Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
Membawa pulang


__ADS_3

"Kamu kira aku takut pada mu? Aku bahkan berani mengambil keputusan meninggalkan Alexa, walaupun sudah tahu apa resiko nya. Jadi jangan pernah mengandalkan uang dan harta mu, karena itu tidak akan mempan untuk ku. Aku hanya merebut kembali apa yang harus menjadi milik ku" ucap Mas Arvin dengan tatapan yang menantang.


"Aku memang sudah tahu seperti apa watak mu asli nya, tapi aku tidak menyangka orang yang dulu nya bisa melakukan apa pun demi uang, harta dan jabatan, rela meninggalkan itu semua hanya demi seorang wanita" balas Pak Andra.


"Hanya demi seorang wanita? Apa kamu lupa jika di antara kami ada Elmira yang merupakan buah dari cinta kami?" balas Mas Arvin.


Mas Arvin sangat percaya diri dengan perkataan nya itu, ku akui dulu aku memang sangat mencintai nya.


Ya, memang Elmira adalah buah cinta kami dulu. Tapi sekarang sedikit pun perasaan ku tidak ada lagi dengan Mas Arvin, walaupun hanya setitik.


Aku mulai jengah dengan sikap mereka semua. Selama ini mereka merasa bisa melakukan apa pun dengan uang, walaupun sampai harus menyakiti perasaan orang lain.


"Cukup Mas Arvin, kamu harus sadar dengan apa yang kamu ucapkan itu. Kita sudah berpisah, tidak ada hubungan apa-apa lagi di antara kita. Aku juga sudah tidak mencintai mu lagi Mas, tolong kamu mengerti. Biar kan aku hidup bahagia dengan Elmira.


Aku akan sangat berterima kasih pada mu jika kamu mengizinkan aku yang mengasuh Elmira. Aku juga tidak akan melarang mu untuk mengunjungi Elmira karena kamu adalah ayah kandung nya. Aku akan selalu mengizinkan kamu melihat Elmira kapan pun kamu mau Mas" ucap ku.


Aku sadar, sampai kapan pun aku tidak akan bisa memisahkan antara anak dan ayah nya. Dan aku hanya berharap semoga suatu saat Elmira dapat menerima dan memahami keputusan kami ini.


"Tidak, bukan itu yang ku mau Vania. Aku hanya mau jika kita bertiga bersama lagi, tolong beri aku kesempatan sekali ini saja Vania. Aku tahu kalau perasaan kamu mungkin sudah berkurang pada ku, tapi tolong lakukan demi Elmira. Dan aku janji, akan membahagiakan kalian berdua. Aku juga akan berusaha membuat perasaan mu kembali lagi pada ku" lirih Mas Arvin.


"Maaf Mas, keputusan ku sudah bulat. Aku harap kamu mengerti sekali ini saja, jangan mempersulit ku lagi dengan memohon seperti ini. Dengan kamu mau ikhlas menerima keputusan ku ini, aku anggap itu adalah penebusan akan dosa-dosa mu yang sudah menipu ku selama ini" balas ku.


"Vania, ayo kita pergi dari sini" ajak Pak Andra dan aku pun mengangguk.


"Tidak, Vania... Jangan lakukan ini, kalau kamu tidak mau kembali pada ku, tolong berikan Elmira kembali pada ku" Mas Arvin mencengkram kuat tangan ku.


"Mas, lepasin.. sakit" ucap ku meringis kesakitan.

__ADS_1


Melihat dari sikap Mas Arvin saat ini, membuat ku semakin yakin jika tak ada hal baik di dalam diri nya yang menjadi alasan ku untuk kembali pada nya.


Buuuggghhh


Seketika Pak Andra melayangkan tinju pada Mas Arvin.


"Kesabaran ku sudah habis, aku sudah mengatakan jika kamu berani bermain kasar, aku tidak akan segan-segan menjebloskan mu ke polisi. Apa ot4k mu terlalu dungu sehingga tidak mengerti dengan apa yang Vania katakan? Dia sudah tidak ingin kembali lagi pada mu" ucap Pak Andra.


