Babysitter Ku Adalah Madu Ku

Babysitter Ku Adalah Madu Ku
POV Andra


__ADS_3

Betapa lega nya hati ku saat aku sudah mengungkap kan perasaan yang sudah sangat lama ku pendam pada Vania.


Dan kebahagiaan ku semakin bertambah saat tahu jika Vania juga memiliki perasaan yang sama dengan ku, bahkan bersedia menjadi istri ku.


Aku pun mengambil cincin dalam kotak merah, dan meraih tangan kiri Vania.


Ku semat kan cincin itu di jari manis Vania, bahkan cincin itu sangat indah berada di jari manis Vania.


"Apa kamu suka Vania?" tanya ku memastikan.


Vania pun langsung mengangguk setuju, " sangat suka Pak" balas Vania.


"Apa aku boleh minta sesuatu pada mu Vania?" tanya ku.


"Apa Pak?" balas Vania sedikit gugup.


Aku pun tersenyum melihat ekspresi Vania yang tampak gugup. Entah apa yang di pikir kan nya, mungkin dia berpikir aku akan meminta sesuatu yang aneh pada nya.


"Kamu tidak usah gugup, aku tidak akan meminta hal yang aneh-aneh pada mu. Aku cuma meminta agar kamu tidak memanggil ku dengan sebutan Pak lagi, karena itu terlalu formal" ucap ku.


"Lalu aku harus memanggil apa?" tanya Vania.


"Panggil sayang dong, coba bilang aku mau dengar" ucap ku menggoda.


Awal nya Vania terdiam, tampak dia seperti merasa berat untuk mengatakan nya.


"Ya sudah, mungkin kamu belum terbiasa. Jadi masih butuh waktu, aku gak akan memaksa nya kok" balas ku.

__ADS_1


"Tidak sayang, aku bisa kok" balas Vania.


Mendengar itu, membuat hati ku bertambah bahagia nya.


"Tapi, jujur aku masih takut pada keluarga mu. Aku tidak yakin mereka akan menerima ku apalagi setelah tahu kondisi ku seperti apa" ucap Vania.


"Kamu tenang saja sayang, kalau masalah itu biar aku yang tangani. Lagian keluarga ku selama ini sangat baik kan pada mu." balas ku.


"Iya, tapi kebaikan keluarga mu hanya sebatas pada karyawan nya. Belum tentu mereka menerima ku masuk ke dalam lingkaran keluarga kalian" ucap Vania.


"Vania, untuk hidup ku biar lah aku yang menentukan siapa pilihan ku. Meskipun mereka adalah keluarga ku, tapi aku yang akan menjalani hidup ku nanti nya, bukan mereka. Aku tidak mau jika sampai di atur-atur masalah jodoh" balas ku.


Vania terdiam, masih tampak gurat khawatir di wajah nya. Aku pun menggengam tangan nya, berusaha untuk menyakin kan nya.


"Vania, kamu harus yakin pada ku. Apa pun nanti yang di katakan oleh keluarga ku, aku tetap akan memilih mu untuk menjadi pendamping hidup ku. Dan berjanji lah pada ku, kamu akan tetap berada di samping ku dan mendukung ku. Kita akan memperjuangkan cinta kita bersama. Aku hanya berharap kamu tidak akan goyah" balas ku.


Mendengar itu, Vania pun menatap ku. Aku bisa melihat jika sekarang Vania sudah tampak tenang.


"Gitu dong, aku tahu kamu adalah wanita yang kuat dan tidak akan gampang menyerah. Bagaimana jika nanti malam kita menemui keluarga ku dan meminta restu pada mereka. Aku mau secepatnya kita menikah, jadi aku bisa menjaga mu dan Elmira" ucap ku.


"A-apa? Apa itu tidak kecepatan?" tanya Vania dengan ekspresi yang terkejut.


"Tidak, apa kamu keberatan sayang?" tanya ku.


