan sosial di negara itu masih sangat kental akan cibiran.
"Gitu ya kak."
"Heem."
"Tapi kakak juga gak akan maksa kamu buat kuliah. Kakak hanya bilang alangkah baiknya kamu kuliah sayang, ya kita gak tahu apa yang akan terjadi kedepannya. Dengan memiliki ijazah S1 kamu bisa bekerja nanti jika kamu mau. Kalau enggak ya di rumah aja urusan aku dan anak anak kita nanti. Ijazah yang kamu dapat dibuat pegangan aja nanti," jawabnya dengan lembut.
Jangan kalian pikir Davin dari tadi belajar, laki-laki itu asyik bermain HP sesekali melihat buku catatan yang bahkan itu milik Alea.
"Iya deh nanti aku pikirin. Lagian ini ujian aja belum," jawabnya dengan senyum.
Memang sih kepingan Alea untuk kuliah sedari dulu besar. Tapi mengingat sekarang ia sudah memiliki Galaksi ia tak bisa egois begitu saja.
__ADS_1
Davin mengangguk dan meletakkan kepalanya di bahu Alea yang fokus kembali pada buku buku catatan itu.
Bersambung