
Happy reading
Hari hari berlalu begitu saja tak terasa ujian sekolah sudah usai. Beban yang semula sangat berat dipundak masing masing itu langsung hilang begitu saja. Bahkan di saat saat seperti ini waktu yang tepat untuk coret coret baju begitupun dengan Alea.
Tampak mereka saling memberi tanda tangan di baju putih itu.
"Woy jangan di situ, entar pawangnya marah," ucap Sisi pada Ikbal yang hendak menandatangani baju bagian dada Alea.
"Aelah padahal gue juga mau tanda tangan disana," cemberut Ikbal menandatangani baju Alea di punggung.
"Sorry ya bal. Orangnya udah disana, nanti marah lagi."
Ucap Alea menujuk Davin yang bajunya masih bersih, tanpa coretan satupun. Alea bingung apa gak ada yang nandatangani baju suaminya. Padahal fans suaminya itu kan banyak.
"Sellow aja, gue mah udah biasa."
Ikbal menatap Davin yang datang dengan wajah datarnya. Kemudian ia tersenyum tipis pada Davin.
"Gue gak ngapa ngapain Bu bos kok. Tenang aja, cuma tanda tangan doang. Tatapannya itu loh kayak mau makan orang di Bos," ucap Ikbal.
"Bos mau minta tanda tangan," ucap Ikbal memberikan spidol permanen pada Davin.
__ADS_1
Davin mengambilnya kemudian memberikan tanda tangan palsu pada baju Ikbal. Tanda tangannya memang sangat privasi untuknya, karena bisa saja tanda tangan itu dibuat hal yang tidak tidak.
"Thank bos."
"Sana lu, gue mau bicara sama pacar gue," usir Davin yang membuat Alea menggelengkan kepalanya.
Setalah Ikbal dan Sisi pergi dari dua pasutri itu, Davin dan Alea langsung memberikan spidol masing masing.
"Kakak dulu yang tanda tangan baju aku," ucap Alea dengan senyum.
"Sesuai request kakak tadi pagi kan," ujar Davin maju dan memberikan dua tanda tangan tepat di dua dada Alea.
"Empuk yank."
"Sekarang tanda tangan baju aku."
"Tumben masih kosong?"
"Cuma buat kamu," jawab Davin.
Alea memberikan tanda tangannya di baju Davin yang sangat bersih.
__ADS_1
"Makasih sayang."
"Sama sama Kak."
"Habis ini jalan bentar yuk. Galaksi tadi udah di jemput Mama. Dan malam ini kita nginep di rumah utama," ucap Davin menggandeng tangan Alea meninggalkan kerumunan siswa itu.
Tak ayal banyak yang itu dengan posisi Alea yang digadang gadang akan menjadi nyonya Davin. Walau kenyataannya sudah menjadi nyonya Davin sejak 3 bulan lalu.
Mereka berdua memasuki mobil sport yang dibawa Davin tadi. Katanya malas jika ada laki laki yang melihat kaki jenjang Alea yang terekspos.
Setalah mereka berdua masuk ke dalam mobil, Davin langsung menjalankan mobilnya menuju ke suatu tempat.
"Kak, emang gak ada yang mau tanda tangani baju Kakak ya? Ini bersih banget loh," ucap Alea memengan baju seragam Davin.
"Banyak sih, tapi akunya yang gak mau. Aku mau cuma tanda tangan kamu di baju aku. Dan yah, cuma baju kamu yang aku kasih tanda tangan asli," jawab Davin menggenggam tangan Alea kemudian mengecupnya.
Alea yang hampir tiap hari di kecup tangannya itu sudah tak kaget lagi.
Mobil itu melewati hitam hutan yang sama sekali belum Alea tahu. Alea bingung karena suaminya ini tak memberitahu ingin kemana.
"Kaka kita mau kemana sih? Kayaknya Alea gak pernah lewat kesini," ucap Alea dengan nada bingungnya.
__ADS_1
"Ke suatu tempat sayang. Nanti kamu juga bakal tahu, ini kejutan buat kamu," jawabnya dengan senyum.
Bersambung