Baby Galaksi

Baby Galaksi
Berlalunya Waktu


__ADS_3

Happy reading


Tak terasa 3 bulan berlalu begitu saja, hubungan Davin dan Alea juga sudah sangat baik walau masih banyak para wanita yang menginginkan Davin.


Para siswa juga sudah mengetahui jika Davin dan Alea menjalin hubungan. Hal itu membuat Davin harus ekstra dalam menjaga Alea.


Hubungan Davin dengan Mama Tiara juga sudah membaik bulan bulan ini. Davin sudah mau memanggil Mama Tiara dengan kata Mama.


Dan ada satu kabar gembira lagi untuk mereka yaitu Mama Tiara yang sudah mengandung buah hati pertamanya dan anak ketiga dari Papa Kevin. Mama Tiara selalu diperlakukan papa Kevin layaknya ratu. Karena mereka semua menginginkan anak dan adik perempuan tapi apapun nanti hasilnya mereka akan menerimanya dengan lapang dada. Kan itu juga adik mereka.


Baby Galaksi juga sudah berusia 3 bulan, bayi itu sudah bisa membuka tangannya dan juga memasukkan jempolnya ke mulut. Yang kadang kadang membuat Alea khawatir jika anaknya itu sakit jika memasukkan tangan ke mulut apalagi tangan Galaksi belum tentu bersih.


Ceklek


"Holee papa pulang," ucap Alea pada Galaksi yang sedang menggenggam mainan nenek itu.


"Gimana Kak?"


"Buntu sayang," jawab Davin dengan senyum mengecup kening Alea kemudian hendak mencium Galaksi tapi di tahan oleh Alea.


"Kenapa yank?"


"Mandi dulu, kamu habis dari luar nanti Galaksi kena Virus yang kamu bawa," ucap Alea mendorong Davin ke kamar mandi.

__ADS_1


Davin baru saja mengejar seorang yang memata matai mereka. Bahkan seluruh anak geng motor Davin juga dikerahkan untuk mencari orang itu tapi hasilnya nihil. Buntu, Davin tak tahu siapa orang itu. Tapi ini bukan kali pertamanya mereka merasa dimata matai.


"Cium dikit aja elah sayang," ucap Davin ingin mencium Galaksi.


"Mandi dulu yang bersih."


Blam


Pintu kamar mandi di tutup oleh Alea, kemudian gadis itu berjalan menuju ranjang dan menghampiri sang bayi.


"Papa kamu bandel ya nak. Masa masih kotor mau cium kamu," ucap Alea mengangkat tubuh Galaksi yang makin montok diusianya yang sudah 3 bulan. Tulang lehernya juga sudah bisa tegak hingga bayi itu menolehkan kepalanya jika digendong.


"Cuuuu."


"Galaksi mau susu nak?" tanya Alea yang mendapat jawaban senyum dari Galaksi.


Alea mengambil susu yang ada dibalas itu kemudian memberikan pada Galaksi.


Dengan adanya Galaksi, Alea jadi makin siaga dengan adanya sekitar. Ia tak mau anaknya ini sampai kenapa napa karena ia lalai.


Apalagi saat Davin memutuskan untuk tinggal di apartemen mewah itu. Hingga ia tak mau sampai kenapa napa pada anaknya.


Sebenarnya Baby Galaksi memiliki baby sitter dan juga pembantu di apartemen itu tapi jika dia dan Davin di rumah Baby Galaksi akan bersama dirinya.

__ADS_1


"Lucunya anak Mama," ucap Alea mencium pipi Galaksi yang mengembung karena minum susu itu.


"Anak Papa juga," tambah Davin memeluk perut Alea.


Alea yang merasa perutnya di peluk itu langsung diam. Tangan Davin terasa dingin di perutnya yang hanya memakai kaos tipis.


Cups.


"Kak, jangan gini. Galaksi bisa menangkap apa yang kita lakukan," ucap Alea melepaskan pelukan Davin.


"Cuma cium pipi kok sayang. Lagian kamu kalau di cium bibir masih suka malu hingga berakhir selimut itu menutup tubuh kamu," jawab Davin dengan senyum menggoda sang istri.


Yah selama 3 bulan ini, Davin sudah memastikan rasanya pada Alea dan ya ia jatuh cinta secepat itu pada gadis yang menjadi istrinya selama 3 bulan ini.


"Besok kita udah ujian loh, kak. Terus Galaksi gimana?"


"Kan ada Baby sitter sayang. Walau kita gak bisa kayak biasanya jaga Galaksi kita masih bisa pantau dia. Lagian ujian cuma 8 hari aja kok, gak akan ngurangin waktu kita sama Galaksi."


Alea hanya mengangguk kadang ia rasa bersalah karena ia meninggalkan Galaksi yang masih bayi ke sekolah. Walau sudah ada baby sitter tapi tetap saja ia sedikit resah.


"Masih siang yank, gimana kalau kita nyicil buat adik untuk Galaksi?"


Bluss

__ADS_1


"Kak."


Bersambung


__ADS_2