"Bukan keberatan, aku hanya sedikit terkejut mendengar nya. Karena aku juga tidak punya persiapan apa-apa" balas Vania.


"Kamu tenang saja, itu masalah gampang kok. Sekarang aku cuma butuh jawaban kamu, apa kamu siap jika ku nikahi secepat nya sayang?" tanya ku memastikan.

__ADS_1


"Iya, aku siap" balas Vania sambil mengangguk setuju.


"Ya sudah, nanti malam kita akan ke rumah ku dan menemui keluarga ku" balas ku yang di angguki Vania.


"Oh ya, bagaimana kalau kita belanja dulu, aku tahu kalau kamu pasti bingung akan memakai baju apa nanti kan?" ucap ku.


"Tidak perlu, aku akan memakai apa yang ada saja nanti." balas Vania.


Mendengar itu, aku pun langsung memegang pundak Vania dan menatap nya. Aku tahu jelas jika penolakan Vania hanya karena dia merasa tidak enakan pada ku.


"Vania, tak lama lagi kita akan menikah. Yang arti nya kita akan menjadi suami istri, segala yang ada pada ku juga akan menjadi milik mu. Uang ku juga akan menjadi uang mu. Sudah kewajiban ku nanti membuat istri ku bahagia. Jadi kamu tidak perlu sungkan atau merasa tidak enakan lagi. Walaupun saat ini kita belum resmi menjadi suami istri, tapi aku ingin belajar membahagiakan mu mulai sekarang. Jadi jangan lagi menolak apa pun yang ku berikan pada mu" ucap ku.


"Tapi aku merasa tidak enak saja, aku tidak mau di anggap sebagai wanita yang matrealistis" balas Vania.


"Tidak Vania, aku tidak pernah menganggap mu seperti itu. Aku sudah cukup lama mengenal mu, dan aku tahu seperti apa sifat mu. Dan jika pun kamu matrealistis pada ku, itu tidak masalah bagi ku. Hanya pria payah yang menganggap wanita nya matrealistis, karena sudah jadi kewajiban laki-laki untuk membuat pasangan nya bahagia baik itu dengan materi. Justru jika kamu terlalu banyak menolak dan selalu merasa tidak enakan, akan membuat hati ku sedih sayang" ucap ku sambil tetap menggenggam tangan Vania.


Vania pun tersenyum, dan membalas genggaman tangan ku.


"Aku sangat bersyukur memiliki pria seperti mu. Bagi ku, kamu sangat sempurna untuk ku yang masih jauh di bawah kata sempurna." balas Vania.


"Tidak ada manusia yang sempurna Vania, aku pun masih punya banyak kekurangan. Jadi kamu jangan merasa kurang percaya diri lagi" ucap ku.


Seketika aku melihat mata Vania yang tampak berkaca-kaca. Dan air mata nya pun tak mampu di bendung lagi, hingga jatuh membasahi pipi nya yang mulus.


"Kamu kenapa jadi nangis sayang?" tanya ku sambil mengusap lembut pipi nya yang sudah basah.


"Aku hanya bersyukur bisa memiliki kamu, dan mungkin itu lah alasan kenapa rumah tangga ku yang pertama tidak bisa bertahan lama. Karena Tuhan sudah menyediakan lelaki yang jauh lebih baik lagi" balas Vania.

__ADS_1


Aku merasa terharu dengan perkataan Vania barusan, 'Apakah semua akan berubah jika saja saat itu aku punya keberanian untuk mengungkap kan perasaan ku?' gumam ku dalam hati.


"Ya sudah, kamu tidak perlu memikirkan hal-hal yang membuat hati mu sakit. Sebab aku tidak akan mengizinkan setetes pun air mata jatuh membasahi pipi mu. Sekarang kita lebih baik memikirkan kebahagiaan yang akan datang menghampiri kita" ucap ku.


__ADS_2