
Happy reading
Pagi pagi Davin sudah dikejutkan dengan tidak adanya Alea di sampingnya. Laki laki yang masih polos dengan langsung menyambar celana pendeknya dan memakainya.
Davin berjalan menuju kamar mandi kemudian melakukan ritual mandinya. Menghilangkan bau bau percintaannya dengan Alea tadi malam.
Setelah selesai mandi Davin langsung berjalan menuju lemari dan mengambil celana pendeknya. Tak lupa ia menyemprotkan parfum pilihan Alea ke tubuhnya. Parfum yang sangat ia sukai sejak saat dipilihkan oleh sang istri.
Tanpa memakai kaos, Davin berlalu keluar dari kamar dan tujuan utamanya adalah dapur. Biasanya setiap pagi Alea akan di dapur membuat sarapan untuknya.
Dan benar saja Alea sedang berada di dapur memakai kemeja miliknya yang ada di lemari. Pikir Davin Kenapa Alea memakai baju itu, tapi ia tak mengambil pusing. Davin berjalan menuju Alea dengan langkah pelan hingga tak menimbulkan suara.
Untungnya tidak ada bibi yang biasa memasak untuk mereka pagi ini.
Dengan pelan Davin memeluk Alea dari belakang hingga membuat gadis itu terkejut karena tiba tiba ada ada tangan kekar memeluk perutnya.
"Sayang masak apa?" tanya Davin pada Alea dengan lembut.
"Nasi goreng aja, soalnya bibi gak bisa masak buat sarapan kita. Suaminya sakit katanya, jadi aku yang masak buat kamu," jawab Alea dengan senyum seraya mengaduk aduk nasi yang ada di atas kompor itu.
Alea tak merasa risih walau dipeluk dari belakang oleh suaminya. Karena memang mereka sudah terbiasa apalagi Davin yang hampir setiap pagi memeluknya saat dia masak.
__ADS_1
"Kita masih lama ya disini?" tanya Alea pada Davin.
"Kenapa?" tanya Davin pada Alea.
"Kangen Galaksi," jawab Alea memberikan potongan telur itu pada Davin dan langsung dimakan oleh Davin.
"Hufftt besok lusa kita pulang ya, aku juga sudah kangen sama dia," jawabnya dengan santai. Karena sejujurnya Kevin juga sudah merindukan anak laki-lakinya itu.
Alya yang mendengar ucapan sang suami itu tersenyum senang karena ia bisa cepat pulang dan memeluk Putra gembul itu.
Walaupun masih 3 bulan tapi pipi Galaksi sudah sangat cubby. Bahkan menjadi sasaran orang orang jika di bawa keluar rumah.
Tak sampai 20 menit akhirnya nasi goreng buatan Alea sudah jadi. Ayah menata nasi goreng itu ke dalam piring tak lupa menambahkan sosis dan juga telur goreng di atasnya.
Dulu sebelum mereka menikah setiap paginya Davin akan makan makanan dari cafe ataupun makan di kantin sekolahan.
Tapi saat ini ia sudah tak lagi melakukan hal itu karena setiap pagi sudah ada yang memasakkan dirinya.
"Ayo makan."
Kevin menatap sepiring nasi goreng yang sedikit beda dari biasanya di mana Alea menambahkan saus yang berbentuk love di sisi piring.
__ADS_1
"Kayak ada yang lain?"
Alea hanya tersenyum dan menyuruh untuk Davin duduk di kursi itu kemudian ia mengambilkan sendok yang ada di sana.
"Karena kita udah sama sama cinta, jadi aku tambahin saos ini. Ya sederhana sih tapi buat kelihatan beda dari biasanya," jawab Alea yang mampu membuat senyum di wajah Davin tercetak begitu jelas.
Hanya jawaban sederhana memang tapi ia kembali mengingat saat dimana tadi malam Alea dan Davin saling mengungkapkan cinta. Ahh membayangkan hal itu saja sudah membuat Davin. Ingin segera menarik Alea menuju kamar.
"Sayang sini deh," ucap Davin menepuk pahanya.
Alea baru sadar jika Davin tak memakai baju tapi ia juga yakin jika suaminya ini sudah mandi.
Dengan patuh Alea bangun dan duduk di pangkuan sang suami. Kata pak ustadz dalam rumah tangga itu tak boleh malu malu.
Cups
"Terima kasih sayang. Terima kasih atas cintamu dan segala yang sudah kau beri selama ini," ucapnya dengan senyum manisnya seraya mencium bibir tipis sang istri.
"Iya Kak."
Setalah puas bermesraan akhirnya mereka memakan sarapan mereka sesekali Davin menyuapi Alea begitupun sebaliknya.
__ADS_1
Bersambung