Baby Galaksi

Baby Galaksi
Siapa Dia?


__ADS_3

Happy reading


"Sayang aku pergi dulu ya, nanti kalau ada apa apa langsung telepon ya aku gak mau sampai ada apa-apa tapi aku gak tahu," ucap Davin yang sudah siap dengan jaket kebesarannya.


"Kak jangan lama lama ya, habis balapan langsung pulang. Jangan kemana mana, besok katanya mau jalan."


"Iya sayang, nanti tak usahkan langsung pulang."


Alea mengangguk, kemudian Davin berjalan menuju ranjang dan mencium kening sang putra.


"Papa pergi dulu ya nanti kalau kamu udah besar, Papa ajarin caranya naik motor biar bisa balapan sama Papa," bisiknya tapi bisa di dengar oleh Alea.


"Haiss ajaran yang gak bagus ini. Galaksi harus jadi anak yang berguna jangan kayak


papa kamu," ujar Alea yang saat ini sudah tak takut lagi dengan Davin.


Padahal dulu Alea selalu menghindari laki laki yang menurut rumor yang beredar itu tak baik. Ya walau semua itu tak sepenuhnya benar tapi tetap saja ia dulu takut berurusan dengan Davin.


Tapi kini ia malah dihadapkan dengan hal yang sama sekali tak ia bayangkan. Menjadi seorang istri dan ibu muda untuk Davin dan Galaksi.

__ADS_1


"Dia anak laki-laki sayang. Biarkan dia menentukan pilihannya nanti, kalau mau jadi pembalap aku akan ajar dia," ujar Davin menarik pinggan Alea kemudian memeluk tubuh langsing itu.


"Sepertinya kamu harus banyak banyak makan deh sayang. Aku gak mau pas kamu nikah sama aku kamu jadi kurus, nanti dikiranya aku gak kasih makan kamu lagi," ucap Davin mengecup kening Alea yang hanya pasrah menghadapi sikap Davin yang tiba tiba.


"Iya nanti."


"Dah aku pergi ya," ucap Davin entah yang keberapa kali mengatakan aku pergi tapi tak pergi pergi.


Cups


"Kak."


Blusss


Alea sudah tak bisa menyembunyikan semburat merah di wajahnya itu. Alea terlalu malu untuk mengakui ia suka diperlakukan seperti ini.


****


Sepeninggalan Davin, Alea masih saja berada di kamar seraya memegang pipinya yang panas karena ciuman tadi.

__ADS_1


"Kakak bikin aku malu aja," gumam Alea berjalan menuju balkon dan melihat suaminya yang sudah mengeluarkan motornya dari garasi itu.


"Ganteng banget suami aku, Ya Allah. Pantas aja banyak yang suka," ucap Alea menatap Davin dari sana.


Davin yang merasa ada yang mengamati itu langsung menolehkan kepalanya ke atas tepat ke balkon kamarnya. Laki laki yang sudah memakai helm full face itu tersenyum tanpa Alea tahu.


Tanpa diduga duga Davin langsung memberikan finger heart pada Alea. Alea yang tak kuno kuno amat itu langsung paham apa yang diberikan sang suami.


"Dasar."


Sedangkan Davin hanya tertawa di balik helm itu, tahu menikah itu seenak ini mungkin sudah dari lama ia menikah tapi dengan siapa masalahnya.


Menikah dengan Alea pun karena digrebek warga walaupun mereka tak melakukan apaa apa.


Tapi satu yang perlu perlu dan perlu di syukuri oleh Davin. Davin bisa merasakan yang namanya di perhatikan dan mungkin dengan bersatunya mereka di ikatan pernikahan itu sudah garis jodohnya.


Setelah itu Davin langsung melajukan motornya keluar dari area rumah besar itu. Tak sengaja mata Alea menangkap seseorang yang berada di belakang pohon dekat pos satpam itu. Alea tahu dia wanita karena rambutnya panjang dan juga baju yang ia kenakan juga bukan baju laki laki.


"Siapa dia?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2