Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
POV Arvin


__ADS_3

Saat aku melihat Vania bersama dengan Andra yang merupakan atasan nya, entah kenapa hati ku terasa panas. Ada rasa tidak terima jika Vania dekat dengan laki-laki lain selain aku.


Tapi aku berusaha bersikap santai di depan Alexa, aku takut dia kembali marah seperti sebelum nya.


Saat Andra mengatakan akan selalu di samping Vania dan mendukung nya, ada rasa cemburu yang besar kurasakan.


Jika di lihat-lihat, Andra adalah sosok lelaki yang sempurna dan juga Mapan. Jelas aku berada jauh di bawah nya. Untuk ancaman itu, aku tidak terlalu takut karena aku yakin dengan perkataan Alexa. Apalagi jika sudah menyangkut dengan keluarga nya.


"Mas, aku perhatikan sejak tadi kamu melamun terus. Apa kamu masih memikirkan perempuan itu?" Tanya Alexa membuyarkan lamunan ku.


"Ah, tidak sayang. Aku cuma memikirkan ancaman mereka tadi. Bagaimana jika mereka benar-benar melaporkan aku atas kasus KDRT itu?" ucap ku berbohong.


"Kalau masalah itu kamu tidak perlu memikirkan nya sayang, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Jadi kamu tenang saja ya! Kita harus fokus pada Elmira dulu" ucap Alexa.


Aku mengangguk setuju dengan perkataan Alexa barusan.


Setelah Elmira menjalani beberapa rangkaian pemeriksaan, akhirnya Dokter menyarankan Elmira untuk di rawat di rumah sakit.


Aku tidak tahu pasti mengapa Dokter menyarankan Elmira untuk di rawat di ruang ICU karena Dokter belum menjelaskan nya.


"Pak Bu, silahkan ikut ke ruangan saya" ucap dokter tersebut. Kami pun mengikuti hingga sampai di ruangan nya. Dokter tersebut mempersilahkan kami duduk di kursi yang berseberangan dengan Dokter itu.


"Dok, sebenarnya putri ku sakit apa? Kenapa sampai harus di rawat di ruang ICU? Apa sakit nya parah?" tanya ku seketika merasa was-was.


"Itu yang akan saya jelaskan kepada Bapak dan ibu. Sebenarnya putri Bapak dan Ibu mengidap Anemia, sehingga butuh penanganan yang baik."


Deg


Seketika jantung ku hampir berhenti mendengar ucapan Dokter tersebut.

__ADS_1


"A-apa Dok? Dokter pasti salah kan? Bagaimana mungkin bayi sekecil itu mengidap penyakit yang berbahaya? Bahkan umur putri ku belum genap dua bulan Dok." ucap ku tak percaya.


"Iya Dok, selama ini Elmira baik-baik saja. Baru beberapa hari ini kami menyadari Elmira yang tampak berbeda dari sebelum nya. Memang akhir-akhir ini Elmira sering lemas dok, tapi kami pikir itu hal biasa pada anak bayi" ucap Alexa.


"Saya ingin menanyakan ini juga, sebelumnya Elmira minum ASI atau susu formula?"Tanya Dokter.


"Sebelumnya ASI Dok, tapi beberapa hari ini memang Elmira minum susu formula saja. Apa itu berpengaruh Dok?" tanya ku.


"Bisa jadi Pak, tapi sebenarnya Anemia yang di idap Elmira memang sudah bawaan nya sejak lahir. Cuma selama ini bisa teratasi karena putri Bapak dan Ibu minum ASI. Penyakit Anemia ini bisa di atasi dengan memakan makanan yang mengandung zat besi. Tapi di karena kan Elmira belum berusia enam bulan ke atas, bisa di tangani dengan Minum ASI. Karena ASI juga mengandung zat besi, apalagi jika ibu nya rajin mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi" ucap Dokter tersebut.


"Jadi, putri saya harus kembali minum ASI dok?" Tanya ku.


