Baby Galaksi

Baby Galaksi
Papa Arsa


__ADS_3

Ting! Tong!


Hari sudah siang, dan Davin belum pulang dari kafénya. Alea yang sedang bermain dengan Galaksi di ruang tamu langsung membuka pintu utama.


Cletak


"Lho, Papa!" Alea kaget saat melihat ayah kandungnya di depannya. Tidak biasanya ayahnya datang ke rumah.


Tapi Alea tetap sopan menyalami ayahnya dan diikuti oleh Galaksi yang tampak lucu berdiri di samping Alea.


"Kekek," ucap Galaksi setelah menyalami Papa Alea. Papa Arsa tersenyum kemudian mengelus lembut.


"Galaksi udah besar ya," ucap Papa Arsa dengan senyum. Lalu ia menggendong Galaksi, yang dengan senang hati menikmati digendong oleh sang kakek.


"Iya, kakek," jawab Galaksi.


"Galaksi, ayo turun nak. Kasihan kakek nanti lelah," ucap Alea pada Galaksi.


"Gak apa-apa," ucap Papa Arsa tetap menggendong cucu pertamanya.


Akhirnya, Alea pasrah kemudian mengajak sang papa untuk masuk. Sedikit cerita tentang keluarga Alea saat ini, mama tirinya dan Papa Arsa sudah bercerai karena Papa Arsa mengetahui istri dan anak tirinya sedang berpesta se*s di rumah mereka. Yang tak lain adalah rumah Alea, dan nanti itu semua akan menjadi milik putri kandungnya.


Kejadian itu terjadi pada tahun kedua pernikahan Alea dan Davin. Alea tidak tahu bahwa kebusukan itu terbongkar juga karena campur tangan Davin yang tak ingin istrinya terzolimi oleh orang tua tirinya.

__ADS_1


"Papa mau minum apa?" tanya Alea pada sang Papa.


Walau hubungan keduanya tak sehangat dulu saat mama kandung Alea masih ada, Alea tetap menyayangi sang papa dengan tulus dan sopan.


"Apa saja, Nak."


Alea mengangguk kemudian segera membuatkan minuman untuk sang papa. Sedangkan Galaksi diserahkan ke Papa Arsa.


Tak lama Alea kembali dengan segelas kopi dan langsung menaruhnya di atas meja.


"Galaksi, sini sama Mama, capek nanti kakekmu," ucap Alea, tidak tega melihat sang papa yang sudah tua harus memangku cucunya.


Galaksi yang seolah-olah tahu titah sang ibu langsung turun dari pangkuan sang kakek dan duduk di sebelah sang ibu.


"Kakek, udah tua ya ma. Makanya capek," ucap Galaksi dengan gaya lucunya.


"Siapa yang bilang begitu?" tanya Alea tidak enak hati pada sang papa.


"Papa," jawab Galaksi jujur.


Memang Davin yang mengajari sang anak bahwa kakek adalah orang yang mudah lelah karena sudah tua.


"Dasar Kak Davin buat orang malu saja," batin Alea.

__ADS_1


"Maaf, ya Pah. Mungkin Kak Davin hanya bercanda," ucap Alea yang masih merasa tidak enak pada sang papa.


Papa Arsa tertawa dengan khas kakek-kakek, memang tak ada salahnya jika Galaksi mengatakan jika dia sudah tua, karena memang itu kenyataannya.


"Tidak apa-apa. Papa memang sudah tua," jawab Papa Arsa sambil tersenyum.


Beberapa saat kemudian, mereka terdiam di ruang tamu itu. Papa Arsa lalu membuka pembicaraan lagi, yang bertujuan untuk menyampaikan suatu hal kepada Alea.


"Papa datang untuk menyampaikan sesuatu padamu, Al."


Alea yang tidak mengerti hanya bisa mendengarkan apa yang dikatakan oleh sang papa.


Papa Arsa mulai mengeluarkan surat-surat yang dibawanya dari rumah. Kemudian ia mengatakan bahwa itu adalah hak kepemilikan untuk Alea, karena Alea adalah anak satu-satunya Papa Arsa dan seluruh harta kekayaan Papa Arsa akan menjadi milik Alea.


"Pah, Papa masih sehat. Mengapa malah mengurus surat-surat seperti ini? Alea merasa tidak suka dengan hal ini, seolah-olah Papa ingin pergi ke mana-mana," ujar Alea dengan tegas.


Wanita hamil itu kelihatan tidak menyukai apa yang dilakukan oleh sang papa. Karena Papa Arsa masih sehat-sehat saja, tapi mengapa ia malah sibuk urus-urus warisan seperti ini. Jujur, Alea tidak suka, walaupun nantinya harta itu akan menjadi hak anaknya.


"Papa sudah tua, Nak. Papa ingin menikmati masa tuanya dengan bersantai. Kamu juga sudah lulus kuliah, tidak ada salahnya kamu belajar," ucap Papa Arsa dengan senyum manisnya, Papa Arsa tahu bahwa Alea pasti akan menolak.


"Alea tidak bisa menerima ini tanpa persetujuan dari Davin. Dia adalah suami aku saat ini," ucap Alea yang dianggukkan oleh sang papa.


Papa Arsa berharap menantunya bisa menerima apa yang sudah ia siapkan ini.

__ADS_1


Bersambung.



__ADS_2