
Happy reading
Setelah menyelesaikan makan bersama Papa kevin meminta anak dan menantu serta cucunya agar menginap saja. Apalagi Arsen yang merengek pada Alea agar mereka tidur di rumah ini dan ia ada temannya.
Davin menatap Alea yang sedang memangku Galaksi yang memang sudah bangun dari tidurnya.
Alea yang merasa ditatap itu langsung menatap sang suami. Dengan gerakan pelan Alea mengangguk dengan senyum tipis.
"Alea dan Davin menginap di rumah ini untuk sementara. Tapi nanti kita akan pindah ke apartemen Davin," jawab Davin yang membuat mereka tersenyum.
Akhirnya Davin bisa tinggal bersama mereka lagi, karena memang semenjak Papa Kevin menikah Davin sangat jarang menginap di rumah ini. Paling paling hanya berapa jam saja habis itu pergi.
"Syukurlah kalau kalian mau menginap," ucap Papa Kevin.
"Hmm."
"Davin, ada yang ingin papa bicarakan sama kamu. Bisa ke ruang kerja Papa?" tanya Papa Kevin pada Davin. Davin mengangguk entah apa yang ingin dikatakan oleh sang papa nanti.
"Al, aku ke ruangan Papa dulu ya," ucap Davin dan dianggukkan oleh Alea.
Kemudian mereka berjalan menuju ruang keluarga sang Papa meninggalkan Alea dan Galaksi disana.
__ADS_1
"Yah tinggal kita berdua sayang disini," ujar Alea pada sang bayi yang hanya bisa tersenyum memperlihatkan gusi merahnya.
Alea menatap kalung yang dipakaikan keleher Galaksi. Kalung yang memiliki bandul huruf G yang dia temukan di keranjang kemarin.
"Sebenarnya siapa kamu sayang? Gak mungkin kamu orang gak punya sayang. Kamu aja punya kalung cantik seperti ini, dan aku yakin ada sesuatu di balik kalung kamu ini."
Ale terus berbicara dengan Galaksi, tanpa ada jawaban dari sang bayi selain suara eeek ekk ekk dari Galaksi.
"Loh sayang kok kamu sendiri, Papa sama Davin mana?" tanya Mama Tiara pada Alea.
"Papa sama Kak Davin lagi ada di ruang kerja Papa. Gak tahu mau ngomong apa. Ngomong ngomong Mama sama Arsen mau kemana?" tanya Alea pada Mama dan adik iparnya.
Alea yang mendengar itu langsung mengangguk.
"Alea boleh ikut gak Mah? Bosen juga kalau sendiri di rumah ini. Apalagi Kak Davin lagi ada urusan sama Papa."
"Boleh aja, lagian masjidnya gak jauh kok dari sini. Ayo sekalian jalan jalan sore sama Galaksi."
Alea mengangguk dan ia mulai mengambil troli yang ada di sana. Tak lupa Alea mengambil kebutuhan Galaksi nanti dan juga ia memakai satu hijab berwarna hitam miliknya.
Sedangkan Mama Tiara menitip pesan pada bibi jika ia dan Alea pergi mengantar Arsen ngaji.
__ADS_1
Keduanya berjalan meninggalkan rumah besar itu menuju masjid tepat Arsen mengaji. Hanya butuh 5 menit untuk sampai di masjid itu.
Walau mereka orang berada tapi Mama Tiara menanamkan nilai keagamaan pada anak sambungnya ini. Karena saat masih muda mereka bisa banyak menyerap pelajaran yang diberikan daripada nanti saat sudah dewasa. Selain itu Arsen juga akan mendapatkan banyak teman di masjid itu.
"Kamu gak apa apa kan kalau jalan kaki?" tanya Mama pada sang putri yang sedang mendorong troli.
"Gak apa apa Mah, lagian sore sore begini seger kalau jalan jalan di taman kayak gini," jawab Alea pada Mama mertua.
Arsen yang sudah berada di depan itu langsung pamit karena melihat teman teman mengajinya ada di depan.
"Arsen sudah lama mengaji Ma?"
"Sejak berberapa bulan yang lalu, Mama mau anak itu menjadi anak yang baik dan sopan. Agar kelak ia bisa mendoakan orang tuanya dan menjadi jalan orang tuanya ke surga," jawab Mama Tiara dengan tulus.
"Walau Mama bukan orang yang paham agama, tapi Mama ingin anak anak paham agama walau sedikit," ucap Mama Tiara dengan senyum.
"Kenapa gak di pesantren aja?" tanya Alea.
"Mama gak sanggup pisah sama Arsen, dia anak Mama yang paling pengertian."
Bersambung
__ADS_1