Baby Galaksi

Baby Galaksi
Mama Tiara


__ADS_3

Happy reading


Berbeda dengan Davin dan Alea yang ingin pulang karena kakinya mati rasa itu.


Di rumah Mama Tiara sibuk dengan baby Galaksi dan Arsen yang harus diperhatikan olehnya.


Mama Tiara menatap baby Galaksi yang sedang tersenyum padanya. Galaksi hanya sekali menangis tadi pagi saat ditinggal sekolah Mama dan Papanya.


"Cucu Oma lagi bayangin apa sampai senyum senyum gini?" tanya Mama Tiara pada Galaksi.


Arsen yang hari ini juga libur sekolah TK itu hanya bisa menatap Galaksi dan Mamanya.


"Sayang, sini kamu gak mau main sama Adek hmm?" tanya Mama pada Arsen yang sedang berlarian ke sana ke sini mengejar kucing yang baru berberapa hari lalu dibeli suaminya itu.


Arsen berjalan menuju Mamanya dan meninggalkan kucing anggora berwarna putih itu.


"Mama kapan Arsen punya adik dari Mama?" tanya Arsen pada Mama sambungnya. Anak laki laki itu cukup pintar mengetahui jika Mama Tiara adalah ibu sambung buka ibu kandungnya. Dan juga Galaksi yang bukan anak kandung dari kakaknya.


"Arsen mau adik dari Mama?" tanya Mama Tiara pada Arsen. Wanita berusia 30 tahun itu mengangkat tubuh Arsen ke kasur agar anak itu bisa melihat Galaksi yang sedang memainkan tangannya.


"Mau Ma. Karena Adek Galaksi kan pasti gak akan disini terus, pasti kakak bawa Adek Galaksi ke rumah kakak sendiri kan?"


Mama Tiara hanya tersenyum mendengar itu. Hanya Arsen yang menerima dirinya dengan tulus. Sedangkan Davin tak akan pernah bisa menerima dirinya.


Mama Tiara mengelus rambut Arsen yang belum dicukur lagi.


"Doakan saja ya, supaya Mama cepat mengandung dan kamu punya teman main di rumah ini," jawab Mama Tiara dengan senyum manisnya.


Sebenarnya ia juga menginginkan anak dari suaminya. Apalagi usia pernikahan mereka sudah memasuki 5 bulan. Mama Tiara hanya ingin ia memiliki anak kandung, karena itu adalah keinginannya sejak lama. Meski begitu ia tak akan melupakan anak anak sambungnya dan juga merebut hati Davin selaku anak sambung.


"Arsen selalu mendoakan Mama dan Papa serta kakak jika habis sholat karena kata pak ustadz anak itu harus mendoakan keluarganya dengan yang baik baik," jawab Arsen dengan senyum manisnya.


"Jangan lupa doakan Mama Mariana yang sudah tenang di atas sana ya sayang. Karena dia juga memerlukan doa dari anak sholeh seperti kamu."


Arsen mengangguk dan membaringkan tubuhnya di kasur itu. Kemudian menghadap ke bayi yang masih sangat kecil itu. Ingin sekali ia menggendong bayi itu tapi ia sadar ia belum sekuat itu dan juga tulang bayi Galaksi belum masih rapuh. Ia tak mau terjadi apa apa pada adik Galaksinya ini.


Mama Tiara mengelus rambut Arsen yang wangi bayi itu dengan lembut. Sungguh ia sangat menyayangi anak angkatnya ini. Tapi ia masih memiliki ketakutan pada Davin semoga nanti Davin bisa menerimanya.

__ADS_1


Drrttt


Suara ponsel yang berbunyi itu langsung membuyarkan lamunan dari Mama Tiara.


"Siapa Ma?" tanya Arsen pada sang Mama.


"Papa sayang," jawab Mama Tiara mengangkat panggilan video dari suaminya.


"Assalamu'alaikum Mas," salam Mama Tiara.


"Wa'alaikumsalam istrinya Mas," jawab Papa Kevin dengan senyumnya. Laki laki berusia 40 tahun itu berasa muda lagi jika bersama sang istri yang masih berusia 30 tahun itu.


"Ada apa Mas?" tanya Mama Tiara masih dengan mengelus rambut Arsen.


