Baby Galaksi

Baby Galaksi
Ehemmm


__ADS_3

Happy reading


Setelah menyelesaikan makan siangnya, Alea ditarik Davin untuk masuk ke dalam kamar mereka yang ada di villa itu.


"Kenapa sih ke kamar terus? Kakak masih capek?" tanya Alea memijat kepala Davin.


Davin yang sedang duduk di depan Alea itu memejamkan matanya dan menikmati pijatan lembut dari istrinya.


"Hmm, enak banget sih pijatan kamu. Kalau gini caranya aku bisa langsung tidur," ucapnya dengan senyum manisnya.


"Ya sudah tidur aja," jawab Alea tanpa beban. Davin yang mendengar itu langsung membuka matanya. Ia ingat dengan apa tujuannya membawa Alea kesini.


Dengan tiba tiba Davin membalikkan badannya kemudian mengungkung tubuh Alea ke kasur.


"Kak, ngapain?" tanya Alea dengan gugup. Ia takut Davin akan berbuat macam macam. Walaupun sudah sah tapikan Alea tetap malu.


"Sayang, niat aku kesini ingin honeymoon. Jadi tujuan kita buat nyicil buat baby. Apalagi kita sudah selesai ujian kan," ucapnya dengan senyum membuat Alea gemetar. Apalagi suara Davin yang serak serak basah itu.


"Kak."


"Ssttt kakak gak bisa nahan lebih lama lagi, kita sudah lama menikah tapi kakak gak bisa sentuh kamu karena kita masih sekolah. Tapi sekarang semua tanggungan itu sudah tak ada," ucap Davin menatap melas sang istri.


"Kakak juga laki laki normal sayang. Apalagi kita sudah 3 bulan lebih tidur di satu ranjang yang sama. Aku ingin memi****mu lebih daripada cium pipi saja," ucapnya dengan suara serak.


Terlihat mata Davin sudah tak selembut tadi, tersirat sebuah ****** yang ada di pelupuk matanya yang sayu. Alea yang melihat itu kembali berpikir.


Saat ini ia seorang istri, dan kodratnya istri itu memenuhi kebutuhan suaminya termasuk kebutuhan biologis. Itu yang ia dapat dari guru agamanya dulu.


"Kakak yakin?" tanya Alea mengangkat tangannya seraya mengelus lembut rahang sang suami yang sangat mulus itu.


Davin menikmati elusan itu, seraya mengangguk. Apalagi posisi mereka sudah sangat *****


"Heem, emang kamu mau kalau kakak cari kepu**** di luar?" tanya Davin memancing sang istri agar mau.

__ADS_1


Sudah 3 bulan Davin menunggu momen ini, ia harus menahan *****t yang ada di dalam dirinya selama 3 bulan. Laki laki bad boy dan muka muka me*** begini sangat susah mengendalikan dirinya apalagi Davin hidupnya sangat bebas.


"Kakak mau cari pacar baru?" tanya Alea dengan muka sedih.


"Enggak tapi kita gak ada yang tahu, sampai kapan aku bisa menahan semua ini," jawab Davin mengelus pipi Alea.


"Kalau begitu kakak boleh ambil hak kakak tapi jangan jajan di luar ya," ucapnya dengan lirih.


Seperti mendapat angin segar, Davin langsung mengangguk. Akhirnya ia bisa buka puasa juga setalah menikah.


Davin mulai mencium kening Alea dengan lembut, Alea hanya bisa memejamkan matanya dengan jantung yang berdebar debar.


"Kamu siap sayang ?" tanya Davin pada sang istri.


"Heem, aku milik kakak saat ini," jawab Alea yang membuat semangat Davin menggebu.


Tanpa ba bi bu, Davin langsung men**** b**ir Alea dengan lembut tapi menuntut. Alea yang masih amatir soal seperti itu mencoba membalas dengan kaku.


"Kakak."


"Kak."


"Hmm."


Alea merasa ada hal yang aneh dalam dirinya, tapi saat ini ia hanya bisa pasrah saja mendapat serangan dari sang suami.


Davin yang sudah tak tahan untuk mengeluarkan junior.


Mengetahui Davin yang sedang me**** bajunya itu membuat Alea menutup matanya. Davin yang melihat itu hanya tersenyum tipis. Istrinya ini sangat menggemaskan.


"Sayang kenapa ditutup sih hmm?" tanya Davin yang sudah membuka kaos yang ia pakai. Kemudian ia membuka tangan Alea yang menutupi wajahnya.


"Malu."

__ADS_1


"Gak usah malu sayang, aku senang kamu mau menerima aku."


Dengan terpaksa Alea membuka matanya kemudian menatap wajah Davin. Ternyata laki laki itu belum melepas celananya.


"Kak," pekik Alea yang tak sengaja melihat junior. Ia takut, bagaimana jika melukainya.


"Astaga sayang, udah gak usah kaget. Ini milik kamu, mau kenalan?" tanya Davin menuntun tangan sang istri.


"Sayang."


Seketika Alea tersadar dari apa yang ia lakukan, kemudian menarik tangannya hingga membuat Davin men****h kesal.


Akhirnya di hari ini mereka melakukan malam pertama mereka. Davin memperlakukan Alea dengan sangat lembut hingga saat di momen yang paling mendebarkan.


Alea menjaga dirinya dengan sangat baik, hingga saat ini Davin yang mengambil keh****""* Alea.


Suara ******* dan ***"""""" mereka saling bersautan, Alea yang tadi merintih kesakitan kini mulai menikmati apa yang dilakukan sang suami.


Berberapa menit kemudian akhiran mereka sampai pada puncak.


Davin menyemburkan calon kecebongnya ke rahim sang istri dengan perasaan bangga. Akhirnya ia mengeluarkan pasukan cebong itu di waktu yang tepat dan tempat yang tepat pula.


Cups


"Terima kasih sayang, aku bahagia menjadi yang pertama untuk kamu," bisiknya pada Alea yang sedang berbaring.


"Sama sama."


Davin yang mendengar itu langsung memeluk tubuh sang istri dengan romantis.


"Kalau suka kita harus sering main. Biar Galaksi nanti juga ada temannya," ucap Davin yang membuat Alea malu.


"Ihh apa sih ngomongnya."

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2