Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
Kecewa


__ADS_3

Sebulan pun berlalu sejak aku bisa membawa pulang Elmira.


Hari-hari ku pun menjadi lebih bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari.


Memang selama sebulan ini aku belum masuk ke kantor karena masih fokus merawat Elmira di rumah.


Dan kemungkinan besok aku akan kembali bekerja di kantor Pak Andra.


Aku hanya berharap di sela-sela waktu ku yang sibuk bekerja, aku masih bisa menjaga Elmira walaupun harus membawa nya ke kantor setiap hari.


Dan beruntung Pak Andra memaklumi keputusan ku tersebut.


Aku sengaja tidak memakai jasa babysitter karena tidak percaya lagi dengan babysitter.


Aku melihat Elmira yang sudah tertidur di pangkuan ku setelah selesai menyusu, aku pun segera meletak kan nya di box bayi dalam kamar ku.


Setelah itu, Aku pun bergegas beberes rumah, karena sejak pagi aku hanya fokus menjaga Elmira.


Saat aku sedang menyuci piring kotor di wastafel, tiba-tiba aku mendengar bel berbunyi, aku pun segera membuka pintu.


Saat aku membuka pintu ternyata Pak Andra sudah berdiri di depan pintu sambil tersenyum manis.


"Pak Andra, tumben sepagi ini sudah datang. Apa gak ke kantor?" tanya ku.


Tidak biasa nya Pak Andra datang sepagi ini, biasa nya pun kalau datang sore sehabis pulang kerja.


Semenjak Elmira di rumah, Pak Andra memang rajin datang untuk melihat nya.


"Iya, hari ini aku gak mau masuk ke kantor. Dan sengaja mau ke sini ingin melihat Elmira, baru semalam ke sini sudah rindu lagi" ucap Pak Andra.


"Oh, begitu. Tapi Elmira baru saja tidur Pak, selesai mandi tadi menyusu sebentar lalu ketiduran lagi. mungkin karena jam lima pagi Elmira sudah bangun" ucap ku.


"Yaahhhh, kalau begitu aku mau menemui kamu boleh?" tanya Pak Andra.

__ADS_1


Aku mengernyitkan kening karena bingung dengan perkataan Pak Andra barusan.


"Ya sudah silahkan masuk Pak" ucap ku mempersilahkan Pak Andra masuk ke dalam.


"Duduk saja dulu Pak, aku ke belakang dulu mau buat kan teh" ucap ku.


Pak Andra pun mengangguk sambil tersenyum.


Setelah aku selesai membuat teh, aku pun menyuguhkan nya pada Pak Andra.


"Silah kan di minum Pak" ucap ku menawarkan.


"Iya Vania, terima kasih" balas Pak Andra.


Awalnya kami merasa kikuk karena tidak tahu apa yang akan di bahas. Beberapa menit kami hanya diam tanpa ada satu pun yang bicara.


Hingga akhir nya Pak Andra memulai membuka pembicaraan.


"Apa kamu aman tinggal di sini Vania?" tanya Pak Andra basa-basi.


"Oh, bagus lah kalau begitu.


Vania, aku ingin curhat dan meminta solusi dari mu" ucap Pak Andra.


"Mau curhat apa Pak, selagi saya bisa saya akan memberi solusi yang terbaik untuk Pak Andra" ucap Ku.


"Begini Vania, aku mencintai seorang wanita, kami sudah sangat lama mengenal.


Sejak awal aku melihat nya, aku sudah jatuh hati pada nya. Tapi aku tidak berani mengungkapkan perasaan ku pada nya, karena aku juga tidak tahu seperti apa perasaan nya pada ku.


Aku takut setelah aku menyatakan perasaan ini pada nya, ternyata dia sama sekali tidak punya perasaan apa-apa pada ku. Sehingga membuat hubungan pertemanan kami menjadi renggang dan pasti akan ada kecanggungan di antara kami. Menurut kamu bagaimana? Apa yang harus ku lakukan?" ungkap Pak Andra.


Mendengar itu seketika hati ku merasa perih, ternyata Pak Andra meminta solusi tentang wanita lain pada ku.

