Baby Galaksi

Baby Galaksi
Jangan Kayak Papamu


__ADS_3

Happy reading


"Ma Ma Ma."


Suara itu membangunkan Alea yang terlelap karena kelelahan dalam perjalanan. Galaksi terbaring di samping Alea yang tadinya tertidur.


"Eughh, Sayang kok kamu disini?" tanya Alea yang seketika langsung bangun.


"Om."


Seakan paham jika yang membawanya Galaksi adalah Omanya.


"Omanya mana sayang?" tanya Alea bangun dan memangku tubuh bocah itu.


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Davin masih berada di sampingnya dan memeluk guling dengan posesif.


"Gi."


Alea langsung mengangkat tubuh Galaksi dan meletakkannya di dada. Galaksi langsung meletakkan bermanja di dada Alea yang sangat empuk itu.


"Galaksi sayang, nanti kalau sudah sama Mama kandungnya jangan lupain Mama Alea sama Papa Davin ya nak. Walau bagaimanapun kamu tetap anak sulung Mama."


Galaksi yang tak paham itu hanya bisa memamerkan gusinya yang berwarna merah.

__ADS_1


"Mama sama Papa sayang banget sama Galaksi. Karena Galaksi, Mama sama Papa bisa bersama seperti saat ini. Makasih ya sayang, maaf jika Mama belum bisa menjadi Mama yang baik buat kamu," ucap Alea lagi.


Membayangkan jika nanti Galaksi akan dibawa oleh ibu kandungnya membuat ia sedih. Walau bagaimanapun Alea yang merawat Galaksi sejak ditemukan di gubuk saat itu.


Bahkan Alea rela tak bekerja untuk menjadi ibu yang baik untuk Galaksi, dan juga untuk menjadi istri yang baik untuk Davin.


Suara tangis Alea membaut galaksi yang dipeluk itu juga ikut menangis, hingga membuat Davin yang tertidur itu bangun.


Hal yang pertama ia lihat adakah Alea yang menangis disusul dengan tangisan Galaksi yang sangat memekakkan telinga Davin.


Davin mengambil alih Galaksi dari gendongan Alea, kemudian menenangkan anaknya yang sudah terisak. Alea yang melihat itu langsung menahan diri agar tidak menangis lagi.


"Cup cup kenapa anak Papa sama Mama kok nangis? Kenapa hmm? Bilang sama Papa?" tanya Davin dengan lembut seraya menimang bayi itu.


Seorang bad boy kini cosplay jadi baby sitter yang harus siap sedia jika anaknya menangis. Sungguh ini adalah perubahan yang sangat bagus untuk mereka. Bahkan jika musuh Davin tahu kelemahan Davin ada di Istri dan anaknya itu pasti mereka langsung menyerang Alea saat lengah tanpa penjagaan.


"Jangan nangis lagi, nanti aku gak bisa nen kalau kamu tetap sesenggukan kayak gini," ucap Davin berbisik di telinga Alea.


Hal itu sontak saja membuat Alea malu dan bangun dari duduknya menuju kamar mandi. Jam segini tapi mereka belum mandi, dan berganti pakaian.


Davin pun membiarkan saja. Kemudian ia menatap Galaksi yang lebih berisi daripada dulu. Mungkin karena Galaksi bahagia dengan hidupnya sekarang bersama Alea dan Davin.


"Galaksi sayang Mama dan Papa kan?" tanya Davin pada Galaksi yang sudah tak menangis.

__ADS_1


"Semoga perasaan kamu sama Mama dan Papa tidak berubah ya nak. Papa harap kamu tetap menjadi kebanggaan Papa sama Mama. Karena kamu anak pertama Papa," ucap Davin mengecup pipi merah Galaksi.


Davin terus berbicara dengan Galaksi hingga tak sadar jika Alea sudah keluar dari kamar mandi dengan piyama berwarna lavender itu.


"Kak, buruan mandi gih. Alea udah siapin air hangat di bathtub."


"Mandiin ya sayang."


Plak


"Dasar mes*m, ada anaknya juga. Kalau ngomong itu dipikir dulu. Nanti kalau Galaksi nurun kamu gimana?" tanya Alea pada Davin.


"Nanti kalau mau bicara gini sama istri kamu ya sayang. Jangan sama yang belum mahram," ucap Davin berbicara pada sang putrinya hanya tersenyum saja tanpa tahu percakapan orang tuanya.


Alea mengambil Galaksi dalam gendongan Davin karena laki laki itu juga belum mandi sejak tadi siang.


Cup


Cup


Setalah memberikan dua kecupan untuk anak dan istri itu Davin langsung berjalan ke kamar mandi tanpa rasa bersalah.


"Papa kamu bikin jantung Mama gak aman," ucap Alea dengan senyum manisnya.

__ADS_1


Bersambung



__ADS_2