"Saya saran kan begitu Pak Bu, jika tidak ada kendala pada ASI ibu nya sebaiknya di lanjutkan lagi minum ASI dan susu formula nya di stop dulu" ucap sang Dokter.


Seketika lutut ku terasa lemas mendengar itu, rasa nya tidak percaya jika putri kecil ku yang belum lama lahir harus mengidap penyakit itu.


"Sebaiknya di pikir-pikir dahulu Pak Bu, silahkan di rundingkan dulu. Semoga mendapatkan keputusan yang terbaik untuk putri Bapak dan Ibu. Kami di sini hanya menangani semampu kami" ucap Dokter tersebut.


"Baik Dok, kami akan membicarakan nya terlebih dahulu" ucap ku.


"Dok, apa tidak ada jalan lain selain memberikan ASI?" tanya Alexa.


Aku merasa Alexa sangat egois di sini, dia hanya memikirkan diri nya saja.


"Itu sudah saran yang terbaik dari saya Bu" ucap Dokter itu.


"Baiklah Dok, kami akan berusaha untuk memberikan ASI lagi pada Elmira" ucap ku.


Seketika Alexa memelototi ku, aku tahu dia tidak akan setuju jika aku harus berurusan lagi dengan Vania.

__ADS_1


Tanpa aba-aba, Alexa pergi terlebih dahulu meninggalkan ku. "Kalau begitu saya pamit dulu Dok" ucap ku yang di angguki setuju oleh Dokter tersebut.


"Alexa, tunggu sebentar" aku setengah berlari mengejar Alexa dan meraih tangan nya.


"Lepas Mas! Jika kamu hanya membahas tentang Vania, aku tidak akan pernah menyetujui nya" ucap Alexa.


"Sayang, kita tidak bisa egois seperti ini. Semua demi Elmira sayang, demi kebaikan nya" balas ku.


"Demi kebaikan Elmira atau kamu Mas?" Tanya Alexa lagi.


"Astaga, kenapa kamu berpikiran negatif terus sih pada ku? Ini murni demi Elmira sayang, apa kamu tidak merasa kasihan dengan keadaan Elmira?" tanya ku.


"Bukan aku tidak kasihan Mas, kamu tahu sendiri kan jika aku sangat menyayangi Elmira layak nya Ibu kandung nya sendiri. Tapi aku benar-benar tidak ingin berurusan lagi dengan perempuan sial4n itu" ucap Alexa.


"Di saat situasi nya seperti ini, kita tidak bisa egois sayang. Aku tidak mau sampai terjadi sesuatu pada Elmira. Dia masih terlalu kecil jika harus merasakan sakit itu" ucap ku.


"Apa tidak ada jalan lain selain itu Mas? Bagaimana jika kita mencari perempuan lain yang bisa menyusui Elmira? Aku benar-benar tidak mau berurusan lagi dengan Vania Mas, aku muak melihat wajah nya yang sok polos itu" balas Alexa.


"Mungkin jika bukan karena sakit yang di derita Elmira, aku bisa saja menyetujui saran mu itu sayang. Tapi belum tentu ASI dari wanita lain akan cocok pada Elmira. Aku mohon sayang, sekali ini kita mengalah saja" ucap ku memohon dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Aku tidak yakin perempuan itu akan setuju" ucap Alexa.


"Bagaimana pun juga Vania itu adalah Ibu kandung nya Elmira, dia tidak mungkin tega membiarkan putri nya menahan sakit seperti itu sayang" ujar ku.


"Tapi mau sampai berapa lama Mas?" tanya Alexa.


"Aku tidak tahu pasti sayang, tapi setidak nya sampai Elmira benar-benar sembuh. Jadi aku minta tolong agar kamu mengerti sekali ini saja sayang" ucap ku berusaha mululuhkan hati Alexa.


"Tapi aku tidak akan mau berbicara apalagi sampai memohon pada perempuan itu Mas, bisa hilang harga diri ku" ucap Alexa.

__ADS_1


__ADS_2