Baby Galaksi

Baby Galaksi
Raya Pergi


__ADS_3

Happy reading


Suara tangis Galaksi memenuhi Indra pendengaran mereka saat Raya ingin meninggalkan mereka ke luar negeri.


"Sayangnya Mama udah jangan menangis hmm, nanti suaranya serak loh nak," ucap Alea menenangkan sang putra.


Galaksi tetap menangis hingga membuat Davin mengendong anaknya itu dengan lembut mulai melangkahkan kakinya keluar dari bandara. Lagipula Raya sudah take off.


Raya yang minat anaknya menangis dengan ditenangkan oleh Alea itu sedih. Ia tak menyangka akan seberat ini meninggalkan putra kecilnya.


Melihat Galaksi menangis membuat hati kecil Raya teriris, apalagi saat tadi ia melihat senyum di wajah putranya itu saat ia gendong tapi kini hanya tangis yang mampu ia dengar.


Senyum Raya terlihat saya ia mengingat tadi ia bisa menyusui lagi anaknya setelah pertama kali ia menyusui Galaksi. Entah kenapa Alea dan Davin bisa sepemikiran dengannya untuk memberi nama anak itu Galaksi.


"Maafkan Mama ya nak. Mama sayang banget sama Galaksi, tapi hanya ini yang bisa Mama lakukan agar ayah kamu menyesal sudah membuang kita. Kamu tetap jadi anak baik buat Mama Alea dan Papa Davin ya, anggap mereka sebagai orang tua kandung kamu. Dan semoga nanti saya kita bertemu kamu masih mau menganggap Mama sebagai ibu kamu."


"Tapi sebelum itu aku akan membuat Zaid menyesal sudah membuang kita. Dan akan ku buat keluarga kalian tidak harmonis."

__ADS_1


Dendam Raya sudah mendarah daging pada Zaid mengingat bagaimana saat dulu ia meminta pertanggung jawaban dari laki laki itu.


Zaid meminta Raya untuk menggugurkan kandungannya dan juga memberikan sejumlah uang yang tak seberapa untuknya.


Ibu mana yang rela anaknya mati begitu saja, setalah mengatakan kehamilannya pada keluarganya, Raya malah di usir karena membawa aib.


Disaat ia ingin mendapatkan dukungan dari orang orang disekitarnya ia harus berjuang sendiri melahirkan putranya.


Jika kalian tanya apa Papa Kevin tahu tentang ponakan dari pihak istri pertamanya ini. Tentu saja tidak, sejak ia menikah lagi orang tua dan saudara Mama Mariana sedikit menjauh. Yang papa Kevin tahu mereka pindah ke luar kota dan sampai sekarang sudah tak ada kabar lagi.


***


"Kita mau pulang kemana sayang?" tanya Davin pada Alea yang sedang duduk di kursi sebelahnya itu.


"Ke rumah Papa aja, kan kita belum pamit."


Davin mengangguk dan memberikan Galaksi pada Alea, kemudian menjalankan mobilnya menuju rumahnya.

__ADS_1


Dalam perjalanan Alea mengingat lagi pertemuannya tadi dengan Raya. Wanita cantik dengan perawakan tinggi itu membuat ia bisa merasakan sosok kakak.


"Semoga kamu menjadi anak yang membanggakan. Banggakan Mama dan Papa serta Mama Raya hmm," gumam Alea mengelus lembut rambut Galaksi yang sangat lebat.


"Yank, udah pantes punya anak. Kamu mau hamil anak aku," ucap Davin pada Alea.


"Kalau gak hamil anak kamu, mau hamil anak siapa? Kamu juga aneh tanyanya."


"Ya itulah maksud aku."


"Kalau Allah ngasih anak sama kita, ya diterima aja. Aku gak nolak juga kok," jawabnya dengan senyum manisnya.


"Jadi kita harus rajin rajin buatnya sayang. Kan nanti Galaksi punya banyak teman main. Adik kita sama anak kita bisa sepantaran," ucap Davin dengan senyum manisnya.


"Kakak ngomongnya makin ngelantur aja, tapi aku hanya bisa mengaamiin kan," jawab Alea mengecup kening Galaksi dengan lembut.


Keduanya terus berbincang dengan santai hingga sampailah mereka di rumah besar milik keluarga Davin.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2