__ADS_1


Entah kenapa saat ini aku merasa sangat egois, tidak ingin Pak Andra dekat dengan wanita lain selain aku. Apa lagi membayangkan Pak Andra menjalin hubungan dengan wanita lain, seketika hati ku terasa sakit.


Tapi mengingat perlakuan Pak Andra yang sangat baik pada ku dan dia sudah banyak menolong ku, rasa nya aku merasa bersalah jika tidak menginginkan Pak Andra hidup bahagia dengan wanita yang di cintai nya.


Tapi aku juga harus sadar diri, mana mungkin aku bisa bersama nya. Mengingat diriku hanya lah seorang janda beranak satu dan tidak ada yang spesial dalam diri ku.


"Kalau Bapak memang benar-benar mencintai wanita itu, ungkap kan saja perasaan Bapak. Terlepas di terima atau tidak, itu urusan belakangan Pak.


Jika pun Bapak takut di tolak sehingga membuat hubungan kalian akan canggung nanti nya, Bapak bisa menjelaskan perlahan-lahan agar dia mengerti jika Bapak tidak akan mempermasalahkan penolakan itu dan akan tetap berhubungan baik dengan nya Walaupun hanya sebatas teman" ucap ku.


"Tapi aku tidak yakin jika dia juga punya perasaan pada ku, sebab selama ini dia selalu bersikap biasa saja pada ku. Entah dia hanya menganggap ku sebagai teman saja, tidak lebih dari situ" balas Pak Andra.


"Bapak Harus optimis, tidak usah memikirkan apa yang akan terjadi ke depan nya. Jika tidak di coba sekarang, kapan lagi Bapak akan mengungkap kan nya? Sebelum terlambat Pak, nanti keburu di gebet orang lain" ucap ku.


Sebenarnya mengatakan itu pun hati ku sudah sangat sakit. Tapi aku tidak boleh egois.


Sebagaimana Pak Andra menginginkan aku hidup bahagia, aku juga harus merelakan nya hidup bahagia dengan wanita pilihan nya.


Tapi mendengar ucapan ku, bukan nya membuat Pak Andra semakin bersemangat.


"Kenapa Pak? Apa Pak Andra masih ragu? Tapi aku yakin wanita itu pasti punya perasaan yang sama dengan Bapak dan dia pasti akan menerima nya" aku mencoba memberi semangat pada Pak Andra.


"Apa kamu yakin jika dia punya perasaan yang sama dengan ku Vania?" tanya Pak Andra.


Aku pun mengangguk membalas ucapan nya.


Mungkin aku harus merelakan nya, aku bukan lah siapa-siapa yang pantas di cintai oleh Pak Andra yang menurut ku sangat sempurna. Jika keluarga nya pun tahu, pasti akan sangat menentang.


'Aduh, ada apa sih dengan pikiran ku? Bagaimana bisa aku memikirkan hal yang tidak masuk akal seperti itu?' gumam ku.


"Jika kamu mengatakan itu, aku akan mempercayai nya Vania. Terima kasih sudah membuatku yakin, karena awal nya aku masih ragu-ragu untuk mengungkap kan nya" balas Pak Andra.


Aku membalas dengan senyuman, sebisa mungkin aku tidak mau memperlihatkan kekecewaan ku.

__ADS_1


"Kalau begitu, aku akan menyatakan perasaan ku saat ini juga pada nya. Aku tidak mau untuk ke dua kali nya terlambat sehingga rasa penyesalan selalu menghantui ku selama ini" ucap Pak Andra dengan semangat.


'Jadi, karena ini Pak Andra sampai bela-belain tidak masuk ke kantor? Karena dia sudah punya rencana dengan wanita yang sudah berhasil merebut hati nya. Betapa beruntung nya wanita itu, pasti dia juga berasal dari keluarga yang tidak biasa. Yang mungkin sederajat dengan keluarga Pak Andra. Aku hanya bisa berharap semoga Pak Andra segera mendapatkan kebahagiaan setelah ini' gumam ku dalam hati.


__ADS_2