
Setelah berpikir cukup lama, aku pun memutuskan untuk pulang ke rumah. Walaupun sebenarnya ada rasa enggan di hati ku, tapi mau tak mau aku harus pulang sebelum kemarahan Alexa semakin bertambah pada ku.
Setelah berada di depan rumah, aku pun menyiapkan mental. Entah apa yang akan terjadi nanti.
Aku memasuki rumah, tampak gelap gulita sebab lampu tidak ada yang menyala.
'Apa Alexa sudah tidur ya? Bagus lah kalau begitu' gumam ku senang.
kleek
Betapa terkejut nya aku saat menyala kan lampu dan tampak lah kondisi rumah yang memprihatinkan. Seluruh perabotan rumah hancur, ada yang pecah. Rumah persis seperti kapal pecah"
'Astaga, kumat lagi penyakit nya' gumam ku.
Praanngggg
Tiba-tiba gelas mengarah kepada ku, beruntung gelas itu meleset dan tidak mengenai ku.
"Kenapa kamu baru pulang jam segini mas? Dari mana saja kamu ha?" Aku melihat Alexa yang sudah seperti orang gila. Rambut nya acak-acakan, bahkan pakaian yang di pakai nya adalah pakaian yang di kenakan nya tadi pagi.
"Aku ada banyak pekerjaan di kantor Lex" jawab ku singkat.
"Bohong kamu Mas, kamu kira aku gak tahu ha? Sejak tadi sore semua pegawai sudah pulang. Ngapain aja kamu? Sama siapa?" tanya Alexa dengan penuh amarah.
"Aku serius Lex, sejak tadi aku di kantor, gak ada ke mana-mana" jawab ku.
"Kamu bohong kan? Kamu pasti menemui perempuan sial4n itu" tanya Alexa.
"Sumpah, aku gak ke mana-mana sejak tadi. Kenapa kamu gak percayaan sih"
Praaannggg Praannggg Prannggg
__ADS_1
Alexa melempari semua barang yang ada di dekat nya pada ku. Dia semakin membabi buta dengan amarah nya.
"Aawwww" teriak ku saat pipi ku terkena pecahan beling.
"Alexa, kamu kenapa sih sejak pagi marah-marah gak jelas?" aku pun mulai tak tahan lagi.
"Gak jelas kamu bilang Mas? Aku gak mungkin begini kalau tidak ada sebab nya" ucap Alexa setengah berteriak.
"Iya aku tahu, tapi kamu terlalu berlebihan Lex. Kita bisa bicara kan baik-baik kan? Bukan dengan pakai kekerasan seperti ini" ucap ku.
"Kamu yang buat aku seperti ini Mas, hiks hiks. Bisa-bisa nya kamu meninggalkan ku begitu saja tadi pagi." Akhirnya Alexa pun menangis.
Aku segera mendekat dan mencoba membujuk nya. "Sudah lah, kita gak usah bertengkar-bertengkar terus. Kalau aku ada salah, aku minta maaf ya. Tadi aku terburu-buru mau berangkat ke kantor karena banyak pekerjaan di kantor yang harus di tangani. Kamu jangan marah lagi ya sayang." Aku menggengam lembut tangan Alexa.
Akhirnya Alexa pun melunak juga, dia membalas genggaman tangan ku. Memang menghadapi Alexa harus dengan kelembutan.Alexa merupakan tipe orang yang tidak bisa di kasari dan juga di bentak.
"Aku takut kehilangan kamu Mas, aku takut kamu beneran jatuh cinta pada wanita itu. Aku gak mau itu terjadi, hanya membayangkan nya saja aku tidak sanggup Mas" Alexa pun memelukku.
Aku mengusap lembut pucuk rambut nya, melihat Alexa seperti ini aku merasa tak tega. Ada rasa iba di hati ku.
