
Happy reading
Setalah kelelahan semalaman karena Davin tak kunjung melepaskan Alea sampai jam 2 malam. Akhirnya mereka hari ini telat bangun. Bayangkan saja Alea hanya diberi jeda istirahat 15 menit setelahnya mereka kembali bertempur.
Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi tapi belum ada tanda tanda kedua anak manusia ini bangun dari tidurnya. Cahaya yang masuk melalui celah celah tirai itu tak mampu membangunkan pasangan yang baru saja melakukan ritual suami istri itu.
Yang ada, Alea malah semakin memeluk erat dada sang suami yang sudah terbangun sejak berberapa menit yang lalu.
Davin menikmati wajah cantik sang istri yang sedang terlelap karena pertempuran mereka semalam. Senyum dari bibir Davin tak bisa surut karena mengingat jika semalam mereka melakukan apa yang selama ini ia inginkan.
Rasa bangga telah merobek selaput da*a milik sang istri itu tak mampu dihilangkan begitu saja dalam benaknya.
"Eughhh."
Geliat Alea membuat selimut yang tadi menutupi tubuhnya melorot hingga dada penuh maha karya Davin terpampang jelas.
V
"Shitt," umpat Davin saat merasa pusakanya kembali bangkit. Entahlah mungkin setelah ini Alea harus kuat menghadapi sang suami yang makin bringas memakan dirinya.
"Tahan Vin, istri lu lagi capek. Jangan lu gempur terus," ucap Davin dengan lirih. Laki laki itu merapikan anak rambut Alea.
Gadis cantik yang selama ini ia kagumi dalam diam kini sudah sah sebagai istrinya.
__ADS_1
Kadang Davin berpikir bagaimana jika dia tak bersama Alea. Mungkin ia tak akan sebahagia ini. Mungkin ia tak akan bisa menerima ibu tirinya saat ini.
"Terima kasih atas semuanya, aku bangga memiliki kamu. Dan aku harap kamu juga bangga memiliki aku," bisiknya yang mampu membuat Alea menggeliat.
Gadis yang sudah resmi menjadi wanita tadi malam itu perlahan membuka matanya dengan berat.
"Kak."
"Heem, tidur aja lagi. Masih pagi kok, Kakak tahu kamu pasti masih capek," ucap Davin mengelus lembut rambut Alea.
Tiba tiba wajah Alea memerah saat melihat ada bekas merah di dada sang suami. Davin yang melihat wajah Alea memerah itu gemas sendiri dibuatnya. Kenapa wanita ini bisa semenggemaskan ini.
"Kenapa sih sayang? Malu hmm?" tanya Davin dengan blak blakan.
Davin yang merasa pusakanya berpapasan lagi dengan sang pawang itu tak menghiraukannya. Davin memeluk erat sang istri yang ia ketahui sedang malu.
"Kak aku mau mandi, lepasin dulu," ucap Alea pada Davin. Tapi Alea masih malu untuk menunjukkan kembali badannya.
"Kakak gendong aja ya, punya kamu pasti masih sakit kan," tawar Davin yang membuat Alea makin malu.
Bayangan dirinya dan Davin mencapai puncak kenikmatan yang tiada tara tadi malam membuat dirinya malu lagi. Apalagi saat ia melihat benda yang selama ini dibangga banggakan oleh Davin.
"Aku bisa sendiri kok, udah gak sakit. Lagian sakitnya cuma tadi malam aja," jawab Alea dengan yakin.
__ADS_1
Wanita itu meminta Davin untuk memejamkan matanya agar ia bisa mengambil kimono yang tergeletak di lantai.
Bruk
Baru saja kakinya turun, tiba tiba ia terjatuh karena tak kuat menahan tubuhnya. Kakinya bergetar saat ia menyeimbangkan bobotnya tadi.
Davin yang melihat istrinya terjatuh itu langsung membuka matanya dan membantu sang istri yang ada di bawah kasur.
"Malu, aku gak pakai baju ih," ucap Alea yang melihat pedang sang suami bergelantungan begitu saja.
"Aku sudah melihat semuanya kenapa harus malu sih sayang. Aku ini suami kamu, jadi kita gak perlu ada malu malu dalam suami istri."
Dengan lembut Davin menggendong tubuh sang istri dan membawanya ke kamar mandi membiarkan kamar yang masih berantakan karena ulah mereka.
"Gimana kita mau keluar kamar kalau selan*kan*** aku sakit?" tanya Alea pada Davin.
"Kita di kamar aja gak usah keluar," ucap Davin dengan entengnya.
Mereka sampai di kamar mandi, Davin langsung mengisi bathtub dengan air hangat dan memberinya sabun dengan aroma terapi.
Setelah penuh Davin kembali mengangkat tubuh sang istri dan memasukkannya ke dalam bathtub. Keduanya masuk ke dalam satu bathtub dengan posisi Davin di belakang Alea. (Menang banyak dong Vin.)
Mereka menikmati aroma terapi yang menguat dalam kamar mandi itu.
__ADS_1
Bersambung