
Happy reading
Kini mereka semua sudah ada di ruang makan untuk menikmati makan siang mereka. Atau bisa dibilang makan siang menjelang sore.
Papa Kevin, Mama Tiara, Arsen, Alea, dan Davin sudah berkumpul. Sedangkan Galaksi berada di kamar bersama bibi.
Papa Kevin menatap anggota keluarganya yang ada di meja makan. Ini pertama kalinya mereka makan bersama sebagai keluarga, karena biasanya Kevin akan meninggalkan meja makan sebelum ibu tirinya datang.
"Ini semua Mama yang masak?" tanya Papa menatap makanan kesukaan anaknya dan juga makanan yang tadi ia pesan pada istrinya.
Padahal Papa Kevin tahu jika sang istri dan menantunya yang masak ini semua makanan ini. Tapi ia hanya ingin mendengar dari mulut sang istri sendiri.
"Enggak khusus yang ayam kecap kesukaan Davin. Alea yang masak, Mama udah icip tadi. Dan rasanya enak banget, Papa juga wajib coba masakan mantu kita," jawab Mama Tiara yang membuat Alea malu.
"Wah mantu papa ini pinter masak ternyata. Mama juga pintar masak," ucap Papa menerima nasi yang diambilkan oleh sang istri.
"Masih belajar, Pah. Mama Tiara yang pinter masak, enak enak masakannya," jawab Alea dengan malu. Ia tak mau terlalu banyak dipuji hanya karena masakan saja.
Alea juga mengambilkan makanan untuk suaminya. Kata Mama Tiara, Davin menyukai Ayam kecap.
__ADS_1
"Kak ayam kecap makanan kesukaan kakak kan?" tanya Alea mengambilkan makanan untuk sang suami.
"Kamu tahu?"
"Dari Mama Tiara," jawab Alea dengan tipis.
Davin tersenyum mendengar itu hal itu, kemudian ia mengucapkan terima kasih pada sang istri.
Mama dan Papa yang melihat interaksi mereka itu tersenyum. Apalagi Mama Tiara yang belum pernah makan bersama dengan putra sambungnya yang satu ini.
"Ini tambah lagi ya, coba cumi buatan Mama."
"Sama sama kamu juga anak Tante," jawab Mama Tiara dengan lembut mengelus rambut sang putra.
Kemudian ia melayani putra kecilnya yang sedang meminta cumi dan ayam. Karena memang anak itu tak sampai untuk mengambil lauk yang ada disana.
Mereka melakukan makan bersama dengan hikmat, tak ada lagi drama Davin yang menolak Mama Tiara dan pergi sebelum makan. Kadang kadang malah Mama Tiara yang sengaja tidak turun dari kamar hanya untuk menunggu anak sambungnya itu makan.
Dan semua itu tak luput dari perhatian Papa Kevin, bahkan Arsen yang notabene adalah adik dari Davin itu tahu apa yang dilakukan sang ibu sambung.
__ADS_1
"Ma, Arsen tambah cuminya. Enak," minta Arsen memperlihatkan cumi yang tadi ada di piringnya sudah habis sedangkan ayamnya tinggal sedikit.
Mama Tiara langsung mengambilkan untuk sang putra, tak lupa juga Mama Tiara memberikan sayur untuk sang putra.
"Arsen kan udah bilang, Arsen gak suka sayur," cemberut Arsen saat potongan wortel dan kol ada di piring cantiknya. Piring yang selalu digunakan Arsen saat makan bersama. Pokonya Arsen jika makan harus ada piring bergambar tayo kesukaannya itu.
"Sayur itu sehat buat kamu sayang, apalagi dalam masa pertumbuhan kamu. Mama mau kamu sehat selalu dan tubuh dengan bagus, kayak kak Davin," bujuk Mama Tiara yang membuat Davin seolah tahu kebaikan sang ibu tiri saat ini.
"Kamu juga Vin, kamu harus banyak makan sayur biar tetap sehat."
"Iya Tante."
Alea yang melihat itu tersenyum, ia akan berusaha membuat hubungan anak dan ibu sambung ini membaik. Alea tak sekejam itu jika harus mengadu domba mereka.
Makan bersama pertama kali yang Alea rasakan setelah ia sudah menjadi suami Davin. Ia bahagia karena berada memiliki keluarga baru. Karena setelah ayahnya menikah ia serasa sudah tak memiliki keluarga.
"Ya Allah jangan renggut kebahagiaanku ini," batin Alea dengan senyum manisnya menatap mereka.
Bersambung
__ADS_1