Sebenarnya ada rasa bersalah pada Alexa, mengingat dia yang benar-benar mencintaiku. Tapi aku juga menikmati apa yang selama ini di berikan Alexa pada ku. Uang, kemewahan itu lah yang ku dapat kan dari nya. Aku memang pengecut.
"Mas, kamu harus tetap jadi milikku selama nya. Jangan pernah berpaling dari ku, hanya aku yang ada di hati mu" Aku hanya mengangguk pada nya.
"Sekarang kita tidur ya, sudah larut malam. Oh iya, Elmira sudah tidur?" tanya ku Lagi.
"Sudah Mas, mulai jam delapan tadi Elmira sudah tidur" jawab Alexa.
"Makasih ya, udah mau menjaga Elmira. Mulai sekarang kamu harus menganggap Elmira seperti putri kandung mu sendiri ya.!" ucap ku.
"Iya Mas, aku akan merawat Elmira dengan baik. Tapi kamu juga harus selalu setia pada ku ya, kita jaga rumah tangga kita agar tetap utuh." ujar Alexa.
__ADS_1
"Iya sayang, bentar ya aku mau lihat Elmira dulu. Seharian tak melihat Elmira, membuat ku rindu." ucap ku.
"Iya Mas, aku juga mau melihat Elmira" ucap Alexa tersenyum.
Setelah berada di kamar Elmira, aku melihat wajah putri kecil ku yang teduh sedang terlelap.
"Elmira sayang, maafin Papa ya nak. Papa terlalu sibuk dan tak punya waktu banyak untuk kamu." aku mencium kening Elmira dan mengusap lembut pucuk rambut nya.
Sebenarnya ada rasa kasihan melihat putri kecil ku ini, dia harus terpisah dari Ibu yang sudah melahirkan nya. Aku tak punya pilihan lain, aku terlalu egois hanya memikirkan diri sendiri.
'Maafin Papa ya nak' batin ku. Tak mau Alexa melihat ku seperti ada beban mendalam di hati, aku pun langsung mengajak Alexa meninggalkan kamar Elmira.
Sebelum meninggalkan kamar Elmira, aku melihat Alexa terlebih dahulu mengecup kening Elmira.
Aku melihat Alexa begitu menyayangi putri ku, mudah-mudahan itu bukan hanya pikiran ku saja.
"Yok mas" Alexa merangkul tangan ku.
"Aku mandi dulu ya, badan rasa nya gerah sekali. Nanti gak bisa tidur kalau gak mandi" ucap ku.
"Sayang..." Alexa menahan tangan ku ketika aku hendak melangkah.
"Kita mandi bareng aja ya" ucap Alexa sambil mengalungkan tangan nya di leher ku.
Seketika bulu kuduk di leher ku berdiri, ada gejolak nafsu meningkat dalam diriku karena rangsangan-rangsangan kecil dari Alexa.
Tanpa menunggu jawaban ku, Alexa langsung menyosor bibir ku. ******* nya penuh nafsu dan memainkan lidah nya di rongga mulut ku.
Aku tak mampu menahan nafsu yang sudah bergejolak di dalam diri, sebab Alexa memang sangat mahir membuat ku bernafsu dengan permainan-permainan nya.
Alexa sangat berbeda dengan Vania, bahkan sudah setahun lebih kami menikah, Vania tetap masih malu-malu ketika kami berhubungan suami istri.
__ADS_1
Aku langsung menggendong Alexa dengan gaya bridal dan membawa nya ke toilet. Sesampainya di toilet, Alexa segera melucuti pakaian ku hingga aku tak memakai sehelai benang pun. Lalu Alexa melepas semua pakaian nya dan melemparkan nya asal.
Dengan penuh gairah yang membara, akhirnya kami pun melakukan nya di toilet. Air shower yang mengalir menjadi saksi sepasang insan yang sedang bercumbu. Menikmati setiap sensasi-sensasi rasa nikmat yang membawa kami ke surga dunia.