
Happy reading
Kak Raya
Aku pulang hari ini langsung ke rumah kamu boleh ya.
Anda
Boleh, sekalian Galaksi mau ketemu sama kamu.
Kak Raya
Serius dia tanyain aku?
Anda
Iya kak. Dia agak nakal kalau sama aku dan kak Davin.
Kak Raya
Maklumin ya, masih anak kecil soalnya.
Anda
__ADS_1
Santai aja kali kak. Galaksi juga anak aku, jadi gak perlu ngerasa bersalah. Aku juga belum siap kalau kakak ambil galaksi.
Kak Raya
Kita bicarakan nanti ya. Bagaimana baiknya, kakak juga gak akan ambil Galaksi dari kamu kok, Al.
Anda
Siap, kami tunggu di rumah ya kak.
Kak Raya
Siap.
Alea yang sedang bersandar di headboard dengan Davin dan Galaksi itu langsung mengelus pipi Davin yang sedang berbaring di pahanya itu.
Davin yang sedari tadi bermanja itu langsung menatap wajah sendu Alea. Davin bisa merasakan kesedihan sang istri yang merasa jika mereka akan berpisah dengan Galaksi.
"Dia gak akan bawa Galaksi kok, jangan sedih hmm," ujar Davin dengan lembut.
Walau bagaimana pun Davin dan Alea sudah sangat menyayangi Galaksi sebagai putra mereka. Karena memang mereka yang merawat Galaksi dari kecil.
"Kamu bisa menjanjikan hal itu padaku, tapi Kak Raya entahlah. Dia adalah ibu kandung Galaksi sedangkan kita cuma orangtua angkat," ucap Alea dengan sedih ia menatap sang putra yang sudah terlelap di ranjang sampingnya itu
__ADS_1
Wajahnya yang polos dan berisi membuat siapa saja tertarik untuk mengunyel unyel wajahnya yang gembul itu.
"Gak usah sedih, Galaksi akan tetap bersama kita dan juga adiknya yang ada disini. Kamu gak boleh sedih karena anak kita sedang berkembang di dalam sini," ucap Davin yang tetap meyakinkan Alea jika Galaksi tak akan kemana mana
"Maaf sudah melupakan kamu sayang, nanti kalau kamu lahir. Kamu harus tahan Abang kamu biar tidak pergi ya. Kamu pasti gak mau kan kalau Abang kamu pergi?" tanya Alea yang terkesan egois.
Tapi ia juga tak mau berpisah dengan Galaksi. Anak yang sudah membuat hubungan Alea dan Davin yang dulu bukan siapa siapa kini menjadi keluarga kecil yang berbahagia.
"Sayang, jangan seperti itu gak baik. Ya baby ya, Mama kamu ini jangan dibiasakan egois seperti itu," ucap Davin mengelus perut Alea dengan lembut.
Alea yang mendengar hal itu langsung terdiam, kemudian dengan lembut mulai mengelus pipi sang suami. Calon bapak itu makin tampan dengan kumis tipis.
"Maaf."
"Aku paham kamu sayang sama Galaksi, tapi Galaksi juga punya dua ibu. Aku juga gak mau Galaksi diambil gitu aja, yah minimal Samapi Galaksi bisa memutuskan dimana dia tinggal nanti. Untuk saat ini Galaksi masih bersama kita," ucap Davin mengecup punggung tangan sang istri.
Davin benar, dia tak boleh memaksakan kehendaknya untuk Galaksi tetap tinggal tapi ia juga berat jika harus berpisah dengan anak itu.
"Semoga Kak Raya tidak mengambil Galaksi ya, kak."
"Iya sayang, nanti kita bicarakan gimana baiknya. Kalaupun nanti Galaksi di minta oleh Kaka Raya itu juga gak mudah, karena Galaksi sudah masuk KK kita. Dan kalau seandainya Galaksi ikut Kak Raya, kan kita masih bisa melihat dia ke rumah kak Raya," jawab Davin yang ada benarnya juga.
Karena jam sudah malam akhirnya keduanya memutuskan untuk ikut Galaksi ke alam mimpi. Dengan posisi Alea yang ada di tengah tengah Davin dan Galaksi, Davin memeluk Alea dari belakang dengan lembut.
__ADS_1
Bersambung