"Gak apa apa, Mas cuma mau bilang Mas nanti pulang awal. Kamu mau masakin cumi pedas manis gak sayang? Mas lagi pengen makan itu," jawab Papa Kevin yang membuat Mama Tiara mengangguk.


"Iya nanti, Tiara masakin ya."


Papa Kevin tersenyum mendengar itu, rasanya ia ingin segera pulang dan makan makanan yang sudah sejak tadi ia inginkan itu.


"Anak-anak mana sayang?" tanya Papa Kevin pada sang istri.


"Arsen sudah makan dan minum obat kan sayang?" tanya Papa.


"Sudah mas, kamu tanya sendiri gih sama anaknya," ujar Mama memberikan ponsel mahal itu pada Arsen.


"Udah papa, Arsen udah makan sama minum obat. Tadi Mama masak bubur ayam enak banget jadi sekarang Arsen sudah kenyang dan rasanya ngantuk," jawab Arsen dengan jujur.


"Ya sudah kalau begitu tidur ya sayang, papa gak mau kamu sakit lagi ya. Kasihan Mama kamu nanti nangis lagi kalau kamu sakit."


"Iya Pah. Arsen janji gak akan sakit lagi dan gak akan buat Mama dan Papa khawatir lagi," jawab Arsen dengan senyum.


Mama Tiara yang mendengar Arsen mengantuk itu langsung memposisikan tubuh anak itu dengan nyaman di samping Galaksi.


"Bobok ya sayang, dari tadi kamu belum tidur siang. Apalagi setelah minum obat tadi," bisiknya pada Arsen.


Cups.

__ADS_1


"Makasih selama ini Mama sudah menjadi Mama yang baik untuk Arsen," jawab Arsen mengecup pipi sang Mama.


Papa Kevin yang melihat istrinya di kecup sang putra itu hanya bisa menahan kesal. Sejak menikah memang Papa Kevin sangat protektif pada sang istri, apalagi anak bungsunya itu yang sering memonopoli istrinya.


Ponsel itu sudah beralih ke tangan Mama Tiara, selimut itu juga sudah di pasang ke tubuh Arsen agar anak laki laki itu tak kedinginan.


"Sama sama sayang, Mama mana yang gak sayang dan baik sama anaknya hmm?" tanya Mama Tiara pada sang putra.


"Hehhe."


Tak lama setelah itu, Arsen sudah terlelap dengan nyaman dengan tangan yang memeluk lengan Mama Tiara. Hingga mau tak mau Mama Tiara juga harus terbaring di sana.


"Eekk eekk."


"Kenapa sayang? Mau dipeluk juga?" tanya Mama Tiara pada bayi mungil itu. Kemudian Mama Tiara memeluk tubuh mungil itu dengan lembut.


Tampak bayi laki laki itu tersenyum pada Mama Tiara hingga membuat Mama Tiara juga ikut tersenyum.


"Sehat sehat ya sayang sayangnya Mama."


Tanpa Mama Tiara sadari, sedari tadi panggilan Video tadi belum terputus dan juga Davin dan Alea sudah berada di balik pintu.


Davin sengaja ingin melihat apa yang dilakukan ibu sambungnya itu pada anak dan adiknya.


"Kamu masih belum bisa menerima Mama Tiara ya kak?" tanya Alea yang sadar dengan ekspresi sang suami.


"Sulit buat kakak untuk menerima dia, Al. Walau sikapnya baik pada kami."


Alea mengelus punggung tangan Davin dengan lembut. Kemudian ia tersenyum lembut.


"Coba deh kakak terima Mama Tiara dengan pelan, ingat kak Arsen juga butuh sosok ibu. Papa Kevin juga butuh istri untuk menemaninya di hari tua," ujar Alea tersenyum manisnya.


"Suatu saat nanti kalau aku udah gak ada, pasti kakak juga akan merasakan apa yang dirasakan oleh Papa."


"Aku gak mau nikah lagi. Dan aku juga gak mau cinta Papa pada Mama terbagi, Al."


"Ayah pasti tak akan bisa menghapus nama wanita yang sudah menemaninya dari dulu. Apalagi sampai mempunyai 2 anak. Kalian punya porsi masing masing di hati Papa."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2