Sementara Mas Arvin hanya meringis sambil memegang pipi nya yang sakit.


Pak Andra segera mengeluarkan ponsel dari saku nya, aku tidak tahu pasti siapa yang akan di telepon nya.


"Halo Dokter, ini Andra. Tolong perintah kan petugas keamanan untuk datang ke ruangan di mana Elmira di rawat, di sini ada seseorang yang sudah mengganggu kenyamanan pasien. Bila perlu panggil kan saja polisi untuk menangani nya agar memberikan efek jera pada nya" ucap Pak Andra.


"Baik, saya tunggu secepatnya" balas Pak Andra lagi.


"Mungkin di sini kamu akan menang, tapi aku tidak akan tinggal diam saja membiarkan kalian bahagia. Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan Elmira dan Ibu nya lagi" ucap Mas Arvin sambil berlalu meninggalkan kami begitu saja.


Aku pun merasa lega setelah kepergian Mas Arvin, sempat berpikir jika Mas Arvin akan mengambil Elmira dari ku. Entah kenapa aku merasa Mas Arvin akhir-akhir ini sangat aneh, sikap nya pun sangat labil.


Terkadang dia bisa bersikap manis, tapi terkadang dia juga bisa bersifat sebalik nya.


Tapi aku tidak mau ambil pusing dengan kehidupan Mas Arvin, aku hanya ingin lepas dari jerat masa lalu dengan nya.


"Ayo Vania, sebaiknya kita langsung pulang. Takut nya entah siapa lagi yang akan datang selanjutnya" ucap Pak Andra.


"Iya Pak, aku juga khawatir salah satu dari keluarga Mas Arvin akan datang ke sini" ucap ku.

__ADS_1


Akhirnya kami pun memutuskan untuk pulang, setelah seminggu lebih tinggal di rumah sakit ini, akhirnya aku bisa bernafas lega.


Dan yang paling penting, aku bisa membawa Elmira pulang. Itu benar-benar di luar pikiran ku selama ini, karena aku merasa membawa Elmira adalah hal yang tidak mudah, bahkan mustahil.


Akhirnya kami pun sampai di parkiran, Pak Andra memasukkan semua barang-barang ku ke dalam bagasi.


Setelah itu Pak Andra membuka kan pintu mobil untuk ku.


"Akhirnya kita pulang juga" Pak Andra pun menghidupkan mesin mobil lalu mulai melaju perlahan.


"Iya Pak, rasa nya aku bahagia sekali. Apalagi bisa membawa pulang putri ku" ucap ku sambil menatap Elmira.


"Sayang, kamu senyum ya? Pasti sudah gak sabar mau pulang nih. Mulai sekarang Elmira tinggal sama Mama ya. Mama janji akan menjaga Elmira baik-baik" ucap ku sambil memegang tangan mungil putri ku.


Sepanjang jalan tak henti-henti nya aku menatap putri ku, begitu juga Elmira, dia selalu menatap wajah ku. Terkadang dia tersenyum, membuat ku merasa sangat bahagia.


"Kamu sebahagia itu Vania?" tanya Pak Andra masih tetap fokus menyetir.


"Tentu bahagia dong Pak, tidak ada yang bisa menggambarkan kebahagiaan ku saat ini" ucap ku.


"Tetap lah bahagia Vania, aku senang melihat mu bahagia dan kembali tersenyum" ucap Pak Andra.


"Terima kasih banyak Pak, ini tak lepas dari bantuan Pak Andra. Jika hanya aku sendiri, mustahil aku bisa mendapatkan kembali Elmira" ucap ku.


"Sudah, kamu sudah terlalu banyak mengucapkan terima kasih Vania. Aku sampai bosan mendengar nya" ucap Pak Andra.


"Aku bahkan bisa mengucapkan beribu-ribu terima kasih pada Pak Andra, mengingat semua yang sudah Bapak lakukan untuk ku, itu bukan lah apa-apa" balas ku.

__ADS_1


__ADS_2